
Dita cukup terkejut dengan kenyataan bahwa ayah kandung Asher dibunuh oleh orang tidak dikenal.
Dia mendengar semua penjelasan Asher, namun masih saja Asher menyimpan dan menutup nutupi beberapa fakta yang dia ragu untuk sampaikan pada Dita.
" Entah aku akan menemukan jalan balas dendam dengan menceritakan ini padamu, karena kamu adalah anak wanita itu!" batin Asher .
Sejujurnya, dia menaruh curiga pada Dita, bukan pada keluarganya tetapi pada gadis itu. Yang dia tahu, Dita adalah anak yang tinggal terpisah jauh dari keluarganya selama ini.
Dita juga memiliki sifat yang bar bar dan sangat serampangan. Jelas karakternya yang pemberontak itu membuat Asher merasa curiga kalau Dita adalah orang yang ditugaskan dalang pembunuhan ayahnya yang sebenarnya untuk menghancurkan Asher kedua kalinya.
"Tapi kenapa aku merasa ada yang janggal!?' tanya Dita sambil menatap Asher. Gadis itu memutar mutar pulpen di tangannya, sambil menatap Asher yang berdiri di depan dinding dengan tirai besar yang menutupi semua bahan inspeksi nya.
Asher cukup terkejut dengan ucapan gadis itu. Dita bukan perempuan bodoh yang bisa di permainkan begitu saja. Meski dia kelihatannya jahil dan bodoh. tapi dia adalah perempuan licik dan aneh yang tidak bisa ditebak kata-katanya.
Seperti ucapan Jack, Dita sangat mencurigakan, bagaiman bisa seorang yang memilik Karir bagus dalam dunia militer memilih mundur dan hidup sembarangan.
" Apanya?" tanya Asher.
" Kau bilang pembunuhnya sudah ditemukan dan kini di penjara, tapi kenapa kau ingin membalaskan dendam lagi? kepada siapa? keluarganya? kenapa menggunakan aku!? apa ada hubungannya denganku!?" cerocos gadis itu sambil bangkit berdiri dan menatap Asher.
"Dalang sebenarnya masih belum ditemukan!" ucap Asher sambil mengamati ekspresi Dita. Dia cukup curiga dengan gerak gerik gadis itu terutama ketika mereka melihat ibu kandung Dita di acara pernikahan Benny dan Caca.
" Dalangnya!?" Dita terkejut, sontak dia menghampiri Asher dan menatap pria itu dengan mata berbinar.
" Apa maksudmu ada pelaku lain di balik kejadian ini!?" tanya Dita terkejut.
Asher menatap Dita, dia menelisik wajah gadis itu. Baginya itu terlihat seperti seorang wanita licik yang terus menerus berusaha bersikap baik padanya. Sejak tahu kalau Emma dan Dita adalah saudara tiri, Asher jadi menaruh curiga pada Dita.
Belum lagi, laporan Jack dan beberapa mata matanya tentang Dita cukup untuk memberikan citra mencurigakan pada gadis itu.
Bisa saja Dita adalah orang berikutnya yang dikirim oleh pelaku di balik kematian ayahnya untuk mendekati dia dan menghancurkan dirinya lagi. Dikhianati dan ditusuk berkali kali dari belakang oleh orang yang dia percayai membuat Asher sulit membangun kepercayaan pada orang lain.
Apalagi Dita jelas berbeda jauh dengan Ayahnya tuan Luther dan kakaknya Johan. Siapa yang tahu selama tugas di militer, Dita berhubungan dengan pelaku bahkan menjadi mata-mata di rumah Asher sendiri.
"Bukankah kau seharusnya tahu itu?" tanya Asher sambil menaikkan sebelas alisnya.
Dita terhenyak, dia menatap Asher, akhirnya dia paham, tatapan dingin dan datar Asher yang sering dilemparkan padanya berakar dari kecurigaan dan rasa tidak percaya pria itu pada dirinya.
" Kau... apa kau pikir aku seorang mata mata!?" Ucap Dita tanpa berpikir panjang.
Jelas Asher terkejut, bagaimana bisa Dita tahu isi pikiran dan hatinya.
Asher terpancing amarah, beberapa hari terakhir ini dia merasa curiga dengan orang di sekelilingnya. Ada beberapa mata yang mengawasi dia.
Pria itu mengangkat tangannya dan..
Grep!!
Mencekik leher Dita begitu saja sambil menatapnya dengan serius. Kejadian berulang yang terjadi pada Dita beberapa waktu ini, kejadian di restoran, kejadian yang menimpa Samuel dan Aruna jelas sekali membuat curiga.
Jika Dita adalah sasarannya, kenapa bukan gadis itu yang celaka, tetapi justru orang orang yang dekat dengan Asher.
" Siapa kau!?' ucap Asher sambil menatap gadis itu. Jelas sekali dia merasa pikirannya kacau karena beberapa penyusup yang berhasil masuk ke perusahaannya dan memporak-porandakan perusahaan.
Salah satu penyusup itu adalah Benny!
"Kau berhubungan dengan Benny, dia jelas adalah mata mata dari orang itu, katakan padaku, siapa yang menyuruhmu, siapa yang memerintahkan mu!?" tanya Asher dengan tegas.
Dita terkejut bukan main. Padahal tadi Asher masih baik baik saja. Dia menatap pria itu dengan wajah syok, lehernya dicengkeram, dan nafasnya tercekat.
" Uhuk.. le... lepas.. lepaskan aku... A.. Asher... ka..kau tenang dulu!!!" ucap Dita sambil memukuli lengan kekar yang mencekiknya itu.
Asher jadi pria yang penuh curiga sejak kematian ayahnya. Kejadian yang menimpa Samuel juga tak bisa dianggap tidak serius, karena Samuel bukan pria yang begitu saja dengan mudahnya terjebak dengan tipuan dari musuhnya.
" Aku... Bu.. bukan seperti itu!!" ucap Dita. Dia kehabisan nafas, rasanya sangat sesak.
" Aarrkhh.... sial!!" Dita kehabisan kesabaran, dia menendang perut Asher.
Bughh!!
Tapi tak terjadi apa apa pada pria itu.
"Ka.. kau... kenapa kau.. uhuk... A.. Asher... akhh... sakit!!' gadis itu merintih. Jelas jelas dia sedang berhadapan dengan monster. Asher bukan pria biasa.
Meski bisa Dita kalahkan beberapa waktu lalu, semua hanya kebetulan dan memang disengaja oleh Asher. Tenaga Dita jelas jauh berbeda dari pria gila itu.
" Katakan padaku, kau sengaja melakukan itu pada Samuel bukan!? kau tahu kelemahannya, kau bekerja sama dengan kedua orang itu kan!? " tanya Asher dengan serius.
" Aku!? Asher apa kau tidak kenal aku!? apa kau pikir aku sebodoh itu menjebak temanku sendiri, dan melakukan hal bodoh itu!?' kesal Dita.
" Kau memang sebodoh itu!! Kau pasti mendekatiku untuk alasan tertentu!" tukas Asher.
" Hari kemarin, saat di acara pernikahan, jelas aku melihat kau sangat nyaman di dekat pria itu, kau jelas jelas bekerjasama dengan orang yang akan menghancurkanku!!" ucap Asher.
" Tapi tenang saja, aku tidak akan mewujudkan itu!!" ucap Asher dengan tegas.
Dita semakin syok mendengar ucapan Asher yang tidak berdasar.
" Kau masih mencintai pria itu kan!? kau pasti menjebak ku, kau disuruh siapa!? kau berhubungan dengan Emma bukan!? JELASKAN PADAKU, JELASKAN SEMUANYA!!" teriak Asher.
"Apa yang harus ku jelaskan!!! Bodoh!!!" pekik Dita sambil mendorong pria itu.
" Kau!!" Dita menunjuk Asher dengan wajah memerah. Dia sangat marah saat ini.
" Jelaskan padaku, apa dasar dari ucapanmu itu, aku... mata mata!? yang benar saja!!!" pekik Dita.
Dia mana terima dirinya di tuduh begitu saja oleh Asher.
Tetapi jelas Asher punya segudang rencana terselubung di kepalanya.
Dia melirik ke pintu masuk ruangannya dan juga jendela ruangan itu. Ada bayangan yang bergerak ke sana kemari seolah sedang berusaha mencuri dengar pembicaraan mereka.
"Kau adalah mata-mata orang itu, aku yakin!! Kau berusaha mendekatiku, kau pikir aku tidak tahu hah!!" suara Asher terdengar menggelegar.
Pria itu menarik Dita dengan cepat.
" Lepaskan aku, kau mau apa!? kenapa perkataanmu... hempkhh!!
Mulut gadis itu ditutup oleh Asher. Dia menatap ke sana kemari.
" Diam, ikuti aku!!" bisik Asher.
Dita terkejut, dia juga melihat bayangan bayangan yang berjalan ke sana kemari itu. Jika dihitung setidaknya ada tiga atau empat orang yang sedang mengawasi d luar ruangan itu.
" Ada apa ini!? kenapa tiba tiba begini!?" batin Dita.
Asher mengeraskan rahangnya, " Dia bukan mata-mata, tapi kenapa Jack menyampaikan hal itu padaku!? ada apa denganmu Jack, apa kau juga bekerjasama dengan orang itu!??" batin Asher.
.
.
.
Like, vote dan komen 🤗