
"baiklah, dari mana saja kau? kau tahu, aku ingin memperkenalkanmu pada kakakku."kata Aria.
Raga menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "tadi aku ada urusan."kata Raga terkekeh pelan.
"hm ....jadi, apakah urusan OSIS-mu sudah selesai tuan?"kata Aria sambil mendorong tubuh Raga menjauh darinya.
"ayolah, jangan marah...."kata Raga sambil memeluk Aria yang cemberut.
"Aria...."
Aria tidak menghiraukan panggilan dari Raga.
"tuan putri."panggil Raga sambil menggoyang lengannya Aria.
Aria menjauhkan tangan Raga. "Aria....aku maafkan aku."lirih Raga.
"..."
"Aria...aku salah...tapi bagaimana lagi kan aku ketua OSIS untuk memantau keadaan."kata Raga.
"oke, oke...jadi kenapa kau menarik tanganku?"Tanya Aria ketus.
"aku ingin mengajakmu kencan."kata Raga the top points.
"hah?! aku sedang berjalan-jalan bersama kakakku, bagaimana kalo dia mencari ku?"tanya Aria.
"Sebentar saja....em... sekitar 1 jam saja."kata Raga mengulurkan tangannya.
"oke."jawab Aria sambil menerima uluran tangan Raga.
Mareka berdua pun pergi meninggalkan tempat itu.
...----------------...
Arga menghela nafasnya, Sudah berapa banyak permainan yang dirinya lalui hanya untuk mengikuti langkah Raga dan Aria pergi. "sial, bukankah hanya 1 jam."gumamnya kesal.
dirinya kini berada didepan terowongan berhantu, salah satu dari hiburan yang dibuat oleh murid-murid sekolah itu.
Tanpa basa-basi dirinya langsung memasukinya.
sementara itu Aria memegang tangan Raga erat. "apa kau takut?"Tanya Raga.
"t-tidak."jawab Aria.
"benarkah? tapi kau -"
Aria terkejut lalu melarikan diri sambil berteriak ketakutan meninggalkan Raga yang menatapnya heran. "yah.... padahal cuman patung."gumamnya.
Tap.
saat Raga hendak mengejarnya, Dirinya terkejut ada seseorang yang memegang bahunya.
Dirinya berbalik menatap si pelaku. "hah... Sayuri, jangan mengagetkan ku seperti itu."kata Raga.
"kenapa?"tanya Raga.
"ayahmu...sudah tiba."kata Sayuri membuat Raga terdiam membisu.
"lebih baik kau menyambutnya terlebih dahulu."lanjut Sayuri.
Raga mencerna perkataan Sayuri lalu mengangguk. Dirinya dan Sayuri pun keluar dari terowongan berhantu itu.
Sedangkan Aria, kini dirinya duduk sambil memeluk kedua lututnya. "bagaimana caranya aku keluar dari sini?"gumamnya sedih.
"aku takut...."lirih Aria.
Aria menghela nafasnya lalu berdiri."tidak, aku harus keluar sendiri, ayolah Ariana...jangan takut."kata Aria memberanikan dirinya.
Tap
Tap
Tap
Tubuh Aria gemetaran saat mendengar suara langkah kaki yang menggema. "S-siapa itu?"tanya Aria.
Suara itu semakin dekat membuat Aria memundurkan dirinya.
Bruk.
Aria terkejut ketika seorang lelaki yang menarik pinggangnya hingga tubuhnya menempel ditubuh lelaki itu. "hati-hati!"kata lelaki itu memeringati.
Aria mengernyitkan dahinya, entah kenapa dirinya merasa Familiar dengan suara lelaki itu.
Dengan cahaya yang samar-samar dirinya menatap lelaki itu. "Arga!"gumam Aria pelan.
"Apa kau baik-baik saja?"tanya Arga.
Aria menjauhkan tubuh Arga darinya. "hm..."sahut Aria.
"apa kau melihat Raga?"tanya Aria.
Arga menggeleng. "tidak."jawab Arga.
"kemana dia pergi?"batin Aria bertanya-tanya.
"aku baru tahu, kau suka terowongan berhantu."kata Arga.
"t-tentu saja..."jawab Aria penuh percaya diri.
"baguslah...jadi kau bisa berada di depanku dan menunjukan jalan padaku."kata Arga membuat Aria bergidik ngeri.
"ayo...nona aria."kata Arga mempersilahkan Aria berjalan duluan.
"tidak...aku perempuan, jadi kau saja yang duluan."kata Aria sambil berdiri dibelakang Arga.