Loco

Loco
55 Loco: Tempramental



Aruna kini berada di ruangan pemeriksaan. Gadis itu kini ditangani oleh dokter ahli saraf untuk memeriksa keadaannya saat ini.


Samuel ditahan di sana oleh Ryan dan Jack. Mereka tampak menunggu dengan gelisah di luar ruangan pemeriksaan. Asher dan si kecil Regard tetap di ruangan inap karena Asher masih belum sembuh juga.


Tak butuh waktu lama, dokter yang menangani Aruna. yakni Johan kakak Dita sendiri keluar dari dalam ruangan itu.


" Kakak bagaimana keadaannya? apa yang sebenarnya terjadi padanya? " tanya Dita yang langsung menghampiri sang kakak begitu melihat Johan keluar.


Tukk


Pria itu mengetuk kening adiknya," Sangat tidak sabaran!" ucap Johan menatap adiknya.


Dita hanya mengusap keningnya sambil mengerucutkan bibir," Aku khawatir," ucap gadis itu dengan wajah cemberut.


"Dari yang ku amati, dia mengalami gangguan pasca trauma, tampaknya Aruna memblok ingatannya sendiri karena terlalu menyakitkan dan sulit untuk diingat!" jelas Johan.


" Keadaannya terjadi karena trauma yang dia dapatkan, jika diulas dari kronologi kejadian yang dialami oleh Aruna, Rekasi tubuhnya dengan tegas menolak untuk mengingat kejadian buruk itu!" tutur Johan.


"Lalu apa dia akan mengingatnya lagi? bukankah lebih baik jika tidak ingat!? dia bisa hidup dengan normal!" ucap Dita penuh harap.


Johan menatap adiknya, dia menepuk pucuk kepala adiknya dengan lembut," Dita, suatu hari dia pasti akan mengingatnya, tugas paling berat adalah mempersiapkan diri ketika Aruna mengingat kejadian itu, dan ku harap, seseorang bertanggungjawab atas hidup dan masa depan Aruna!" ucap Johan sambil menatap Samuel.


Pria itu hanya diam membisu. Jack dan Ryan saling menatap, mereka takut alter ego Samuel keluar.


" Sam!?" panggil mereka.


Dita yang melihat Samuel seperti mayat hidup langsung menarik kerah pria itu.


" Kau, kenapa kau diam terus hah!? katakan apa yang terjadi malam itu!? kenapa kau.. kenapa kau bisa melakukan hal keji itu pada Aruna!??' Dita berteriak di lorong itu.


Dia mencengkram leher Samuel dan menatapnya tajam.


Samuel balas tatapan itu, dia menarik tangan Dita dan menghempaskan tangan gadis itu dari tubuhnya. Dia tak senang disentuh orang lain.


" Aku bukan manusia bodoh! jaga cara bicaramu, tidak sopan! tidak punya tata Krama!! pantas saja para bajingan itu berusaha terus menerus melukaimu, dan sekarang Aruna jadi sasaran mereka!" tukas Samuel dengan nada dingin menatap Dita.


" Siapa !? Caca dan Benny kan!? kau dibayar kan!? kau di suruh kan!? kau masuk ke ruangan itu dengan wajah mabuk tapi tersebut menyeringai seperti iblis!! Kami sudah melihat rekaman itu!!" tukas Dita.


Samuel terdiam sejenak dan menatap kedua temannya," Kau tidak perlu mengurus hal ini, teman macam apa yang tak bisa menjaga sahabatnya dengan baik!" tukas Samuel.


Dia tak segan membuat sakit hati orang lain. Seperti sudah menjadi obsesi baginya, rasanya puas melihat wajah pias dan kesal di wajah musuhnya.


" Aku akan bertanggung jawab, Aruna akan menikah dengan ku!!" ucap Samuel mengambil keputusan sepihak.


" Me.. Menikah!? tanggung jawab katamu!? bagaimana kau bisa menjaganya saat tempramen buruk mu yang seperti radio rusak rusak meletup letup ini saja sudah membuat orang kesal!!" tukas Dita sambil menunjuk Samuel dengan wajah kesal.


Samuel menatap gadis itu menaikkan sebelah alisnya " Kami sudah melakukan hubungan yang kelewat batas, jika dia mengandung anakku, apa yang akan kau katakan padanya? " ucap Samuel dengan sinis.


" Apa kau mau bilang kalau dia hamil tiba-tiba? jika dia tanya kejadian itu, apa kau bahkan bisa menjelaskan bahwa Caca dan Benny melakukan semua itu untuk menyiksamu dengan menggunakan Aruna!?' Ucap Samuel dengan tegas.


Dita terdiam. Mana sanggup ia menghadapi kenyataan itu nantinya. Apalagi ketika Aruna kembali mengingat kejadian itu. bahkan risiko hamil sangat besar karena dia dan Samuel sudah melakukan hal itu.


"Bagaimana!? apa kau bisa bertanggungjawab atas semua itu!? jika bisa pun aku akan tetap menikah dengan Aruna, jangan mulutmu ini saja yang cerewet, tapi otakmu juga harus kau pakai!!" ucap Samuel sambil mendorong kening gadis itu sehingga kepalanya terjengkang ke belakang.


"Kau selalu membuat masalah, kau mungkin bisa menangani kedua orang itu, tapi orang orang di sekitar mu tidak!" ucap Samuel.


"ini sebabnya orang orang itu mengganggu semua yang terlibat denganmu, tempramenmu buruk, bodoh dan tidak punya perhitungan, entah siapa lagi yang akan terkena imbas dari sikapmu ini!!" ucap Samuel.


" Arrkhh... kau.. beraninya kau dasar manusia robot !!!" kesal Dita sambil menghentak-hentakkan kedua kakinya di atas lantai.


" Kami akan menikah begitu dia keluar dari rumah sakit, aku masih pria normal yang bertanggung jawab atas apa yang kulakukan meski aku dijebak!" ucap Samuel.


Pria itu lalu pergi dari sana tanpa mengatakan apa pun lagi. Dia menatap tajam ke arah jalannya, mengeraskan rahang dan menarik nafas kuat kuat karena berusaha meredam amarahnya.


"bagaimana ini!?" ucap dokter Ryan khawatir.


" Biarkan, dia akan tenang sendiri!" balas Jack..


Dita menatap Samuel sambil mendengus kesal," Bagaimana bisa ada manusia seperti dia!? dia pikir dia siapa!? dasar menyebalkan!!!" umpat Dita.


Pletak!!


Sebuah sentilan mendarat di kening gadis itu.


"Kak apa apaan sih, sakit tau!!!" kesal Dita.


" Perkataan Samuel ada benarnya, kau sangat sembrono. ceroboh dan punya tempramen buruk sampai masalahmu jadi besar begini!" Johan melingkarkan lengannya di kejar Dita.


" Lihat ulahmu, semua orang kau tantang, akhirnya begini kan!? dasar pemberontak, jangan lakukan lagi!!!" ucap Johan dengan kesal.


Dita mengerucutkan bibirnya," Ini semua salahku, aku yang dendam pada mereka sampai mengancam mereka, tapi Caca dan Benny melakukan segala cara untuk menghancurkan ku!!!" gadis itu merengek lagi.


"Untuk sekarang, kita harus pikir bagaimana cara merawat Aruna, ingatan itu bisa datang kapan saj, kau tidak akan bisa menghadapinya nanti Dita, " ucap Johan sambil memegang kedua bahu adiknya dan menatap gadis itu.


Dita menangis tak kuasa dia menahan rasa kesal ini. Tidak terpikirkan olehnya kalau Caca dan Benny justru mengincar orang-orang dekat Dita.


" Aku yang salah, aku yang salah. Aruna kehilangan semuanya karena aku, mulai dari neneknya, dan Sekarang hidupnya hancur! hiks hiks hiks aku memang tidak berguna!!" Dita menangis sesenggukan sambil berjongkok di depan ruangan itu..


" Baru sadar kalau kau tidak berguna!?" Suara Asher membuat mereka semua berbalik. Pria itu menggendong si kecil Regard yang terlelap dengan tenang.


Dia mendengar semuanya, pria itu menatap datar ke arah Dita yang menurutnya sangat bodoh.


"Kau, berani kau mengatai adikku!!" kesal Johan.


Asher menatap Johan ," Ini bukan saatnya mengatakan kalau semua akan baik-baik saja. hidup seorang gadis yang baru direnggut mahkotanya dipertaruhkan di sini Kak Johan!!" ucap Asher dengan tegas.


" Aruna jadi korban, sedangkan kau Dita, kau tidak disentuh sama sekali oleh mereka, kedepannya bahkan Regard pun akan jadi sasaran iblis itu!" ucap Asher.


" Tidak!! tidak akan ku biarkan, akan kudatangi mereka sekarang!!!" teriak Dita sambil menangis.


Puk!!


Tangan Asher mendarat di kepala gadis itu," Bodoh!" ucapnya.


" Ikut aku!" ucap Asher sambil menarik tangan gadis itu.


"Mau ke mana!? Aruna masih di dalam!!:" teriak Dita.


" Diam dan patuh!" tegas Asher.


"Kak Johan, tolong urus Aruna! Jack, Ryan lakukan pekerjaan kalian!!" ucap Asher.


Johan hanya mengangguk paham. Melihat wajah Asher, dia tahu kalau pria itu sedang marah sekarang


"Ku harap kau segera kembali jadi dirimu Dita," batin Johan.


" Benny dan wanita itu, tunggu balasannya karena telah membuat adikku menangis!!" geram Johan.


.


.


.


Like vote dan komen 🤗