Loco

Loco
43 Loco: Big News



Asher menarik tangan Dita dan menahannya agar gadis itu tidak memukul kepalanya lagi seperti tadi.


" Tenanglah!!" hardik Asher.


Dita gemetar, dia menangis sesenggukan menyalahkan dirinya atas apa yang terjadi pada Aruna. Dia menatap Asher dengan mata berkaca-kaca," Ini Salahku Asher, harusnya aku... aku...


" Bukan salahmu Dita, jangan membuat dirimu menderita seperti ini, dasar gadis bodoh!" ketus Asher sambil mengetuk kening gadis itu dan membawanya duduk dengan benar di atas sofa.


"Aku yang membuat nenek Aruna meninggal, ini salahku!! harusnya aku tidak menitipkannya pada Aruna... arrkhhh ini salahku!!!!" pekik Dita sambil menangis sesenggukan.


Asher hanya membiarkan gadis itu terus menangis. Dia tak tahu harus bilang apa.


Dita benar benar sedih, gadis itu terus menangis di dekat Asher sampai akhirnya dia terlelap karena lelah.


Asher menatap Dita yang terlelap dengan air mata yang masih membasahi pipinya.


Dia angkat gadis itu dan bawa ke dalam kamar, lalu dibaringkan nya Dita di kamar miliknya. Asher menatap Dita sejenak, gadis malang dengan banyak rahasia kelam dari masa lalu itu.


Kondisinya mirip dengan Asher yang juga punya trauma. Orang orang yang terluka ini


dipertemukan kembali.


Dita mengalami gangguan mental yang sangat parah, sejak perceraian orangtuanya dia berubah menjadi gadis yang kasar dan pemarah.


Dita sangat melindungi ayah dan kakaknya, terkadang dia sampai berbuat semena mena pada orang lain yang merendahkan keluarganya.


Karena perceraian orangtuanya, dia sering di bully di sekolah, direndahkan oleh orang lain dan dianggap hina.


Tetapi dia sembunyikan semuanya dari sang ayah karena tak ingin ayahnya khawatir.


Usianya yang masih sangat muda kala itu harus menanggung beban psikis yang tak ada hentinya. Itu sebabnya Dita mengalami gangguan mental yang terkadang kambuh ketika dia dihadapkan pada banyak masalah.


Asher menatap wajah gadis itu, Dita yang dulu dia kenal adalah gadis baik dan lembut juga sangat ceria. Memang Dita yang dia lihat sekarang masih seperti itu, tetapi ada sesuatu yang berubah yakni mata gadis itu mengisyaratkan kesedihan, dendam dan kebencian.


Tangan Asher mengusap kening Dita, dia menatapnya terus menerus sampai...


" Apa yang ku lakukan!??" Asher tersentak kaget dengan tangannya yang mengusap wajah dan kening gadis itu. Dia menatap dirinya heran karena untuk kali pertama melakukan hal sekonyol ini pada seorang gadis.


Bahkan pada Emma saja dia tak bisa bersikap romantis seperti itu!


"Si..sial!" umpat Asher sambil menepuk wajahnya.


"Sadarlah Asher, ini seperti bukan dirimu!!" ucapnya sambil bangkit berdiri dan pergi dari sana.


Jantungnya berdebar bahkan telinganya memerah. Entah apa yang terjadi padanya.


Pria itu berdiri, menarik nafas sampai tenang lalu menatap Dita lagi.


" Bahkan tidur pun dia masih secantik i..." Asher terdiam.


"Apa yang ku bicarakan!!!' pria itu memukul bibirnya sendiri," astaga aku pasti sudah gila!!!" gumam pria itu .


Asher berjalan menjauh, lalu mengambil Regard dari dalam box bayi .


" Anak Papa, mau sama Mama nak? Mama lagi sedih, kita hibur Mama ya!" ucap pria itu sambil membawa Regard ke dalam kamarnya dan membaringkan bayi kecil itu di samping Dita.


"Regard bobo siang dulu ya nak sama Mama, Papa mau kerja," Asher menidurkan Regard. Menepuk-nepuk perut bayi itu dengan lembut.


Regard bukan anak yang rewel dan sulit di tidurkan, dia bayi yang sangat manis dan menggemaskan.


Asher berbaring di sana sampai Regard benar-benar terlelap.Setelah bayi tampan itu tidur dia bangkit dari kasur dan menutupi tubuh Dita juga Regard dengan selimut yang hangat.


Lagi lagi mata pria itu tertuju pada Dita. Wajah yang lelah itu membuat hatinya bergetar. Tanpa sadar dia mendekat dan menepuk pucuk kepala Dita dengan lembut.


"Dasar Mak lampir. Kalau lagi aktif kau tak terlawan tapi kalau sedang sedih begini aku jadi kasihan padamu, makanya jangan banyak tingkah!!" gumam Asher.


Pria itu berjalan keluar dari ruangannya. Dia punya banyak pekerjaan yang harus dia selesaikan hari ini.


" Jack kapan rapat dimulai?" tanya Asher melalui sambungan telepon pada Jack yang berada di kantor.


"Emma? apa yang perempuan sinting itu lakukan di sana!? apa dia mulai beraksi lagi!?" gumam Asher sambil berjalan ke dapur dan mengeluarkan bahan bahan makanan.


" Entahlah, tapi mataku risih melihat upil besar itu di perusahaan kita, dia pasti akan datang mengganggumu lagi Asher, apa kau tak masalah, aku saja risih melihat perempuan jal4ng itu!!" ketus Jack.


"Biarkan saja, toh ini bagian dari rencanaku, biar dia kesal sampai mati!!' ucap Asher sambil tersenyum sinis.


" Apa kau benar benar yakin kalau ayahnya yang..


" Sstthh...nanti saja kita bahas, hubungi aku jika rapat sudah tiba, aku sedang memasak!" ucap Asher.


" Masak!? kau memasak!? tumben sekali!?" ucap Jack tak menyangka.


"Sudahlah, lanjutkan pekerjaanmu!" ucap pria itu.


Asher melanjutkan pekerjaannya, memasak makanan untuk dirinya, Dita dan juga si kecil Regard.


Sementara itu, Emma berada di perusahaan Cabang B grup Carat. Kantor di mana Dita bekerja sebelumnya. Berteriak di sana membuat keributan.


"Benny keluar kau sialan!!!" pekik Emma sambil berjalan mondar mandir di depan perusahaan itu. Mencari di mana gerangan Benny berada. Padahal pria itu sudah mengambil cuti untuk resepsi pernikahannya yang akan diadakan esok hari.


"Benny!!" pekik wanita itu lagi histeris. Dia sangat marah, sangat kesal dan penuh dendam saat ini.


"Nona tolong jangan buat keributan di tempat ini!!" hardik salah satu pengawal.


Emma tak bergeming, dia selalu menatap rendah orang lain," Panggil Benny untukku dan juga perempuan jal4ng yang menggodanya itu, panggil mereka berdua untukku!!!" pekik Emma histeris sambil menggenggam sebuah kertas berisi tulisan yang tampaknya berasal dari rumah sakit.


" Panggil dia sekarang!!!" pekik Emma tak kuasa menahan kemarahannya.


Dia terus membuat keributan yang tak jelas di luar gedung itu, mencari di mana Benny berada tanpa alasan yang bisa dimengerti.


"Nona keluarlah!!!" hardik para petugas keamanan. Dia menyebabkan kekacauan dan keributan di lobi membuat para karyawan menatap kedatangan perempuan itu.


"Aku tidak akan keluar sebelum Benny dan perempuan ular itu turun, suruh mereka turun sekarang juga, atau aka akan memporak-porandakan perusahaan ini!!" teriak Emma histeris .


Semua mata tertuju padanya.


Emma berniat meminta pertanggungjawaban Benny terhadap dirinya.Pagi ini, wanita itu mendapati bahwa dirinya telah mengandung buah hati Benny selama dua bulan.


Dia merasakan pusing dan mual yang tak biasa, perubahan besar terjadi pada tubuhnya, dia datang ke rumah sakit dan dinyatakan positif hamil atas hubungan liarnya bersama Benny.


Emma sangat syok, dia tak pernah berpikir kalau dirinya akan mengandung anak Benny.


Lupa pakai pengaman saking asiknya main kuda kudaan membuat Emma mengandung anak Benny.


"Pak Benny dan Caca sedang cuti, mereka tak akan datang sekalipun kerongkonganmu patah memanggil mereka, jadi keluar dan jangan membuang masalah di sini!!!" Para penjaga menarik tangan Emma dan mengusir gadis itu dari sana.


" Di mana dia, katakan di mana keparat bajingan itu!!!" pekik Emma histeris.


" Tckk.... sialan, kupikir dia mencari Asher, tak tahunya mencari kambing bandot sialan itu!!!" Jack berdecak kesal. dia berdiri di antara karyawan hanya menatap sinis ke arah Emma yang diseret keluar dari perusahaan itu.


Emma menjatuhkan kertas hasil uji labnya tadi. Di saat yang sama Ryan datang dan mengambil benda itu "Bukannya dia mantan si Asher!?" gumam Ryan sambil memungut kertas yang dia kira sampah itu.


Dia menatap kertas itu dan betapa syoknya Ryan saat melihat isi pemeriksaan Emma yang menyatakan wanita itu positif hamil.


" What the f**k!!" teriak Ryan.


" Ya elah si Bambang, Ryan kau kenapa !!!" teriak Jack heran.


" Big news brother!!!" balas pria itu dengan mata membulat sempurna.


.


.


.


Like, vote dan komen