
Kehidupan baru keluarga muda itu diawali dengan banyak tantangan dan cobaan.
Dita dan Asher berjuang mati matian untuk keluar dari rasa sakit yang mereka derita selama beberapa tahun ini. Berusaha untuk menjalani hidup yang lebih baik demi putri kecil mereka dan demi keluarga mereka.
Dita berjuang untuk melupakan kejadian itu dengan menenggelamkan dirinya dalam pekerjaannya sebagai dokter.
Demikian Asher, dia menenangkan dirinya dengan melakukan semua pekerjaannya. Mereka berusaha untuk hidup normal meskipun luka itu tak akan pernah sembuh.
“ Tuan muda, beberapa hari lagi ada perjalanan bisnis ke Shanghai, apa Anda ikut?” tanya Jack sambil menyerahkan laporan kerja pada Asher di dalam kediamannya.
“ Kau saja Jack, aku tidak ingin meladeni perempuan tua sialan itu,” ucap Asher sambil menatap sinis ke arah dokumen yang dibawa oleh jack.
“ ada apa sayang? “ tanya Dita sambil menepuk punggung tangan suaminya.
“ Kau ingat tidak perempuan tua yang selalu menjodohkan aku dengan anaknya, hah.. perempuan itu tidak akan pernah menyerah, maka akan kubuat dia menyesal!” kesal Asher.
Dita tertawa mendengar ucapan suaminya, baik dia maupun suaminya masih saja mendapatkan tawaran kencan buta bahkan dijodohkan oleh kolega kolega mereka seolah mereka masih lajang.
“ Sayang, usir mereka hahha... kau kan ahlinya,” ucap Dita.
“ hummm.... pasti akan kusingkirkan,” ucap Asher dengan wajah masam.
“ tuan, sebaiknya anda hadir, Tuan besar Smith dari Dubai juga akan hadir dalam pertemuan penting ini, kita sedang berusaha mendapatkan proyek Mobil keluarga yang merupakan edisi terbatas untuk kita pasarkan sebagai mitra, bukankah ini akan jadi kesempatan bagus?” ucap jack.
“ Bagaimana pertimbangannya jack?” tanya Dita.
Jack menjelaskan prospek bisnis yang akan mereka capai jika bekerja sama dengan salah satu designer mobil terkenal yang telah mengeluarkan sebuah produk yang sangat diminati oleh orang orang saat ini.
Mobil keluarga keluaran terbatas yang akan segera diluncurkan menjadi target banyak orang dalam menjalankan bisnis mereka. Mobil keluarga yang sangat ramah lingkungan juga memiliki tingkat keamanan yang tinggi tentu menarik perhatian orang orang terutama keluarga besar yang memiliki banyak anggota.
“ Papa itu menguntungkan!” seru Regard sambil menatap ayahnya dengan wajah berbinar binar.
Segera ketiga orang dewasa itu menatap bocah kecil yang mengangkat tinggi paha ayam ke atas dengan mulut belepotan setelah mendengar penjelasan pamannya.
“ hahaha... anak Mama sudah pintar bisnis ya!” Dita mengusap wajah putranya.
Asher pun tersenyum mendengar ucapan putranya yang sangat cerdas,” anak Papa pintar sekali,” puji pria itu sambil menepuk pucuk kepala putranya.
Dita dan Asher tak pernah menuntut putra mereka menjadi anak yang pintar melebihi orang lain, tetapi Regard memang anak yang berbeda dengan anak lainnya. Dia adalah anak laki laki yang spesial bahkan berbeda dari kebanyakan anak.
Dia seolah tahu kisah hidupnya yang menyedihkan, membalas kebaikan kedua orangtuanya dengan belajar yang rajin, menjadi anak kebanggaan dan terus mendulang prestasi bahkan sejak usianya 3 tahun dia sudah menunjukkan kecerdasannya yang tidak biasa.
Ketika Asher membaca buku bisnis, dia akan ikut membaca semua jurnal milik ayahnya, ketika ibunya membaca buku latin tentang sistem saraf pusat, dia akan ikut membaca semua jurnal tentang hal yang sama.
Dita dan Asher tidak pernah memaksa putra mereka, sejak kehilangan bayi mereka, keduanya menjadi sangat posesif dan menjaga Regard dengan penuh kasih sayang berkali kali lipat dari sebelumnya.
Kakek nenek bahkan semua yang mengenal mereka awalnya berpikir bahwa Regard akan tumbuh menjadi anak yang sangat manja. Namun semuanya dikejutkan dengan pertumbuhan Regard yang sangat baik.
“ Bagaimana menurutmu sayang? Aku ikut atau tidak?” tanya Asher sambil menatap istrinya.
Dita menatap wajah suaminya, dia mengusap rahang tegas suaminya, dia tahu beban dalam hati dan pikiran suaminya yang selalu disembunyikan demi dirinya.
“ aku tahu kau selalu berusaha terlihat kuat sayang, aku tahu semuanya, bisnis juga adalah salah satu caramu mengobati hatimu, aku tahu itu,” batin Dita.
“ Pergilah, aku tahu kau akan mendapatkan ikan besar kali ini!” ucap Dita sambil tersenyum.
“ kau yakin? “ tanya Asher yang tak ingin meninggalkan istrinya sendirian.
Dita mengangguk dengan yakin,” sangat yakin sayang, selama kau bahagia,” ucap Dita.
“ kapan keberangkatannya?” tanya Asher.
“ besok Lusa tuan, ini adalah pesta besar yang beliau adakan, kita secara khusus diundang, jika boleh, Nyonya juga ikut,” jelas jack.
Asher menatap istrinya, akan bagus jika mereka pergi bersama.
“ bagaimana sayang, apa ibu dokter kita ada waktu?” tanya Asher sambil tersenyum dan menatapnya lembut.
Dita menatap ponselnya dan membaca catatan pekerjaannya,” baiklah, ini akan bagus, kebetulan proyek Penggunaan teknologi Laser untuk sistem saraf pusat akan mengadakan konferensi di sana, aku bisa ikut dengamu lalu besoknya langsung menghadiri konferensi!” ucap Dita.
“ Baiklah, jadi istriku akan menemaniku kali ini, aku sangat bersemangat sayang,” ucap Asher.
“ aku juga bersemangat,” ucap Dita.
“ halo para orang dewasa yang sangat sibuk, lalu bagaimana dengan anak tuyul kesayangan kalian ini? Apa aku akan ditinggal begitu saja hmm?” celetuk si kecil Regard sambil menatap ayah dan Ibunya dengan wajah pasrah.
“ pftthh hahahaha....”
Dita dan Asher tertawa, demikian dengan jack, anak itu selalu saja melontarkan kata kata yang lucu.
“ Regard juga ikut,” ucap kedua orangtuanya serentak.
Regard menatap ayah dan Ibunya dnegan tatapan tak yakin,” apa kalian benar benar tidak ingat? Atau kalian mulai pikun Papa, Mama?” tanya Regard sambil memicingkan matanya.
Dita dan Asher saling menatap,” maksudnya sayang?” tanya keduanya.
“ haihh...” Regard menghela nafas lelah seraya menepuk keningnya sendiri.
Dia menarik catatan dari kantongnya, dia selalu punya benda itu di kantong celananya,” Lusa ada ujian di sekolah, anak kalian ini sudah mau lompat kelas, persiapan ujian dan segala hal penting sudah disiapkan, selain itu Lusa juga adalah ulang tahun kakek tua, setelah pulang dari sekolah Regard harus bawa bunga ke rumah kakek, lalu setelah itu ikut les taekwondo untuk hari pertama, dan di malamnya ikut kelas memasak dengan paman Johan, bukankah jadwal Regard juga harus diperhatiakan tuan Papa dan Nyonya Mama yang terhormat!” tutur Regard panjang lebar.
Dia tampak seperti anak lelaki yang sudah dewasa, jadwal hariannya dia atur dengan baik bahkan sangat produktif.
“ Uhuk.. uhuk.. uhuk! Tu.. tuan muda Regard, jadwal Anda sangat teratur!”ucap Jack dengan wajah syok.
Bahkan Dita dan Asher pun tak ingat semua jadwal itu dengan baik.
Regard menggelengkan kepalanya, “ Kehidupan orang dewasa sangat membosankan ya,” ucap bocah itu sambil menatap mereka bertiga.
“ Hahahhaha... jadi pangeran tampan ini, ikut atau tidak hmm? Sekalian liburan keluarga,” tanya Dita .
Regard menatap kedua orangtuanya, dia tersenyum,” Tidak, Regard tinggal di rumah paman Samuel saja, Regard punya banyak jadwal juga!” ucap anak itu sambil menatap kedua orangtuanya.
Dita dan Asher hanya bisa geleng geleng kepala menatap putra mereka.
“Dia benar benar meniru sikap keras kepalamu!” ucap Asher pada istrinya.
“ Tapi dia mengcopy paste penyakit perfeksionismu itu,” valas Dita sambil tertawa.
Regard menatap mereka sambil tersenyum,” Papa, Mama, Regard hanya berharap hati kalian segera sembuh, Regard akan menemani adik di sini, Regard akan belajar keras agar Regard bisa membuat senyuman indah kalian kembali seperti dulu!" batin anak itu.
.
.
.
Like, vote dan komen