Loco

Loco
84 Loco



5 tahun kemudian


“ Mama!”


“ Mama!”


“ lapar banget Ma, aku sepertinya akan segera mati karena kelaparan!”


“ Hahaha.. sebaiknya kau jangan bercanda dengan kematian bocah tegik!!”


Suara bocah kecil yang sangat aktif dan ceria memenuhi ruangan kediaman keluarga kecil Roth. Regard yang sudah berusia 6 tahun berjalan dengan lincah mendekati sang Ibu yang sedang memasak di dapur.


“ Sayang Bapak kamu di mana? Kok belum bangun? Jewer gih!!’ celetuk Dita sambil mencicipi sup ayam buatannya.


Regard yang berdiri di samping sang ibu, tertawa melihat wajah kesal sang Ibu. Waktu berlalu dengan cepat, kehidupan keluarga muda itu benar benar dalam tahap yang sangat bahagia.


“ Papa masih ngorok Mom, semalam kebanyakan main game sama abang hahahhaa..” celetuk si kecil Regard sambil membantu sang Ibu membawa beberapa hidangan ke atas meja.


“ Hah dasar kalian ini ya, Mama pulang perjalanan bisnis sampai larut malam ,tak tahunya kalian malah asik-asikan main game,” Dita hanya bisa menggelengakn kepalanya.


Kehidupan pernikahannya sangat menyenangkan, banyak hal baru yang didapatkan Dita selama ini dan tentu saja banyak tantangan besar menghadangnya.


Dia dan Asher merawat putra mereka dengan penuh kesungguhan sampai Regard tumbuh menjadi pria tampan yang memiliki etika yang sangat baik.


“ Sayang cepat bangun, hari ini kamu kerja kan!!” teriak Dita sambil mematikan kompor lalu membawa supnya ke meja makan.


“ Pa cepat bangun, mama nanti jadi nenek sihir lagi hahaha!” celetuk si kecil Rgeard seraya menggoda sang Ibu.


“ Wah berani kamu ya ngatain Mama nenek sihir, dasar anak tuyul kesayangan!!” celetuk Dita seraya mendekatkan hidungnya ke hidung sang anak.


Regard tertawa bahagia, dia menyusun piring dan menata meja makan dan tinggal duduk tenang menunggu sang ayah yang masih siap siap di ruangan kamarnya.


Di dalam kamar mereka, jelas terdengar suara grasak grusuk, tampaknya Asher sedang berlari ke sana kemari mempersiapkan diri untuk rapat besar hari ini.


“ Sayang ikat pinggangku yang cokelat di mana!!” teriak Asher dari balik kamar.


“ Di atas lemari pakaian laci pertama !! sudah bertahun-tahun tapi masih tetap gak ingat, dasar kamu ceroboh!!” ejek Dita.


Drap! Drap! Drap!!


Suara langkah kaki Asher terdengar begitu cepat, dia berjalan menuju ruangan makan dengan penampilan acak acakan, pakaian yang tidak rapi, kancing baju yang berantakan bahkan rambutnya masih seperti sarang burung.


“ Ya ampun, kau keluar dari gua mana sayang, itu masih berantakan semua, kau mau berangkat kerja!” omel Dita sambil berkancah pinggang menatap suaminya yang sudah sanagt persis seperti bocah di rumah mereka.


“ kau tak ada bedanya dengan Regard, dasar genderuwo!” ketus Dita sambil menarik suaminya.


Bukannya berhasil menarik Asher, pinggangnnya malah ditarik oleh sang suami mendekat ke arah pria itu lalu mendekapnya dengan erat sambil menatapnya dengan tatapan penuh cinta.


“ aku sangat suka kau yang begini, memakai celemek, mengomeliku, mengurus rumah dan di sisi lain kau jadi dokter kebangganku,” ucap Asher sambil menatap sang istri dengan tatapan penuh cinta.


“ Cihh mulai lagi, permaiann orang dewasa memang tidak menarik,” celetuk Regard sambil mengerucutkan bibirnya dan berbalik sambil menutup kedua matanya.


Deg deg deg...


Sudah beberapa tahun berlalu, tapi Dita selalu berhasil dibuat berdebar debar dengan kemesraan suaminya yang semakin hari semakin bertambah.


Cup!


Cup!


Cup!


Dari kecupan malah berakhir menjadi ciuman panjang, Asher selalu mengambil kesempatan utuk selalu dekat dengan sang istri sekalipun ada bocah tengik yang akan mengejek mereka nanti.


“ I love you babe,” ucap Asher dengan suara beratnya yang sangat maskulin.


Dita tersipu malu, dia menatap Asher sambil tersenyum,” i love you too honey,” ucap Dita


Grep!


“ ahhh akhirnya bisa memelukmu dengan bebas lagi, aku akhirnya bisa bernafas sayang,” ucap Asher.


Dita adalah sumber kenyamanannya, dia sangat menyayangi istrinya, dia selalu memperhatikan dan melindungi keluarganya dengan baik.


“ Hei aku juga bukannya pergi selama berminggu-minggu, hanya satu malam saja tapi kau sudah serindu ini, bagaimana akalu aku tidak ada suatu saat nanti!?” tanya Dita.


Sontak Asher semakin memeluk istrinya dengan erat,” kau tidak akan ke mana mana sayang, aku akan mati kalau kau juga mati!” ucap Asher dengan sungguh-sungguh.


“ mama, Papa, jangan membicarakan kematian, ini masih pagi, hari kita baru di mulai, kalian orang dewasa memang sangat menyebalkan!” ejek Regard sambil menatap kedua orangtuanya dengan tatapan kesal.


“ Hahahhaa...” Dita dan Asher tertawa terbahak-bahaka mendengar kata kata sarkas dari putra mereka itu.


Keduanya berjalan ke masing masing sisi Regard dan menatap anak kecil itu dengan tatapan penuh cinta kasih.


“ Huhfft.. mulai lagi!” celetuk Regard sambil menghela nafas. Kedua tangannya naik dan jari jarinya menunjuk pipinya.


“ masing masing tiga kali!” ucap anak itu dengan wajah pasrah.


“ Yeaayyy!” seru mereka berdua dengan bahagia.


Cup! Cup! Cup!


Tiga kecupan mendarat di masing masing pipi anak itu.


Regard tersenyum bahagia, lalu menarik tangan kedua orangtuanya.


“ Muahhh... muahhh.... ini serum semangat untuk hari ini!!” ucap anak itu sambil mengecup pipi kedua orangtuanya.


Dita dan Asher tertawa bahagia, putra mereka tumbuh dengan baik dan jadi pria yang ebnar benar berbesar hati.


Dita mengusap pucuk kepala putranya,” seandainya adik kamu masih hidup, dia pasti akan bangga punya kakak seperti kamu nak,” ucap Dita dengan mata berkaca-kaca.


“ MAMA!” ucap Asher dan Regard bersamaan sambil menatap wanita itu.


Dita menitikkan air matnaya,” ahh.. maafkan Mama, Mama hanya teringat saja, maaf ya,” ucap Dita sambil mengusap kedua matanya.


Regard dan Asher memeluk perempuan paling berharga bagi mereka. Memeluk Dita dengan sangat erat.


Dita dan Asher telah diberkahi dengan seorang bayi cantik yang lahir setahun setelah pernikahan mereka. Namun, sekitar dua tahun yang lalu bayi malang itu dinyatakan meninggal dunia.


Kematian putri mereka, adalah hal paling menyakitkan yang harus mereka hadapi, bahkan Regard yang sangat menyayngi adiknya juga mengalami syok berat saat tahu adik kecilnya sudah tidak bersama sama dengan dia lagi.


Pukulan keras bagi keluarga mereka dan juga teman teman mereka.


“ Mama, adik masih hidup, abang yakin adik berada di suatu tempat di dunia ini, berada di tempat yang indah dan nyaman, Mama boleh menangis, tapi jangan lama lama ya, abang juga sedih kalau mama sedih, hiks hiks hiks..” Regard tak kuasa menahan air matanya, dia memeluk Dita dengan tangan gemetar.


Asher menatap kedua orang yang sangat dia sayang itu,” sayang, anak Papa, mari kita banyak tersenyum ya, adik kecil, malaikat kecil kita pasti bahagia bersama para malaikat di sorga,” ucap Asher yang juga menahan tangisannya.


Dita menguatkan dirinya, mencoba menerima walapun sangat berat baginya untuk menerima kematian putrinya yang sangat tiba-tiba.


Pada awalnya putri kecil wanita itu menghilang, hingga akhrnya mereka menemukan bayi itu telah meninggal dunia dengan keadaan tubuh yang sangat mengerikan.


Mereka mencari pelakunya, dan pihak kepolisian menemukan bahwa pelaku penculik anak mereka telah meninggal setelah melakukan aksinya.


Terpukul, terpuruk, hancur berkeping-keping bahkan Dita dan Asher sempat hampir gila karena kejadian ini. Namun kehadiran Regard diantara mereka, benar benar menjadi serum hidup bagi mereka.


Regard selalu bersama mereka, menggenggam mereka, menguatkan dan menjaga mereka setiap waktu. Kapsul penghibur mereka, anak yang mereka cintai, menjadi sumber kekuatan dan motivasi bagi mereka.


Regard juga sangat menyayangi adiknya, bahkan sampai saat ini dia selalu mengatakan bahwa adiknya pasti masih hidup dan berada di suatu tempat yang tenang.


.


.


.


Like, vote dan komen