Loco

Loco
45 Loco: Ryan Jorok



Asher menyeret Dita ke dalam apartemennya, memaksa gadis itu duduk di meja makan bersama yang lainnya.


Aroma masakan Asher berhasil membuat semua orang terpukau, rasa laparnya malah semakin menjadi jadi.


" Wahhh... cepat duduk Dita ini enak, ini sepertinya enak!!!"ucap Ryan sambil menghentak-hentakkan kedua kakinya dengan penuh semangat sambil menatap semua masakan itu.


Jack menatap semuanya, tanpa sadar tangannya mulai mencomot satu persatu suwiran daging ayam yang dimasak Asher. Memasukkannya ke dalam mulut dan memakainya dengan lahap.


Samuel terdiam sambil memegang sendokhya seperti anak kecil yang sedang mengiler melihat makanan favoritnya ada di depan mata.


"Wahhh... harum sekali!!" Dita terkejut melihat masakan itu.


"Duduk dan kita makan!" ucap Asher.


" Aku sudah tidak sabar, kalian lama sekali, Asher lama lama aku bisa gak waras, apa sudah boleh di makan!??" desak Ryan sambil menjilati bibirnya saking semangatnya melihat masakan Asher yang sudah jadi.


"Silahkan dinikmati!!" ucap Asher.


Sontak dengan semangat ketiga pria dengan porsi makan yang besar itu sangat bersemangat menyendokkan nasi ke piring mereka dan mengisi piring mereka dengan lauk pauk yang dibuat oleh Asher.


Aromanya saja sudah menggugah selera apalagi rasanya, pasti sangat memukau.


Dita menatap makanan itu, "Jangan hanya dilihat, kau tak akan kenyang kalau hanya melihat dasar aneh!!" celetuk Asher seraya menepuk kepala Dita.


" Aruna belum makan..." ucap gadis itu pelan.


Di saat seperti ini, dia masih memikirkan sahabatnya.


"Makanlah dulu Dita, kau juga belum makan seharian, kalau kau sakit memangnya kau bisa menjaga temanmu itu hah!? dasar cengeng! cepat makan! " titah Asher dengan wajah kesal.


" Sam, apa kau bisa mengantarkan makan malam untuk Aruna? dia berada di rumahnya!" ucap Asher.


"kenapa aku!?" balas Samuel dengan nada datar.


Asher hanya menatapnya dengan tatapan yang sama tanpa membalas ucapannya.


" Ck... Baiklah!" balas Samuel dengan kesal.


Mereka menikmati makan malam mereka yang sangat lezat. Dita tampak mulai membaik setelah makan. Ryan dan Jack tampaknya sampai mabuk karena masakan enak yang dibuat oleh Asher.


puk! puk puk!!"


"Errrkghhhhh....arrhhh!!!" Seloroh Ryan yang bersendawa di depan mereka semua sambil menepuk nepuk perutnya yang penuh dengan makanan entah.


Pletak!!


" Dasar jorok, dokter macam apa kau Ryan!!" kesal Jack sambil memukul kepala Ryan.


Ryan tertawa cengengesan sambil mengusap usap mulutnya yang masih berminyak dan dipenuhi bekas makanan.


" Jorok Kau!!!" Asher kesal, dia mengambil tisu dan...


Jlup!!


Memasukkannya begitu saja ke dalam mulut dokter tampan tapi otak sebelas dua belas dengan Dita.


" Mwehehehehe... uenaaak tenan masakanmu bang Asher, pungut aku jadi anakmu!!! uhhhh Daddy Daddy!!!" celetuk Ryan seraya menirukan suara gadis manja.


Bugh.. Bagh.. bugh...


" Dasar otak udang!!! " kesal Asher yang dibuat mual dengan kelakukan absurd Ryan.


" Mehehehehehe.... babang Asher, adek lapar bang, masakin dong!!" celetuk Ryan lagi sambil tertawa cekikikan, mengedipkan sebelah matanya pada Asher menggoda pria itu.


"Jack tahan dia!!!" terik Asher tak tahan dengan kelakuan absurd pria yang mabuk makanan itu.


"Wadidauuu...maaf kan saya hadirin, saya mau melapor dulu!!!" teriak Ryan langsung berlari terbirit-birit ke arah kamar mandi.


Prett.. prett.. pret!!


" Awhh awhhh keluar sedikit aduhh!!!! perutku!!!" teriak Ryan.


" RYAAAANNN!!!!" Pekik mereka semua. Wajah mereka pucat, jijik rasanya mendengar suara bom atom dari Ryan yang sedang melapor ke toilet.


"Ahahaha... maaf wehh!!!" Ryan malah tertawa cekikikan.


"Dasar tukang boker! orang baru selesai makan tapi beraninya dia melakukan itu huweekk... menjijikkan!!" kesal Jack sambil merapikan meja bersama Asher dan Dita.


"Aku akan mengantar ini!" ucap Samuel sambil mengambil rantang yang sudah diisi dengan makanan untuk Aruna.


"Pak Sam, tolong perhatikan Aruna ya. Aku takut dia masih menangis, aku menjelaskan semua padanya tadi, tapi sepertinya dia sangat kecewa sampai tak mau melihatku!" ucap Dita dengan wajah Cemberut.


"hmm!" Samuel hanya balas seperti itu lalu pergi dari rumah itu tanpa mengatakan apa pun lagi.


Dita tampak sangat tercengang," wah... A.. Asher.. dia itu manusia atau gunung es!? dingin sekali!!!" ucap Dita syok.


Asher dan Jack tertawa kecil, " kau perempuan beruntung karena masih dijawab begitu, biasanya dia tidak akan menghiraukan mu!" ucap Asher.


" Dia seperti monster yang bersembunyi di balik kulkas seribu pintu, dingin dan menyeramkan!!' celetuk Dita sambil menutup pintu.


"Aku akan membersihkan Regard dulu, ahh sudah lama rasanya tak bertemu anakku!!!" ucap Dita sambil tersenyum bahagia lalu berlari sembari melompat-lompat seperti kodok ke arah box Regard.


" Utututut anak tuyulnya Mama, kangen ya sama Mama, bapakmu tuh salahkan, larang larang mama ketemu tuyul kecilnya Mama hihihi... " Dita menggendong si kecil Regard dan membawa bayi mungilnya yang sebentar lagi akan berusia satu tahun.


"Jiwa keibuannya kuat banget serrr... jadiin istri langsung dah!!!" bisik Jack sambil menatap Dita.


" Pengen gue culik bro, gue jadiin istri, pasti beres dah tuh rumah tiap hari, makan beres, cucian beres, semuanya beres, seseorang yang keibuan itu pasti nurut sama suaminya bro!!! mantap bro!!" ucap Jack sambil tertawa bangga.


Asher menatap datar ke arah Jack sambil mengeraskan rahangnya. Tak mendengar jawaban Asher membuat Jack menoleh dan menatap ke arah pria itu.


"A..Asher... ke..kenapa... " Jack terdiam membeku saat menyadari ucapannya tadi telah membangkitkan monster di dalam diri Asher.


"Apa kau mencari istri untuk dijadikan pembantu?? " Asher menatap pria itu sambil mengepal kedua tangannya.


Jack terdiam, "Ma..maaf aku salah bi...


" Jawab aku!!" senggak Asher.


Jack semakin takut, kata katanya memang salah, seolah dia merendahkan perempuan dan menganggap para wanita hanya menjadi ibu rumah tangga yang harus dan wajib mengurus seluruh isi rumah.


"A..aku salah!!" ucap Jack.


" Maaf aku salah, jangan marah tuan muda, aku salah ucap, aku yang salah!!" ucap Jack memohon maaf berkali kali.


"Dasar bodoh!" umpat Asher dengan wajah kesal.


"Apa kau pikir perempuan tak punya kehidupannya sendiri!?maka mulai saat ini ku larang kau dekat dengan perempuan mana pun, jika sampai kau memiliki pacar aku akan jadi yang pertama menghancurkan hubungan mu!" tukas Asher.


"Dasar bodoh, belajar yang banyak Jack!!" ketus pria itu lalu pergi dari hadapan Jack dengan wajah datarnya.


Jack terduduk ke atas kursi dengan nafas lega, " Hampir mati aku!!! arrkhh Jack mulutmu ini benar benar Boomerang!!!!" pria itu memukuli mulutnya sendiri, menyadari kesalahannya yang fatal.


Sementara itu, Samuel tampak berjalan dengan pelan menuju rumah Aruna. Rumah sederhana milik gadis polos itu.


Sambil menenteng rantang dia berjalan perlahan-lahan menuju rumah itu.


Dia melihat Aruna sedang berdiri di atas kursi dengan sebuah tongkat kayu untuk menyalakan meteran listrik, sepertinya gadis bertubuh pendek itu kesulitan, bahkan setelah naik kursi pun dia tak bisa menyalakan listrik ke rumahnya.


"Bodoh!" gumam Samuel sambil berjalan menuju rumah itu.


Aruna tampak sangat kesulitan, " Bagaimana ini!" batin gadis itu sambil melompat-lompat di atas kursi tao tak kunjung bisa menyalakan meteran listriknya hingga tangan Samuel menarik tongkat itu dan...


Klak!!!


Lampu di rumah Aruna menyala.


" Si.. siapa!??" pikir Aruna dengan wajah panik sambil berbalik.


"Dasar bodoh!" ucap Samuel sambil menatap gadis itu dengan tatapan dingin.


Aruna turun dari kursi dan dengan mata membulat dia menatap Samuel.


" Terimakasih tuan!!" Tutur Aruna dengan gerakan tangannya.


" Menyusahkan!" ketus Samuel dan..


Sruk!!


Dia memberikan rantang itu ke arah Aruna," Makan sampai habis!" ucap Samuel sebelum dia benar benar pergi dari rumah itu.


Aruna terdiam syok, Samuel sangat aneh, pria itu begitu dingin tapi siapa sangka dia akan datang membawakan bekal untuk seorang gadis tunarungu?


Tak sempat berterima kasih, Samuel sudah menghilang dalam gelapnya jalanan.


Aruna masuk ke dalam rumah. tanpa sadar kalau ada beberapa orang yang mengawasi dia dari seberang sana.


"Itu gadis yang dimaksud oleh Bos Besar, kita harus mendapatkan nya!!"


"Tapi kenapa!?"


"Ikut saja, dia anak orang penting, kita akan dapat banyak uang dari bos!!!"


"Stthh diam!! jangan bicara lagi. kita awasi saja!!"


.


.


.


Like, vote dan komen 🤗