Loco

Loco
Loco 103



Sambil bergandengan tangan, Dita dan Asher menyusuri jalanan yang cukup ramai sekalipun hari sudah malam.


Di kota itu, selalu aktif 24 jam penuh. Setelah matahari terbenam, para pekerja siang akan berganti dengan para pekerja malam, melanjutkan pekerjaan mereka hingga matahari kembali lagi.


Dita dan Asher sudah biasa jalan berdua di area itu. Langit malam ini juga tampak mendukung kencan mereka.


"Langitnya sangat indah," ucap Dita sambil mendongak ke atas dengan senyuman mekar di wajahnya.


Asher membuka Cardigannya dan memasangkannya ke tubuh Dita," Tapi lebih indah kami sayang," ucap Asher .


" Cih... dasar tukang gombal," balas Dita sambil tertawa geli.


" Gombalan pun akan kulakukan berkali kali selama itu bisa membuatmu terus tersenyum honey," goda Ashar seraya mencolek hidung mancung istrinya.


Dita tertawa bahagia, setelah lelah melakukan operasi berjam-jam, dia bisa menikmati keindahan malam dengan berjalan jalan bersama suaminya yang tampan.


" Kita makan apa? aku lapar," tanya Dita sembari mengusap perutnya yang mulai keroncongan.


Asher melemparkan pertanyaan ke seluruh area taman hiburan dengan berbagai street food itu.


" Mau makan Sate ayam? " tawar Asher.


" Ummm.... boleh!! setelah itu kita cari es krim ya!!" seru Dita.


Tuk!!


Jadi telunjuk Asher mendarat di kening wanita itu," Sudah malam masih cari es krim, dasar aneh!" balas Asher sambil menatap istrinya dengan wajah tersenyum.


"Ummm... boleh ya... boleh ya... kita cari es krim, jarang jarang kalan begini bareng kamu, aku mau balik ke masa pacaran!!" celetuk Dita seraya menggoyangkan tangan suaminya dengan nada manja.


Tingkah Dita berhasil membuat Asher mengulum senyum ,baginya Dita sangat menggemaskan. Dalam keadaan apapun, Dita selalu berhasil membuat perasaannya bahagia.


"Baiklah, kita cari es krim, tapi jangan salahkan aku kalau besok ka masuk angin karena makan es krim malam malam!" ucap Asher dengan tegas.


Dita mengangguk dengan senyuman bahagia di wajahnya.


" Siap Tuan Papa!!" seru Dita menirukan gaya putranya.


" Hahahhaha.... dasar kekanakan, sudahlah, ayo kita makan sate nona kali pendek!" celetuk Sgaara sambil menaikkan sebelah alisnya.


Wajah Dita ditekuk, dia menatap suaminya sambil berkancah pinggang dengan bibirnya yang mengerucut.


" Kaki pendek!?" Ucap Dita dengan nada kesal.


Asher menahan tawanya," aku mengikuti kemauanmu nona kaki pendek, kan kamu yang minta balik ke masa pacaran!?" celetuk Asher seraya mencubit gemas kedua pipi istrinya.


Dita tersipu malu, dia tertawa cekikikan di depan Asher. Meski sering bersikap romantis, Dita selalu saja berhasil dibuat tersipu dengan setiap gerakan yang dilakukan Asher.


" Hahah.... kamu bikin malu, dasar tiang listrik tegangan tinggi!" balas Dita sambil tertawa.


" Baiklah, ayo kita makan, aku juga sudah lapar nona cantik!" ucap Asher yang tiba tiba menggendong istrinya dengan kedua tangannya lalu berlari menuju gerai penjual sate.


" Hahhaha... Asher pelan pelan, aku takut jatuh!!!" teriak Dita sambil tertawa terbahak bahak karena ulah suaminya.


" Hahahha...selama ada kau, kau tidak akan terluka sayang, siapapun atau apapun tidak akan dapat melukaimu, kau akan aman!!" seru Asher sambil berputar-putar bersama Dita.


Dia menatap istrinya dengan senyuman bahagia di wajahnya. Apapun akan dia lakukan untuk kebahagiaan Dita, siapapun akan dia tentang jika melukai keluarganya.


Dia akan melakukan apapun untuk membuat keluarganya bahagia.


" Aku mencintaimu sayang," ucap Asher sembari berhenti dari putaran nya, dia menatap Dita yang ada di pangkuannya.


"Aku juga mencintaimu Asher Roth,'" balas Dita.


Asher tersenyum, dia mendekatkan wajahnya dan..


Cup!!


Sebuah kecupan manis mendarat di bibir ranum istrinya, kecupan yang berujung menjadi lebih panjang.


Keduanya saling mencintai, saling melindungi sampai membuat orang-orang yang membenci mereka terbakar api cemburu.


" Ekhmm... nyosor terus!!!!" suara celetuk seorang bocah berhasil menghentikan mereka berdua.


" Regard!?" Ucap mereka berdua dengan wajah terkejut.


Di depan mereka, ada Regard yang tengah berdiri sambil berkancah pinggang menatap ayah dan ibunya yang begitu romantis di bawah sinar rembulan.


di berdiri di dekat Johan yang membelakangi keduanya sambil senyum senyum sendiri di sana.


" Hemmm... Dasar tuan Papa dan nyonya Mama yang aneh, apa belum cukup kalian melakukannya di rumah!? apa harus di tengah jalan yang banyak pengunjung ini juga!m haiyuuhhh aku lelah melihat sifat kalian yang tidak dewasa itu!!" cerocos Regard seraya geleng-geleng kepala.


" Pfthh....." Ketiga orang dewasa bahkan orang-orang yang lewat sampai tertawa mendengar celotehan bocah ajaib itu.


" Sayang.... apa kamu marah?" tanya Dita yang masih digendong suaminya.


Regard mengerucutkan bibirnya," ayolah nona Dita, apa sekarang anda mengakuiku sebagai putra kalian? bukankah kalian sedang main pacar pacaran!?" ejek Regard.


" Mainnya kejauhan sampai lupa mengabari putranya yang ditinggal di rumah orang, huh!!!" Regard mendengus kesal.


Dita dan Asher saling menatap sambil menahan tawa mereka wajah kesal Regard selalu berhasil membuat mereka terhibur.


Pria itu menurunkan istrinya, lalu duduk berjongkok menatap putra tampannya yang cerdas.


" Tuan Pangeran, hamba memohon maaf karena melupakan anda, saya tahu saya salah," celetuk Asher seolah tengah berbicara dengan seorang pangeran.


Dita pun turut duduk berjongkok dengan posisi bak seorang prajurit di hadapan raja," Yang mulia Pangeran, saya tahu saya salah, bersediakah kiranya yang mulia memaafkan hamba," imbuh wanita itu sambil mengulum senyum di bibirnya.


Johan yang menatap mereka bertiga malah menahan tawa di sana. Keluarga itu memang selalu ada saja tingkah anehnya, tak peduli itu di rumah maupun di hadapan banyak orang.


Regard tertawa," Hahhaha.... Yo Ndak apa apa atuh!!" seru Bocah itu sambil menghamburkan pelukannya pada ayah dan Ibunya.


" Abang Lapar!!! kita makan yuk!!" seru Regard.


Dita dan Asher membalas pelukan putra mereka sambil tersenyum," Kenapa keluar tengah malam sayang? kamu harusnya istirahat jam segini," ucap Dita yang heran dengan kegiatan putranya.


" Sebenarnya saat ku jemput dari rumah kolega kalian, bocah tengil ini rupanya sudah molor di sana, akhirnya kubawa ke rumah, sampai di rumah dia masih terlelap, eh tau taunya dia terbangun karena lapar, Papa mengirim pesan padaku, kebetulan sudah selesai kerja sekalian ku bawa bocah ini," jelas Johan.


" Terimakasih kak sudah menjaga Putra kami," ucap Dita sambil menggendong putranya.


" Terimakasih Bang, bagaimana kalau kita makan bersama?" tawar Asher.


" as you wish brother!" balas Johan dengan senang hati.


" Yeaayy kita makaannn!!" seru Regard sambil mengangkat kedua tangannya dengan wajah bahagia.


Mereka berjalan menuju gerai penjual sate sambil tertawa bersama.


" Biar aku menggendong monster besar kita ini, Mama sudah lelah di ruang operasi, " ucap Asher mengambil alih putranya dari pangkuan Dita.


" Terimakasih tuan Papa yang pengertian!" seru Dita dan Regard sambil tersenyum memeluk Asher.


Johan menatap mereka bertiga dengan senyuman bahagia.


Namun begitu mengingat apa yang dia dan Regard temukan, hatinya menjadi sedih.


"Putri kalian masih hidup... aku sangat yakin itu, tapi bagaimana menyampaikan ini pada kalian!?" batin Johan seraya memijit pelipisnya.


Di sisi lain area itu, mobil nyonya Vera tampak mengawasi keluarga kecil itu.


" Ohh... jadi mereka sangat menyayangi putra angkat mereka waktu itu!?" nyonya Vera tersenyum licik.


" Segera culik bocah itu, aku tidak peduli bagaimana caranya, kalian harus mendapatkannya!" titah nyonya Vera pada seorang pria yang duduk di sisinya.


Dia memberikan segepok uang dalam amplop cokelat besar sebagai bayaran untuk aksinya.


" Selama ada uang, apapun akan kami lakukan!" ucap pria itu .


.


.


.


Hay, jangan lupa beri dukungan kamu ya,😉