
Lyra membawa Asher dan Dita menuju sebuah ruangan santai di sudut bangunan rumah sakit itu. Lyra sangat bersemangat ingin memberikan mereka berdua kejutan.
“ sebenarnya kita mau ke mana Lyra?” tanya Dita heran sambil menatap ke sana kemari.
“ Sebentar saja, ada urusan penting, apa kalian terburu-buru?” tanya Lyra dengan lembut.
“ Sebenarnya kami akan kembali ke negara kami, putra kami sedang menunggu,” jelas Dita singkat.
“ tapi untuk menemani kamu sebentar, sepertinya tidak masalah,” ucap Dita lagi.
“ Waduh maaf ya jadi mengganggu kalian, sebentar saja!” ucap Lyra membawa mereka menuju ruang santai di mana suaminya sedang duduk tenang di sana.
“ Tak apa,” balas mereka berdua.
Mereka berjalan dengan cepat menuju ruang tunggu itu. Meskipun dita dan Asher sedang terburu buru , mereka berdua masih memberikan waktu merkea untuk perempuan itu.
Hal ini membuat Lyra merasa kalau Asher dan Dita memang benar benar pasangan yang baik . Sifat mereka yang ramah membuat Lyra tertarik menjalin kerjasama dengan perusahaan yang dipimpin oleh Asher.
Mereka tiba di ruang tunggu, seorang pria duduk tegap membelakangi mereka sambil mendengarkan laporan pekejraan dari asistennya.
“ Sayang, lihat siapa yang aku bawa!!” ucap Lyra langsung menghampiri suaminya, Tuan Smith yang sedang duduk di sana.
Tuan Smith berdiri dan berbalik menatap ke arah kedatanagn istrinya dan pasangan itu.
“Tuan Smith?” Asher dan Dita terkejut saat melihat pria itu di sana.
“ Tuan Asher, senang bertemu dengan Anda, kebetulan sekali!” Tuan smith langsung menghampiri mereka berdua dengan wajah senang.
Dita dan Asher saling menatap sejenak.
“ tunggu dulu, Lyra, apa dia ...” Dita menatap tuan Smith dan Lyra dengan wajah terkejut, dia sama sekali tidak tahu kalau Lyra dan Smith adalah pasangan suami istri.
Demikian halnya dengan Asher, mereka berdua sama sama tidak tahu kalau Lyra adalah istri dari tuan Smith.
Identitas Lyra memang sengaja mereka sembunyikan, bahkan tak banyak yang tahu kalau tuan Smith sudah memiliki anak. Semuanya disembunyikan dari publik demi keamanan keluarga mereka.
Lyra tersenyum, dia menggandeng tangan suaminya dan menatap kedua orang itu,” dia suamiku,” ucap Lyra.
“ Wahh ini benar benar sebuah kebetulan!” ucap Dita terkejut.
“ Aku tidak tahu sama sekali kalau kalian berhubungan, ini benar benar mengejutkan!” ucap Dita tak percaya.
Lyra tersenyum,” awalnya ku pikir kau tahu siapa aku, ternyata kalian berdua membantu orang tanpa memandang siapa orang itu, aku salut dengan kalian!” puji Lyra .
Asher dan Dita hanya tersenyum,”bukankah sudah seharusnya kita sebagai manusia saling tolong menolong?” ucap Asher.
Tuan Smith dan Lyra benar benar bahagia bisa bertemu mereka lagi.
“ Tuan, nyonya terimakasih banyak atas bantuan kalian pada Lyra, jika tak ada kalian, mungkin entah bagaiana nasib Lyra semalam,” ucap Tuan Smith dengan rasa berterima kasih yang besar.
“ Antony berikan dokumen itu!” ucap Tuan Smith pada asistennya.
Tuan Smith membuka sebuah dokumen dalam map hitam dan tampak menandatanagni dokumen itu,” Tuan Asher, ini yang bisa saya perbuat atas bantuan besar istri Anda ,” ucap Tuan Smith menyerahkan perjanjian kontrak kerja sama antara perusahaannya dengan Asher.
“ I.. ini?” Asher terkejut saat melihat isi perjanjian itu,bahwa seluruh karya yang diciptakan oleh grup tuan Smith akan dipasarkan oleh grup Roth sebagai distributor kedua setelah perusahaan tuan Smith sendiri.
“ Saya sangat menantikan kerjasama yang baik antara kita tuan Smith!” ucap Asher sambil tersenyum sempurna.
Tuan Smith membalas jabatan tangan Asher,” terlebih saya tuan. Saya sangat menantikan pelajaran mendekati anak dari anda!” ucap pria itu sambil tertawa.
Siapa sangka pertemuan yang tidak disengaja itu ternya malah membuat hubungan antara dua keluarga itu semakin erat. Mereka tidak tahu takdir seperti apa yang terjalin di antara mereka.
Asher bersyukur memiliki istri yang perhatian pada semua orang, baginya Dita adalah pembawa keberuntungannya. Di setiap momen dia melibatkan istrinya dalam pekerjaannya, maka setiap pekerjaannya berjalan dengan lancar.
Bagi tuan Smith juga demikian. Sudah lama dia mendambakan perusahaan yang akan peduli dengan setiap detail dalam design karya karyanya. Dan semalam, dia membawa istrinya dalam acara itu, persis seperti yang dialami Asher, tuan Smith juag mendaptkaan keberuntungan karena melibatkan istrinya dalam bisnisnya.
Dia bertemu dengan perusahaan yang benar benar menunjukan dedikasi dalam memasarkan barang dan mengerti arti tersirat di setiap karya yang dia buat.
“ kalau begitu, apa malam ini kita boleh makan bersama?” tawar tuan Smith.
“sayang, jangan sekarang, nanti saja kita atur waktunya, mereka terburu-buru, aku menarik mereka tadi ke sini untuk menemuimu karena sangat senang bertemu mereka di sini, anak mereka menunggu di rumah!” jelas Lyra yang sangat pengertian.
“ Ahh benarkah, maaf telah menganggu kalian!” ucap Tuan Smith merasa bersalah.
“ ah tidak apa apa tuan, nyonya, kalian sangat pengertian, kami akan mengatur pertemuan berikutnya, sekaligus belajar mengasuh anak!”ucap Asher.
“ hahaha... saya sangat menantikannya tuan Roth!” balas Tuan smith.
Mereka berpisah di ruamh sakit itu.
Dita dan Asher harus segera pulang, perasaan mereka tidak enak, pasti putra mereka sedang tidak baik baik saja saat ini.
“ Sayang aku beruntung memilikimu, aku membawa banyak kebahagiaan bagiku,” ucap tuan Smith pada Lyra.
“ Dan kita beruntung bertemu pasangan itu, mereka luar biasa!’ ucap Lyra yang dibalas anggukan kepala oleh tuan Smith.
Sementara itu, masih di tempat yang sama, Nyonya Vera sedang berkeliling di rumah sakit itu setelah dirawat semalaman di sana karena gangguan lambungnya yang kambuh.
Nyonya Vera berjalan tertatih tatih bersama Tiara anak nyonya Merlin yang menemaninya di rumah sakit itu.
“ Nyonya, apa Anda baik baik saja, Anda masih sangat pucat, sebaiknya beristirahatlah di dalam,” ucap Tiara khawatir.
“ Diamlah, jangan banyak bicara, kerjamu saja tidak becus dasar sialan!” umpat wanita itu sambil menatap nanar ke arah lorong ruamh sakit.
“ Lusa kau ikut aku kembali ke negara itu, jangan sampai menggagalkan rencana ini, kau harus berhasil, apa pun caranya!” tegas nyonya Vera.
“ tapi nyonya Anda tahu sendiri mereka saling mencintai dan sangat dekat, saya tidak akan bisa melakukan itu!” ucap Tiara dengan wajah kesal.
“ berani kau melawanku hah!” teriak nyonya Vera.
Plak!
Nyonya Vera menampar wajahgadi situ,” nyo.. nyonya!” balas Tiara terkjut.
“ Jika kau menghancurkan rencanaku, maka anak itu akan benar benar mati di tanganku, cam kan itu!” ucap nyonya Vera mengancam Tiara.
“ Ba..baiklah, akan saya usahakan!” balas gadis itu dengan wajah takut.
“ Lihat saja Dita, aku akan menghancurkan hidupmu, akan ku kuras kalian semua sampai ke tulang tulang kalian, Luther, Johan, Kiara, dan kalian semua akan habis di tanganku hahahaa....” batin Nyonya vera membayangkan rencana nya berjalan dengan lancar.
Selama lima tahun ini dia mempersiapkan balas dendamnya, mempersiapkan semuanya untuk merebut segalanya dari keluarga tuan Luther, tak peduli jika dia menghancurkan hidup keluarganya sendiri.
.
.
.
like, vote dan komen 🤗