Loco

Loco
37 Loco: Butet!!



Dari seberang arah jalan Asher dan yang lainnya, tampak seorang pria berlari ke arah mereka. Pria berwajah tampan, bertubuh tinggi dan tegap dengan rambut ikal pirangnya yang mempesona.


" Dita!!!" teriaknya sambil berlari dengan wajah kesal.


Wajah Dita lantas pucat pasi melihat kedatangan manusia itu. Dia tak menyangka akan melihat malaikat maut ada di sana.


" Arkrhhh!!! tiiidaaakkk... kenapa dia di sini!!!" pekik Dita Panik.


" Lah Dit kenapa Dit!? Apa kau dikejar preman !??" Celetuk Asher heran.


Dita menggelengkan kepalanya semakin panik saat melihat pria itu berlari ke arah mereka dengan kecepatan seperti ceetah.


" Ayo pulang, cepat pulang!!!" pekik Diat sambil menarik Asher untuk berlari dari sana.


" Jack gendong Aruna, kita bisa mati di makan harimau hutan Sumatera itu!!!" teriak Dita.


"Dia siapa!? apa kau kenal dia! apa dia berbahaya!?!" tanya Asher sambil berlari dengan wajah heran.


"Dia penjahat paling kejam di muka bumi ini, manusia saja dimutilasi dia untuk dijadikan bahan bedah, ayo cepat lari, dia itu preman, ada Regard di sini ,kita bisa bahaya!!!" teriak Dita. Dia sangat panik saat mendengar suara teriakan pria itu dan juga sosok yang semakin lama semakin dekat ke arah mereka.


Mendengar ucapan Dita, sontak mereka semua panik. Jack langsung menggendong Aruna demikian Asher membawa gadis itu dan Regard menuju parkiran mobil.


Mereka semua berlari, yang ditakutkan Asher adalah Regard dalam bahaya jika orang itu menyerang, belum lagi Aruna juga memiliki keterbatasan fisik, tak bisa dia biarkan mereka terluka.


Mereka berlari seperti orang ketakutan, demikian pria itu malah mengejar mereka semakin menjadi jadi .


" DIIIIIITAAAAA....." pekik orang itu lagi dengan suara menggelegar sambil berlari sekencang-kencangnya mengejar mereka.


"Cepat masuk!!" ucap Asher membuka pintu.


Mereka semua masuk ke dalam mobil, Asher menginjak gas mobilnya dan..


brunmm!!!


Mereka melaju dengan kencang dari area pasar itu meninggalkan pria tadi.


Dita, Asher, Aruna dan Jack sampai ngos-ngosan. Mereka semua berlari karena ucapan Dita.


Pria misterius tadi mengeraskan rahangnya menatap kepergian mobil itu. Dia juga beranjak dari sana dan memecah jalanan kota dengan kecepatan mengemudinya yang luar biasa dahsyat sampai membuat orang bersumpah seraya setiap dia lewat.


Asher dan teman-temannya tak lama kemudian tiba di apartemen, mereka semua keluar dengan peluh membasahi tubuh mereka. Tentu saja berkeringat, mereka berlari di malam hari karena takut dikejar orang gila.


" Hahah... tadi itu luar biasa, kalian sangat cepat, bisa mampus kalau sampai dia mendapatkan kita!!" ucap Dita sambil tertawa dengan nafas ngos-ngosan.


" Dia siapa sih!? kenapa kau lari darinya? apa kau dikejar kejar rentenir!?" tanya Jack dengan nada sinisnya.


Puk!!


Tangan Dita mendarat di bahu pria itu," Bisa aja lu bang, ya kali cantik dan kaya begini gue dikejar rentenir, malu dong!!" celetuk Dita sambil tertawa cengengesan.


Pletak!!


"Banyak bacot kau!!" ketus Asher sambil menjitak kepala gadis itu.


.


" Arkhhh saaakkit!!!" kesal Dita sambil mengusap usap keningnya yang disentil keluh si raja jahil di depannya.


"Kau pantas mendapatkan itu!!!" ucap Asher.


Dita hanya mendengus kesal. Si kecil Regard masih menatap mereka sambil terus memperhatikan semuanya.


Mereka berjalan menuju apartemen dan tiba tiba saja.


Grep!!!


"Dapat kau, dasar gadis tengik!!!" Seorang pria menarik baju Dita dan mengangkatnya begitu saja seperti sedang mengangkat seonggok popok basah yang berisi kotoran bayi.


" Ehh.... Ka..kamu... ba..bagaimana...


" Dita!! "


"mau kau apakan dia!" Asher tampak tak terima melihat Dita diperlakukan buruk oleh pria itu.


Saat melihat wajahnya, Asher terdiam sejenak menatap pria tampan berambut ikal itu.


" Di..dia kan orang yang tadi!!!?" Aruna terkejut menatap pria itu, demikian Jack yang tak menyangka kalau pria Gorilla tadi mengikuti mereka sampai ke apartemen.


Glek!


Mereka semua menenggak saliva saat mendengar pria itu membentak Asher. Demikian Dita tampak sangat terkejut melihat manusia yang tak lain dan tak bukan adalah salah satu manusia yang tak kalah bar bar dan gila dengan dirinya, Johan Sihombing Kakak laki laki Dita yang bar bar tapi tampan!


"Lepaskan dia, kau mau apa!?" ucap Asher merasa tak senang melihat Dita dijepit dengan lengan pria itu begitu saja.


"Kalau aku tidak mau, kau mau apa!? dasar sok jagoan!!!' umpat pria itu dengan suara dan wajah kesal.


" Wahhh.... berani kau!!! lepaskan dia!! kau siapa hah!!!" balas Asher.


"Benar lepaskan aku, sakit tau!!!!" pekik Dita sambil menunjuk mukul lengan kekar pria itu.


" Arkhh tolong aku teman-teman!!!" teriak Dita .


"Pria ini orang mesum, dia ini orang mesum!!!!" teriak Dita membuat keributan di komplek itu.


Sontak wajah pria berambut ikal itu syok, bagaimana bisa Dita menyebutnya sebagai pria Mesum.


" Dita kau benar benar bikin kakak marah ya!!!" senggak pria itu sampai mereka semua terdiam.


" Kakak!??" Jack dan Asher sama sama terkejut. Demikian dengan Aruna yang tak menyangka kalau pria itu adalah kakak laki laki Dita.


" Iya, aku kakaknya mau apa kalian hah!??" balas Johan dengan mata membulat sempurna.


Johan Luther Sihombing, adalah kakak laki laki Dita yang memiliki sifat tak jauh berbeda dengan gadis bar bar nan gila itu.


" Dasar kau, berani kau sekarang mengejek kakakmu ya, Butet... oh Butet... jangan pikir kakak tak bisa menemukanmu!!!" ucap pria itu sambil menatap adiknya.


Dita menekuk wajahnya, dia benar benar tak menyangka kalau kakaknya akan menemukan di di Kote besar ini.


" Arkhhhh toooloong aku dia bukan kakakku!!!" pekik Dita berbohong sambil menarik tangan Johan begitu saja lalu melarikan diri dari cengkraman pria itu.


Dita berlari sambil berteriak ketakutan seperti sedang dikejar setan.


" Tolong aku!! Asher Jaaackkk!!!!;" pekik Dita histeris.


" Dasar kau, gadis tengik!! kemari kau!!!" teriak Johan tak menyangka kalau adiknya tidak mengakui dia.Memang hubungan persaudaraan yang laknat antar dua manusia bar bar ini.


Melihat Dita yang semakin panik. mereka tak percaya pada ucapan pria itu. Mana mungkin seorang kakak mengejar adiknya seperti itu.


" Sial, jelas pria tadi pembohong, Jack amankan Aruna dan Regard, aku akan mengejar mereka!!!" ucap Asher sambil memberikan bayi itu pada Jack.


" Cepatlah kejar mereka, Dita bisa dalam bahaya!!!" ucap Jack panik, demikian juga Aruna . Mereka tidak yakin kalau Johan adalah kakak laki laki Dita.


Asher mengejar keduanya yang berlarian di sekitar halaman apartemen, sementara Jack membawa Aruna dan si kecil Regard ke dalam apartemen Asher.


Asher berlari sekencang-kencangnya menghampiri Dita dan Johan.


Dita terjebak di jalan Buntu, Johan menatapnya dengan beringas," Dasar kau ini, beraninya kau tidak mengakui kakakmu!!!" ucap Johan tak percaya.


" He..hehehehe..... kau bukan kakakku, kakak ku itu baik, tampan dan lemah lembut nggak kayak preman!!" celetuk Dita sambil menjulurkan lidahnya.


" Buteeeettt!!!!!!" pekik Johan.


" Arrkhhhhh Asher tolong aku!!!!" teriak Dita yang melihat kedatangan Asher dan langsung berlari ke belakang punggung pria itu untuk bersembunyi dari Johan.


"Dita ke mari kau!!!" teriak Johan mulai kesal.


" Mau apa kau!? dasar penipu!!! Kau bukan kakaknya kan!? kau hanya penguntit kan!!???" Kesal Asher sambil menatap pria itu dengan tatapan tajam.


" Apa!?? ka..kau bilang aku penguntit!??" mata Johan membulat sempurna.


" Ya, dia seorang penguntit!!!" teriak Dita sambil menjulurkan lidahnya ke arah Johan dengan wajah tengilnya mengerjai kakaknya satu satunya.


" Sialan, Buuutteeeeeet!!!!!!!" teriak Johan begitu keras.


" Kemari kau!!!!!"


.


.


.


Like, vote dan komen 🤗