
Pagi hari yang cerah menyambut episode baru bagi kehidupan Dita dan suaminya. Dita terbangun dari tidurnya yang sangat nyaman dan nyenyak. Wanita cantik itu bangkit dan menatap suaminya yang masih terlelap.
Wanita itu meregangkan tubuhnya, dia menatap suaminya dengan senyuman bahagia, rasanya sangat tenang ketika pria itu di sisinya. Tangan lembut Dita mengusap perlahan rahang tegas milik Asher, menatap wajah tampan yang sedang terlelap dengan nyenyak setelah pertempuran besar mereka semalam.
“ kau berkorban banyak untukku sayang, aku bersyukur kau selalu ada di sisiku,” gumam Dita.
Setiap hari rasa cinta Dita terhadap suaminya semakin bertambah. Orang bilang jika sudah menikah lama maka rasa cinta itu akan pudar, mungkin hal ini tak berlaku bagi pasangan sejiwa ini.
Semakin tahun , semakin tua , semakin waktu bertambah keduanya malah semakin saling mencintai satu sama lain. Saling memberi kekuatan satu sama lain, membuat keduanya hidup dalam keluarga yang harmonis.
“ Sayang aku mau tidur sebentar lagi, kenapa kau cepat sekali bangunnya hmm? “ Asher menarik Dita ke dalam pelukannya dan mendekap wanita itu dengan erat.
Dita tersenyum, sinar mentari yang hangat menyinari ruangan kamar hotel mereka yang memiliki pemandangan yang sangat indah.
Dita menepuk pucuk kepala suaminya. Meski sudah dewasa, Asher sangat bahagia jika di perlakukan seperti anak kecil oleh istrinya sendiri.
“ Sayang,aku ada seminar tiga jam lagi, ,sebaiknya kita bersiap jika kau mau ikut,” ucap Dita dengan lembut.
Asher memeluk Dita semakin erat.
"Lima menit lagi pliiiss..." Asher memohon seperti anak kecil sambil memeluk erat istrinya.
Dita tertawa," Kau persis seperti Regard kalau dia malas ke sekolah!" Celetuk Dita.
" Tentu saja, dia Penerusku!" Balas Asher dengan bisikan menggodanya sambil menatap istrinya dengan lembut.
Cup!!
Dita mengecup bibir suaminya dengan lembut," Aku siap-siap dulu sayang, lima menit lagi aku bangunkan!" Ucap Dita sambil beranjak dari atas kasur.
"sayang...." Rengek Asher sambil menahan tangan istrinya.
"apa lagi hmm?" Balas Dita sambil menaikkan sebelah alisnya.
" Peluk..." Ucap Asher dengan wajah memelas.
" hahaha... Dasar kau ini ya,sudah bapak-bapak tapi masih kelewat manja, kala Regard melihatmu begini dia pasti akan mengomeli mu!" Ucap Dita sambil menarik suaminya dan memberikan pelukan pada pria yang sangat dia cintai itu.
" Hheheheheh.... Selagi Regard tidak di sini, kita lanjutkan permainan semalam sebelum kita berangkat!!" Seru Asher sambil menarik Dita dan mengungkung istrinya di bawah tubuhnya, menatap lembut pada wanita itu dengan senyuman jahil.
" Sayang aku...
Dita berhenti bicara saat Asher mengecup bibirnya. Mulailah penjelajahan yang indah dan menyenangkan di pagi hari yang begitu cerah di tanah Shanghai.
Asher dan Dita dimabuk asmara, saling mencintai dan saling menghangatkan satu sama lain.
kicauan burung yang indah, suara bulir bulir air yang menetes di keran, dan tiupan angin pagi yang sejuk membuat keduanya terbuai dalam lautan asmara yang tiada akhir.
Ponsel mereka bergetar, berkali-kali tapi tak satu pun dari mereka peduli.
Sementara itu di negeri asal mereka, Regard si kecil tampan dan menggemaskan sedang duduk di ayunan taman depan keluarga Aruna dan Samuel.
Sejak bangun pagi dia mencoba menghubungi ayah dan Ibunya tapi tak seorang pun menjawab panggilannya.
Regard mengalami mimpi yang sangat buruk, membuatnya sedikit pucat dan perasaannya begitu sedih hari ini.
Kaki anak itu menggantung di atas ayunan, dia menyandarkan kepalanya ke tali pengikat ayunan sambil menatap ponselnya dengan wajah cemberut.
" Mama dan Papa sedang sibuk apa? Kenapa sejak tadi tidak balas panggilan Regard, Regard sedang sedih," gumam anak itu.
Pagi ini dia terbangun dari tidurnya karena mimpi buruk dikejar kejar penculik. Penculik jahat yang membunuh adik kecilnya dan mengurung kedua orangtuanya.
"lili, kamu di mana sebenarnya? Abang rindu Lili, Papa Mama juga. Hari ini Abang mimpi buruk lagi, penculik itu adalah seorang wanita, tapi wajahnya sama sekali tidak jelas, Abang takut... Huh... " Regard menghela nafas.
Anak sekecil itu bertumbuh jadi anak yang sangat dewasa. Dia adalah malaikat kecil yang melindungi ayah dan ibunya.
Regard selalu berharap dia dapat tumbuh dengan cepat dan jadi laki laki dewasa yang siap melindungi keluarga yang dia cintai.
Saat Regard sedang duduk tenang di sana. Aruna dan Samuel berdiri di teras rumah sambil menatap Regard.
"Apa tidak masalah jika dia cemberut terus? Aku takut dia akan bersedih, apa kita sebaiknya menghubungi Dita dan kak Asher?" Tanya Aruna pada Sam yang berdiri tegap di sisinya.
Samuel menggenggam tangan istrinya," anak ini memang sedikit berbeda dari anak lain, sebaiknya kita biarkan dia menenangkan diri sayang, Regard punya caranya sendiri, dia akan marah jika kita memberitahukan hal ini pada Dita dan Asher," ucap Samuel.
"Dia masih kecil, apa yang bisa dia lakukan, kematian Lili benar-benar mengubah semuanya!" Ucap Aruna dengan wajah cemberut.
Samuel juga tahu bahwa kematian putri Asher dan Dita telah mengubah banyak hal. Sulit bagi pasangan itu bahkan Regard untuk bisa tertawa bahagia seperti dulu lagi.
Hanya waktu yang bisa menyembuhkan luka mereka, namun untuk benar benar sembuh, harga yang harus mereka bayar adalah seumur hidup mereka.
Di Shanghai, Dita dan Asher telah bersiap untuk berangkat ke seminarium para profesor dunia kedokteran. Dita menjadi salah satu tamu undangan yang sangat dinantikan dalam seminar besar ini.
" Ehh, sayang Regard ternyata menghubungi kita tadi!!" ucap Dita yang baru mengecek ponselnya.
"Waduhh... gawat Dita, dia pasti akan marah lagi!!!" ucap Asher panik sambil cepat cepat memeriksa ponselnya juga.
" Dia menghubungiku 55 kali!!" ucap Asher.
" Sama sayang, dan dia mengirim 68 pesan!!! dia pasti sudah sangat marah!!" ucap Dita sambil menatap suaminya.
"Bagaimana ini!?" balas Asher.
Bughh!!
Dita memukul perut suaminya dengan wajah cemberut," Siapa suruh kau kelewatan!! aku tahu staminamu sangat besar tapi masih pagi kamu sudah sangat bersemangat!!" kesal Dita.
"Hehehe... tapi kamu juga kan sampai merem melek minta lagi sayang," balas Asher seraya mencolek hidung mancung istrinya.
Pipi Dita bersemu merah," isshh menyebalkan, sudah ah kita hubungi Regard dulu!!" ucap Dita sambil menghubungi ponsel putra kecilnya.
"MAMA! PAPA! KENAPA BARU TELEPON SEKARANG!? APA KALIAN MASIH INGAT ADA ANAK DI RUMAH!??" teriak Regard dari sebrang sana begitu dia menerima panggilan video dari Dita.
" Pffthh hahahaha...." Asher dan Dita tertawa cekikikan melihat wajah cemberut Regard di ponsel itu.
"Maaf sayang, kami baru bangun!!" balas Dita sambil menahan tawa.
Regard mengerucutkan bibirnya," Kalian orang dewasa memang sangat menyebalkan, anak sendiri sampai dilupakan, Regard sudah hubungi kalian puluhan kali tapi baru dibalas sekarang!!" kesal anak itu.
" Maaf sayang, maklum urusan orang dewasa!" celetuk Asher seraya mengedipkan sebelah matanya.
Regard memutar malas kedua bola matanya," Sudahlah, Regard sudah mau berangkat sekolah, tuan papa dan nyonya Mama segera pulang jika pekerjaan kalian sudah selesai, anak kalian merindukan kalian!!" celetuk Regard .
" Baik Pangeran Regard, kami mendengar perintah anda!" balas keduanya serentak sambil mengulum senyum menatap wajah putra mereka.
.
.
.
Like, vote dan komen 🤗