Loco

Loco
48 Loco: Ibu Dita



Seluruh mata tertuju pada sepasang anak manusia dengan penampilan yang sangat memukau.


Dita si Butet bergaun merah sangat cantik di depan sana ditambah lagi dengan pesona pria tampan dengan jas hitam pekat.


Tubuh tinggi menjulang bak menara Eiffel, hidungnya yang mancung, bibir indah menawan membuat semua mata tertuju pada Asher Roth.


Pria tampan abad ini yang baru muncul ke hadapan publik. Kacamata hitam yang bertengger di wajahnya tampak melengkapi penampilan nya yang tampan paripurna.


Benny terhenyak, demikian Dita yang tak menyangka kalau Asher akan datang ke tempat ini setelah mengantarkannya sampai depan gedung acara.


Caca sendiri sampai dibuat menganga melihat pria tampan di depannya. Dia tak menyangka kalau ada pria setampan itu di muka bumi ini.


Mata Caca tak berhenti menatap pria tampan yang dia hina beberapa waktu lalu. Dia sama sekali tidak mengenali Asher, pria yang dia potret bersama Dita dan sebut kalau orang itu hanya seorang satpam rendahan.


"Siapa pria ini!? dia sangat tampan, dan lihat pakaiannya, dari ujung kepala sampai ujung kaki semuanya barang branded, jelas dia orang kaya berat!" batin Dita yang terpukau dengan wajah tampan Asher Roth.


"Siapa kau!!!" kesal Benny yang merasa cemburu saat Asher menggenggam tangan Dita. Jelas sekali raut cemburu itu terpancar di wajahnya yang bergerigi.


Dia menatap tak senang ke arah Dita dan Asher juga tangan Asher yang menggenggam tangan Dita dengan lembut.


Bibir Asher tersungging, dia menarik Dita dengan pelan dan merangkul pinggang ramping gadis cantik itu.


" Calon suaminya!" ucap Asher dengan tatapan dingin ke arah Benny sambil merangkul Dita dengan sangat mesra.


Mata Benny membulat sempurna, jelas dia sangat terkejut melihat hal ini, bagaimana bisa Dita memiliki pria lain saat dirinya sedang mempersiapkan segala sesuatunya untuk kehidupannya yang sempurna bersama Dita di masa depan.


"Haha... ma..mana mungkin!" ucap Benny tak terima, dia menatap Dita dan tanga Asher yang merangkul pinggang perempuan yang sudah membuatnya terobsesi itu.


" Dita katakan kalau ini tidak benar!!" ucap Benny sambil menatap Dita dengan wajah kecewa.


Caca sampai dibuat heran dengan pertanyaan suaminya yang tak terima, tapi betapa malunya dia jika harus mengatakan pada semua orang kalau suaminya masih mencintai mantan kekasihnya!


"Tentu saja tidak benar, aku yakin kau dibayar untuk ini kan Dita!!!" ucap Caca mengejek gadis itu lagi.


" Tutup mulutmu jal4ng sialan! Sebelum aku benar benar memenggal kepalamu!!" geram Asher sambil menatap tajam pada Caca.


Glek!!


Caca maupun Benny menenggak saliva mereka dengan kasar saat melihat dan mendengar ancaman mengerikan dari pria tampan nan dingin itu.


"Dita katakan ini tidak benar, kau tidak mungkin... kau itu hanya..." Benny terdiam, dia mencoba menarik tangan Dita dengan wajah penuh harap kalau semua ini hanya candaan.


"Sayang ada apa denganmu!? kenapa kau seperti ini!!!" tanya Caca dengan wajah heran sambil menatap suaminya.


" Sayang!!!" panggil Caca lagi sambil menarik lengan Benny.


Ptaaas!!.


Pria itu menepis tangan Caca dan tak menghiraukan semua pertanyaan Caca.


" Diamlah!" kesal Benny sambil melirik para orangtua yang mulai penasaran dengan apa yang mereka bicarakan sejak tadi di sana.


Caca terhenyak, Benny benar benar membentak dirinya untuk kali pertama.


"Dita!!" ucap Benny sambil menarik paksa tangan gadis.


" Aku tahu dirimu, lihat aku!!" ucap Benny sambil mengangkat tangannya seolah akan memukul wajah Dita.


Seketika bayangan kekejaman sang Ibu membuat gangguan panik Dita terpicu. Gadis itu gemetar, tangan Benny membuatnya teringat dengan apa yang ibunya lakukan pada dia dan kakaknya saat dia masih kecil.


Gadis itu dipukuli dan ditampar oleh ibunya sendiri. Berkali kali saat wanita itu mabuk, bahkan tak peduli jika Dita dan Johan terluka parah karena ulahnya yang keji.


Belum lagi, beberapa saat lalu dia menangkap sosok perempuan keji itu berada di antara para tamu undangan. Tremornya mulai kembali.


Tetapi Asher menepuk punggung Dita dengan lembut.


Dita terkejut, ini jelas di luar rencananya, tapi tak dia sangka Asher akan membantunya ketika tremornya mulai dipicu untuk kembali.


Tangan Asher menarik tangan Benny lagi dan kali ini dia lakukan dengan sangat kasar!


Graabbb. krakk!!!


" Aarrkhh!!!" Benny memekik kencang saat merasakan tangannya terputar begitu saja.


"Jangan kau coba-coba sentuh dia bajingan!!" kesal Asher.


Dita terdiam, dia menatap Asher dengan wajah sedih. Tetapi kedua matanya kembali memerangkap sosok wanita elegan yang berdiri di ujung ruangan bersama seorang gadis yang juga dikenal betul oleh Dita.


Wanita itu menatap ke arah mereka sambil memicingkan matanya seolah mengenali salah satu dari mereka.


Sementara itu Benny benar benar syok dengan ucapan Asher yang membuatnya marah.


" Beraninya kau!" geram Benny.


Dita menarik nafas dalam-dalam, dia menoleh ke arah Asher," Asher apakah itu ibu perempuan yang di bandara itu!?" tanya Dita sambil menunjuk ke arah Emma yang ternyata ada di pesta itu.


Caca dan Benny turut melihat ke arah yang dimaksud Dita, betapa terkejutnya mereka melihat Emma datang ke pesta mereka.


"Bagaimana kau tau!?" tanya Asher.


"Jadi dia ibunya!? pantas saja!" ucap Dita dengan nada datar dan dingin.


Asher tidak mengerti apa maksud gadis itu. Asher memang tidak mengenal ibu kandung Dita, atau lebih tepatnya dia telah melupakan wajah ibu kandung Dita yang sudah lama sejak terakhir kali dia melihatnya.


Dita menatap Caca dan Benny," Nikmati pestanya, seperti yang kalian dengar, bahwa kami akan menikah!!" ucap Dita sambil mengusap dada Asher di depan Benny dan Caca seraya tersenyum manis.


"Babe, ayo kita pulang!!" ucap Dita dengan suara sensual.


"Dasar murahan, sekalinya murahan kau akan tetap jadi murahan!!" teriak Caca histeris.


" Ups ada yang panas tapi bukan kompor gas!!" ledek Dita .


" Coba kita lihat siapa yang sebenarnya paling murahan di sini!!" ucap Dita sambil mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya dan...


syuurrr!!!


ratusan lembar foto terlempar ke udara dan berhasil memenuhi ruangan itu.


Caca dan Benny tampak sangat syok. Para tamu memungut semua foto itu.


Tiba-tiba!


Suara permainan ranjang panas terdengar begitu mengejutkan. Video syur 15 detik dari memori card kamera tersembunyi di kamar Dita yang diberikan Benny terputar.


Ada Caca dan Benny yang sedang bermain kuda kudaan di sana, lengkap dengan tanggal dan waktu kejadian.


"BENNY CACA APA APAAN INI!!!! pekik tuan Wicaksono tak percaya dengan apa yang dia lihat.


Pernikahan mereka berakhir menjadi sebuah kekacauan yang tak ada dalam daftar rencana Benny dan Caca.


Semua bukti perbuatan busuk mereka terhadap Dita ditampilkan. Hanya melihat video itu saja sudah membuat malu seluruh keluarga.


Asher menggandeng tangan Dita sedang gadis itu menuntun Asher berjalan melewati sosok perempuan yang sangat dia benci.


Dita berjalan melewati Emma dan Ibunya, Ibu Emma yang adalah Ibu kandung Dita yang menelantarkan suami dan anak anaknya demi selingkuhannya.


"Asher!!!" Mata Emma membulat sempurna saat melihat Asher begitu tampan di depannya.


" Ma... itu Asher!!!' bisik Emma dengan wajah kesal melihat Asher menggandeng Dita dengan erat.


Dita melirik wanita berusia kepala lima itu, perempuan yang sama dengan perempuan yang menghinanya saat bertemu di restoran waktu itu!


"Bagaimana seseorang disebut Ibu saat tidak mengenali putri kandungnya sendiri!" gumam Dita yang masih jelas di dengar oleh Asher.


" Dita.. Di.. dia!?" Asher menatap gadis itu.


Dita mengangguk," Yap, dia jal4ng sialan itu, dan sialnya aku lahir dari rahimnya!" ucap Dita dengan tatapan dingin beradu dengan wajah bengis Nyonya Vera yang tak sadar kalau gadis cantik bergaun mereka itu adalah putri kandungnya!


.


.


.


Like, vote dan komen 🤗