Loco

Loco
38 Loco : Mie Goreng



Asher melindungi Dita di belakang tubuhnya, menatap Johan dengan tatapan tajam menusuk.


" Mau apa kau hah, berani kau menyentuh Dita, ku hajar kau!!" ucap Asher tak gentar.


Dita terkejut, dia tersenyum sambil menahan tawa di belakang punggung Asher," Hahaha... ternyata Asher juga sosok yang perhatian ya," batin Dita dengan tawa jahilnya di belakang sana sambil mengintip kakaknya yang tak habis pikir dengan kelakuannya.


" Dita!!!" teriak Johan lagi.


" Kalau kau tak datang ke sini, jangan salahkan kakak, membawamu pulang ke Sumatra!!" ucap Johan hendak mendekat dan mencoba menarik Dita.


" Eitsss kau mau ke mana hah!? jangan coba sentuh Dita!!!" ucap Asher menghalangi Johan.


"Tckk... kau siapa hah!? Beraninya kau menghalangi langkahku!!!!" kesal Johan.


" Kau tak perlu tahu, kau harus pergi dari sini, sekarang juga!!!" Usir Asher dengan tegas.


" Iya, benar pergi dari sini, huuuu.... dasar preman!!!" teriak Dita dari belakang sambil tertawa mengejek sang kakak.


" Ditaaa....kemari kau!" teriak Johan semakin mendekat.


Asher yang tersulut emosi menarik kerah Johan dan mendorong pria itu menjauh dari mereka," Pergi kau!!" ucap Asher dengan kasar.


Brukk!!!


Johan terhuyung dan akhirnya terjatuh ke atas tanah.


" Ka..kau mendorongku, sialan, kau siapanya adikku hah!!!!" teriak Johan tak percaya kalau ada seseorang yang berusaha mati Matian menjaga adiknya.


" Aku calon suaminya kenapa hah!? kau mau apa!? jangan pernah coba coba untuk menyentuh Dita!!!!" ucap Asher menantang.


Mendengar jawaban Asher. Dita malah terbelalak, calon suami dari mana!? yang benar saja!!


" Apa!? calon suami katamu!!!!!" Johan terkejut sambil menatap Dita tak percaya.


"Dita jelaskan semua ini, kenapa kau tak bilang apa pun!!!" tanya Johan dengan wajah masam menatap sang adik yang jahilnya luar biasa.


" Aku bukan adikmu!! Siapa kau, dia ini calon suamiku, kau pasti preman!!" teriak Dita.


Betapa jahatnya Dita menyebut sang kakak sebagai preman," Ditaaa... kemari kau!!!" Johan berusaha menarik Dita tapi sialnya, Asher yang benci pria kasar pada wanita langsung menarik Johan tanpa tahu kalau semua ini hanya drama si jahil Dita.


" Beraninya kau berteriak!!" ucap Asher menarik kerah pria itu dan...


Bugh!!!


Satu pukulan telak mendarat di wajah pria itu. Johan terperangah, dia diserang oleh Asher yang tak percaya kalau dia adalah kakak kandung Dita.


Asher memang mengenal tuan Luther, tetapi dia tak terlalu kenal dengan Johan, putra tertua tuan Luther yang juga terkenal dalam dunia kedokteran tetapi menyembunyikan wajahnya dari publik.


Sepertinya kedua bersaudara ini hobby bersembunyi dari hadapan publik bahan melakukan penyamaran identitas untuk menghindar dari Ibu mereka.


"Beraninya Kau!!!" teriak Johan membalas serangan Asher.


Akhirnya pertarungan tak terelakkan, semua karena ulah jahil Dita yang tak jujur soal kakaknya. Asher berpikir Dita diserang oleh penguntit yang mengaku ngaku sebagai kakaknya dan Johan merasa direndahkan oleh orang yang mengaku sebagai calon suami adik kesayangannya yang nakal.


" Ya Tuhan, bagaimana ini, aduhhh salahku juga, ini salahku, aduhh.. mereka jadi berkelahi, bonyok bonyok deh!!" gumam Dita sambil memukul mulutnya yang terlalu jahil sampai membuat kedua pria itu bertengkar hebat.


" Dasar rambut mie instan goreng. beraninya kau berteriak pada Ibunya Regard!!!" teriak Asher kesal.


' Ibu!? Kau dan Dita punya anak!??" Mata Johan membelalak.


" Wahh keparat sialan, kau pasti memaksa adikku kan!!!" teriak Johan membalas serangan Asher.


" Apa Maslaah mu hah!? dasar preman sinting, beraninya kau mengganggu Dita, kami mau punya anak bukan urusan kau!!!" teriak Asher.


" Wahh kau Berani kurang ajar ya, kalau kalian punya anak ya jelas urusanku. aku tak Sudi punya adik ipar seperti dirimu! dasar keparat sialan!!!" balas Johan.


"Siapa juga yang mau kakak ipar, mi goreng seperti mu, beraninya mengganggu perempuan, dasar bajingan!!!" balas Asher.


"He..hey hen..hentikan ini salah paham!!!" teriak Dita.


Tapi tampaknya masalah ini semakin sengit, wajah mereka sudah bonyok bonyok, Asher lebam di kiri, Johan lebam di kanan dan semua itu karena ulah Dita.


" Hentikan!!!" teriak Dita.


Tapi sialnya, dia berbicara pada dua pria yang sama Sama keras kepala.


"Sialan, beraninya kau memukul wajahku!!" teriak Asher.


"Kau yang mulai bangsat!!!" pekik Johan tak terima.


" Kau yang menguntit Dita lebih dahulu tolol, beraninya kau mengejar seorang perempuan di malam hari dan mengaku ngaku kakaknya!!" teriak Asher.


" Aku memang kakaknya, aku kakak kandungnya, kau mau saja dibohongi si pembuat masalah itu!!!" balas Johan tak percaya .


"Lagi pula apa.kau benar benar tak mengenalku Asher Roth!!" teriak Johan kesal.


Sontak keheningan terjadi, Asher menatap pria itu, samar samar dia mengingat tempramen itu. Tapi entah setan apa yang merasuki Asher, dia ingin terus berdebat dengan pria itu.


"Bagaimana aku bisa percaya pada pria berpenampilan seperti preman. Kau jelas sekali sedang menguntit gadis lemah itu!!!" teriak Asher.


Mereka bertarung tak hanya adu jotos tapi juga adu urat suara.


"Le..lemah!? kau bilang si Butet tukang buat masalah itu lemah!? hahahah... kau sudah dibodohi?!!" ucap Johan.


"Tak peduli mau dibodohi atau tidak, dia saja tak mengakui ku sebagai kakak, itu artinya kau memang preman yang menguntit Dita!!!" ucap Asher tak mau kalah.


Bughh.. bagh! bugh! bagh!!


Pukulan demi pukulan tak terelakkan, Dita sampai panik dibuat mereka berdua. Ini jga salah gadis itu karena menjahili Johan, tak tahunya Asher menganggap dia serius.


"Kalian berhentilah, sekarang!!!" terik Dita tapi tak di dengar.


Hingga tiba-tiba...


"Apa apaan ini, Dita, Johan Asher!!!" suara bariton seseorang sontak mengehentikan pertarungan sengit kedua pria muda bertenaga kuda itu.


Mereka terkejut mendengar suara penuh kharisma itu. Sontak mereka menoleh, demikian halnya dengan Dita. Gadis itu terkejut bukan main saat mendengar suara menggelegar sang ayah.


" Ba..Ba.. Bapak!??" ucap Dita dan Johan tak percaya. Mereka menoleh ke arah sumber suara, dan terlihat lah diantara suasana gelap dan remang remang dengan berkas berkas cahaya lampu taman, seorang pria bertubuh tegap bak raja hutan berdiri di depan mereka dengan wajah beringasnya.


"Bapak!??" Asher memiringkan kepalanya. Asher menatap sosok itu, dari figurnya terlihat jelas seperti seseorang yang kuat dan bertubuh kekar dengan badan tegap sempurna berdiri diantara mereka.


" Tuan Luther!?" pikir Asher terkejut.


Johan yang melihat Asher lengah mengambil kesempatan dan...


Brukk!!!


" Rasakan kau bajingan!!!" Kesal Johan sambil menendang Asher dan membuat pria itu terjerembab ke atas tanah.


" Johan!!!" senggak tuan Luther.


"Bapak sudah di depan matamu tapi kau masih begitu, di mana sopan santun mu anak nakal!!" senggak tuan Luther kesal.


" Kalian sudah dewasa tapi otak kalian masih seperti anak TK baru belajar cebok, memalukan!" kesal pria itu.


Sontak Johan mengulum bibirnya dan berdiri dengan kepala menunduk," Mampus..." gumam pria itu seraya melirik sang Bapak yang sudah mengamuk.


"Arrhhkkk... sshhh.... saaakiiitt!!!"kesal Asher.


Dita cepat cepat membantu Asher berdiri," Berdirilah, itu pasti sangat sakit!!!" ucap Dita khawatir.


Asher Menatapnya dengan tatapan datar," Katakan sejujurnya, apa hubunganmu dengan mie instan keriting itu!?" kesal Asher sambil membersihkan tubuhnya.


Dita mengulum bibirnya, dia melirik mereka satu per satu," Heheh...." Dita berjalan mundur sambil goyang goyang seperti cacing kepanasan.


" Di..dia.. heheh... Kakakku... arrhhhkk Kaaabbuuurrr!!!" pekik Diat sambil berlari terbirit-birit dari hadapan mereka bertiga.


Gadis pembuat masalah itu membuat mereka sontak menghela nafas kesal.


" DITA!!!" teriak mereka bertiga dengan nada kesal dan marah karena kekakuan absurd Mak lampir yang membuat semuanya kacau balau.


.


.


.


Like, vote dan komen 🤗