Loco

Loco
65 Loco: Ada Yang Aneh



Ryan sangat terkejut melihat perbedaan raut wajah Samuel dengan Lucifer. Terlalu kontras sehingga dia dengan cepat bisa membedakan yang mana Samuel dan yang mana Lucifer.


Lucifer, alter ego itu tersenyum melirik Ryan, lalu berjalan mendekat ke arah Aruna dan merangkul pinggang gadis itu.


" Dia akan pulang ke tempatku!" ucap Lucifer.


"Ke tempatmu!? tidak boleh!" ucap Dita melarang. Dia tidak setuju kalau Sahabatnya dibawa pergi.


"Tidak setuju!?" Lucifer menaikkan sebelah alisnya.


"Apa mau ku beritahu...


Dita cepat-cepat menutup mulut pria itu," Ck... berikan alasannya!" ucap Dita


" Tenang Dit gak boleh marah, harus jaga image, harus jaga Image, jangan bar bar plisss!!" batin gadis itu bergelut dengan dirinya sendiri.


"Kami akan menikah hari ini, bukannya kalian semua sudah tau? aku akan membawanya mendaftarkan pernikahan kami, untuk resepsi akan direncanakan beberapa hari lagi," jelas Lucifer.


"Tapi.. Aruna.. bukannya ini terlalu cepat..." ucap Dita tak rela. Dia menggenggam tangan Aruna dengan mata berkaca-kaca,"aku gak rela Runa..." ucap gadis itu dengan mata memelas.


Aruna tertawa," Dita, ini semua adalah jawaban doaku, aku menyukai pak Sam!!" bisik gadis itu tepat di telinga Dita.


Mata Dita membulat sempurna," Ka..kamu!?" Dita terkejut bukan main. Dia menatap Aruna dan pria itu bergantian.


" Iya, aku sudah lama menyukainya, ada kesempatan begini jangan dilewatkan!" ucap Aruna sambil tersenyum bahagia.


Belum pernah Dita Lihat gadis itu tersenyum begitu bahagia seperti saat ini. Aruna yang selalu sedih dan tak bisa melawan traumanya tumbuh jadi sosok yang takut jika tersenyum.


Tetapi hari ini, Dita melihat sisi lain sahabatnya.


Aruna untuk kali pertama benar benar bahagia. Hati Dita bergetar, "Kau benar benar bahagia jika bersamanya?" tanya Dita sambil menggenggam lembut tangan sahabatnya.


Aruna mengangguk seperti anak kecil sambil tersenyum menatap Lucifer.


Dita menatap Aruna, dia mengusap lembut pucuk kepala perempuan itu " baiklah, kalau kau bahagia, aku bisa apa," ucap Dita.


Dia menatap ke arah pria yang masih merangkul Aruna.


Aruna akhirnya dibawa oleh Lucifer diikuti oleh Dita dan yang lainnya. Ryan hanya terdiam sambil menatap pria itu dengan wajah tercengang.


" Bagaimana ini bisa terjadi!?" batin Ryan.


Dia membiarkan mereka semua keluar. Cepat-cepat tangannya menghubungi nomor ponsel Asher. Wajahnya mengatakan segalanya, dia panik bahkan takut jika kepribadian Samuel yang sebenarnya akan tenggelam.


" A.. Asher... gawat.. ini gawat!!!" ucapnya terbata-bata.


"Bicaralah yang jelas Ryan!" ucap Asher dari sebelah sana.


" Lu... Lucifer, dia kembali!!' ucap Ryan dengan suara tercekat.


##


Sementara itu, Dita dengan erat menggenggam tangan sahabatnya, dia akan mengantarkan gadis itu ke pernikahan yang sudah diatur oleh Lucifer.


Melihat bagaimana Dita menjaga Aruna, Lucifer paham kalau Dita dan calon istrinya tak terpisahkan.


Mereka berjalan dengan perlahan, di saat yang sama nyonya Kiara turun dari lantai satu bersama beberapa dokter residen lainnya yang berada di bawah bimbingannya.


" Dita!" panggil wanita itu.


Seketika gadis itu berhenti dan menoleh," Namboru!!" balas gadis itu sambil tersenyum. Aruna juga menoleh ke arah Yang sama, ini kali pertama dia melihat orangtua Asher.


" Dita, siapa dia?" bisik Aruna sambil menatap orang itu dengan wajah penasaran.


"Ahh iya, beliau ibunya Asher, nyonya Kiara, dokter di tempat ini juga!" jelas Dita singkat.


" Kalian sudah mau kembali?" tanya wanita itu sambil menghampiri mereka. Dia menatap Aruna dengan tatapan tak biasa.


deg deg deg...


"Ada apa denganku!?" batin wanita itu. Kali pertama melihat Aruna demikian gadis itu untuk pertama kali melihat nyonya Kiara.


Keduanya bertatapan sejenak dengan ekspresi yang tak bisa diartikan.


"Dia...


"Ini Aruna, dia sahabat Dita, Namboru (Bibi dari pihak ayah) baru lihat hari ini kan, " ucap Dita memperkenalkan sahabatnya pada nyonya Kiara.


"Siapa namamu nak?" tanya Nyonya Kiara yang langsung menghampiri gadis itu dan menggenggam tangannya.


Aruna terkejut, tubuhnya menegang, seperti ada aliran listrik yang menyengat tubuhnya.


"A.. Aruna Tante," balasnya sambil tersenyum malu malu.


Nyonya Kiara menatap gadis itu, sontak dia diingatkan pada mendiang putri kecilnya yang sudah meninggal dunia.


"Apa kebetulan usiamu 26 tahun?" tanya Nyonya Kiara.


Aruna mengangguk, semakin berdebar lah hati wanita itu. Dia mengusap kepala gadis itu dan tersenyum menatapnya," Jika dia hidup, pasti dia sebesar kamu sekarang," gumamnya.


"Namboru?" panggil Dita .


Nyonya Kiara terkejut, dia menggelengkan kepalanya,"ahh.. hahaha maafkan aku semuanya, aku teringat masa lalu," ucapnya sambil tersenyum.


"Baiklah, kalian berhati-hati lah, dan kau..."nyonya Kiara menatap Lucifer. Dia tahu bukan Samuel yang berkuasa atas tubuhnya saat ini.


Jika itu Samuel, maka dia pasti akan langsung memeluk nyonya Kiara.


Lucifer menatap wanita itu dengan wajah licik," hmm?"


"Jaga dia baik-baik Lucifer, jangan sakiti dia," ucap Nyonya Kiara sambil berbisik ke telinga Lucifer.


Lucifer tentu saja terkejut, nyonya Kiara tidak berusaha memisahkannya dari Aruna. Ini benar benar mengejutkan bagi dirinya.


"Apa anda tidak takut? saya mungkin akan membunuhnya malam ini!" ucap Lucifer.


Nyonya Kiara tersenyum, dia menepuk bahu pria itu dan menatap nya. Memperlakukan alter ego itu sama seperti dia memperlakukan Samuel.


"Tante percaya padamu, kau orang baik," ucap wanita itu dengan wajah percaya.


Lucifer hanya terdiam membisu. Hal hal di luar dugaannya terjadi padanya hari ini.


"Aruna, jika dia berbuat jahat beritahu aku, akan ku pukul dia dengan sapu!" ucap Nyonya Kiara sambil tersenyum.


"Haha.. dia tidak akan mungkin melakukan itu Tante," ucap Aruna.


"Apa kau yakin tidak ingin melakukan resepsi?" tanya Nyonya Kiara pada Lucifer.


Lagi-lagi dia tercengang,"Anda tahu kan siapa saya?" tanya pria itu.


Nyonya Kiara mengangguk,"aku tahu Lucifer," ucapnya sambil tersenyum.


"Uruslah semuanya dengan baik, jika butuh bantuan tinggal gunakan semua fasilitas itu," ucap nyonya Kiara.


"Baiklah, ayo kita berangkat!" seru Dita sambil memeluk lengan Aruna.


" Baiklah!!" seru Aruna sambil tersenyum bahagia.


Mereka keluar dari rumah sakit itu.


Lucifer melirik nyonya Kiara sejenak, rasanya aneh karena tak ada penolakan dari wanita itu.


Dita tampak sangat bahagia mengantarkan sahabatnya menuju ke hidup baru. Semua sudah diurus oleh Lucifer, mereka berdua menandatangani dokumen pernikahan dengan cepat dan membereskan segala kepentingan pernikahan mereka.


Sementara itu, tanpa Dita sadari dari sisi lain gedung itu seorang wanita separuh baya menatapnya dengan penuh kebencian sambil menggenggam erat ponselnya.


Tatapan penuh kebencian yang dilontarkan seorang Ibu kandung pada putri yang dia lahirkan sendiri.


"Sialan, jadi kalian benar benar telah sukses?? Dita, Johan kalian tidak ingat dengan ibu kalian ya, anak-ana durhaka sialan!!" geram wanita itu penuh dendam dan kebencian.


Dia menatap rumah sakit itu, tanpa tahu kalau mantan suaminya adalah pemilik grup Luther tersebut.


"Kalian harus membayar mahal karena telah lahir dari rahimku!!" geram wanita itu.


.


.


.


Like, vote dan komen 🤗