
Suara ketukan jari di papan keyboard terus terdengar di dalam ruangan kerja Asher. Ruangan kerja pengembang aplikasi yang dia siapkan cukup lama.
Perusahaan yang dia pimpin telah meluncurkan beberapa aplikasi dan semua diterima baik oleh masyarakat. Tetapi kali ini, semua usaha yang dia dan timnya tuangkan akhirnya hancur karena ulah pengkhianat yang menjual file aplikasi miliknya kepada perusahaan lain.
errmpphjkk... errrmphkkk!
Suara pekikan seorang pria terdengar di ruang seberang. Seorang pria sedang diikat di kursi dan wajahnya babak belur.
Seluruh Tim kreatif pembangun aplikasi berdiri di sekitarnya sambil menatap penuh dendam pada pria pengkhianat yang tak lain adalah direktur kreatif pembangun aplikasi grup Carat Land.
Vino, pria yang dipercayakan memimpin pembangunan aplikasi itu malah mengkhianati seluruh rekan kerjanya dengan menjual file mentah aplikasi yang sudah dibangun oleh seluruh tim.
Asher sangat marah, dalam sekali gerakan, Jack dan timnya berhasil melacak dan menemukan bukti transaksi yang dilakukan oleh Vino dengan tim kreatif grup Jang, saingan perusahaan mereka.
Kini Asher sedang bekerja keras untuk memperbaiki sistem mereka dan merebut kembali aplikasi yang telah dijual secara illegal itu.
"Bos, mereka mengambil semuanya, apa yang harus kita lakukan!?" tanya salah satu Anggota tim developer.
"Tenang saja, file aplikasi yang dia kirim hanya bisa diakses dengan menggunakan kode unik yang hanya aku yang tahu!" ucap Asher .
"Dengan memunculkan aplikasi ini besok, maka publik akan sadar perusahaan mana yang murni mengerjakan aplikasinya dan perusahaan mana yang hanya menjiplak kode itu tanpa sadar ada jebakan di dalamnya!" jelas Asher.
"Jadi anda sudah mempersiapkan semuanya!?" tanya Jack terkejut, sama halnya dengan anggota developer yang lain.
Asher tersenyum tipis," Sudah sejak lama, tak ku sangka dia benar benar mengkhianati ku!" ucap Asher sambil tertawa sinis.
"Hanya saja kita perlu bekerja keras malam ini, ada beberapa bagian yang harus diubah," jelas Asher.
Pria itu berdiri dan menatap seluruh anggota developer aplikasi.
"Apa kalian siap bekerja lebih keras malam ini!? mungkin kita tidak akan tidur sampai besok!!" ucap Asher.
Para karyawan saling melirik satu sama lain. Mereka sejak lama menggantungkan hidup mereka akan keberhasilan aplikasi ini.
Aplikasi Carat Land yang diangan-angankan akan menjadi aplikasi belanja terbesar di negeri untuk untuk memenuhi kebutuhan seluruh lapisan masyarakat.
Seluruh produk yang dikeluarkan oleh grup Carat Land serta cabang-cabangnya akan diluncurkan dalam aplikasi, sehingga mempermudah masyarakat menemukan produk dan layanan dari perusahaan itu.
"Kami siap!!" jawab mereka dengan penuh semangat.
"Baiklah, kita mulai!!" ucap Asher.
Seluruh Tim bekerja keras sampai larut malam. Memperbaiki beberapa bagian yang kurang tepat dan menciptakan beberapa sistem yang baru hingga aplikasi Carat Land menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Sementara itu, Dita yang sudah mengakhiri pelajarannya dengan Bianca sedang menunggu Asher di apartemen pria itu.
Padahal Asher sudah berjanji akan membawanya menemui Regard, tetapi pria itu tampaknya tak kunjung pulang sampai larut malam.
Dita mencoba menghubungi Asher, tapi ponsel pria itu dinonaktifkan. Tak biasanya dia begitu, hal ini malah membuat Dita khawatir.
Jack juga tidak bisa dihubungi, tak ada yang mengangkat panggilannya.
"Apa yang terjadi padanya? dia tidak pernah pulang sampai selarut ini?" batin Dita.
Dia berjalan ke sana kemari, sangat khawatir dengan keberadaan Asher sekarang.
"Aku harus mencarinya," batin Dita.
Di saat yang sama dia menerima panggilan telepon dari nomor tak dikenal.
Saking khawatir dengan keadaan Asher, gadis itu menjawab panggilan itu.
"Asher!?" ucapnya.
"Dita ini aku, Benny apa kabar kamu!? kau sedang mencari Asher? dia.. aku melihat dia ke hotel bersama seorang wanita!!" ucap Benny.
Dita terkejut mendengar suara pria itu, dia menatap ponselnya dan langsung memutus panggilan itu.
"Apa apaan bajingan ini? kenapa dia bisa dapat nomor ku!" kesal Dita.
Mendengar ucapan Benny tadi, tentu saja Dita kepikiran, rasanya aneh, kenapa Asher malah ke hotel dan bersama seorang wanita?
"Apa dia..
Ting!
Satu pesan masuk ke ponselnya. Benny mengirim foto Asher yang berjalan ke sebuah hotel bersama Seorang gadis dan diikuti oleh Jack di belakangnya.
Gadis itu terkejut bukan main, Asher benar benar pergi ke hotel dan terlihat akrab dengan gadis di foto itu.
"Apa ini!? Asher... apa yang sebenarnya kau lakukan?!" batin Dita.
Gadis itu mencoba untuk tidak percaya, tapi semakin dilihat, semakin panas hatinya melihat foto itu.
Dia adalah Bianca!!
Gadis itu menggandeng tangan Asher dan terlihat merasa dengannya.
"Bi.. Bianca... Asher... ka... kalian, apa yang sebenarnya terjadi!?" Dita terduduk lemas, dia sangat tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
Rasanya sakit memikirkan kalau dia dikhianati untuk kedua kalinya oleh orang yang sangat dia cintai.
"Tidak... ini tidak mungkin!!" batin Dita.
Gadis itu menatap jam dinding, sudah menunjukkan pukul 2 dini hari, dan untuk apa mereka ke hote malam malam begini!?
"Asher... Apa kau bercanda dengan kata-kata mu itu!?" batin Dita dengan tangis pilu.
Gadis itu berjalan keluar dari apartemen Asher sambil menangis sesenggukan. Dia berjalan dengan cepat, berusaha pergi keluar untuk menemukan Asher dan Bianca di hotel yang ada di dalam foto itu.
Dengan mengendarai sepeda motor nya, Dita melaju menuju hote tersebut.
Angin malam yang dingin tak membuatnya berhenti, belum lagi gerimis langsung membasahi tubuhnya.
Dita menangis, dia berhenti tepat di depan hotel itu sambil menatap bangunan itu dengan wajah sendu.
Tanpa dia ketahui, Benny ternyata masih menunggu di sana. Pria itu jelas tahu kalau Dita tidak akan tinggal diam jika mengetahui hal seperti ini terjadi padanya lagi.
"Benar tebakanku, Dita hanya aku yang mengerti dirimu, hahah... Aku akan membawamu pulang Dita, aku akan merebut mu!!!" gumam Benny sambil memakai masker dan topi hitamnya untuk menyamarkan dirinya.
Gerimis semakin kencang, berubah jadi hujan deras.
Dita berdiri di depan hotel sambil menangis. Jalanan sepi dan suhu selain dingin.
Gadis itu sangat khawatir akan kesehatan dan keselamatan Asher tapi Asher malah bersenang-senang di tempat itu.
"Asher... apa kau juga sama!?" gumam Dita yang begitu Judah berpikir negatif.
Di saat yang sama Benny mendekat dan menyentuh bahu gadis itu," Nona ikut saya!!" ucap orang itu sambil menarik paksa Dita.
"Mau apa kau!" teriak Dita .
Benny menariknya dengan keras, berusaha untuk membawa p
gadis itu dari sana.
"Menurut dan ikut aku sialan!!!" teriak Benny.
Plak!!
Satu pukulan mendarat di pipi Dita dan berhasil membuat sudut bibir gadis itu terluka.
"Akhh.. beraninya kau bajingan!!!" pekik Dita mengamuk.
Alhasil perkelahian tak terhindarkan, Dita yang sedang marah semakin mengamuk karena ulah orang yang tak jelas itu.
"Ikut aku!!" teriak Benny lagi.
"Siapa kau keparat sialan, beraninya kau menyentuhku!!" kesal Dita.
Gadis itu menerjang Benny.Taoi tak di sangka Benny pun tahu bela diri.
"Kemari kau!!"
Dita dan pria itu saling menyerang, hingga membuat keributan di sana.
Benny tak menyangka kalau Dita bisa sehebat itu.Pihak hotel dan pra tamu juga dibuat terkejut dengan keributan itu.
Hingga Dita Terkapar di atas jalan karena pukulan telak dari Benny.
"Kau harus ikut!!" ucap Benny sambil mengambil tongkat kay dan mengayunkannya ke atas lalu...
Baghh!!!
"Arkhhh!!!!!!!
.
.
.
Like, vote dan komen 🤗