Argaria

Argaria
Chapter 68



"wah...wah... lihat, siapa disini?"tanya seorang dari belakang Aria.


Aria pun berdiri menatap gadis yang ada dihadapannya dengan tatapan terkejut. "kau?!... siapa kau?"tanya Aria cengengesan.


"CK,...aku Grisella."kata gadis itu.


"ah....jadi ada apa J*l*ng datang kesini?"tanya Aria tersenyum manis.


"gue mau lihat wajah Lo yang sedang hancur itu... rupanya menyenangkan juga."kata Grisella.


"wah...wah...bagimu ini hiburan ya? bagaimana kalau aku memberikan hiburan kepadamu."kata Aria mendekat kepada Grisella sambil menyeringai.


"sebelum itu gue yang bakal menghibur Lo."kata Grisella.


Bugh.


Aria menoleh kebelakang dengan tatapan terkejut. dirinya lengah tanpa disadari ada seseorang yang berada dibelakang memukul kepala dengan keras. "k-kau.... curang."kata Aria terbata-bata.


pandangannya pun memudarkan dan pingsan. sementara itu Arga menarik nafasnya dalam-dalam sambil duduk bersandar di pohon. "Arga!!"teriak Bara diiringi Shopia dan Maria dan kedua sahabatnya dibelakangnya.


"kenapa?" tanya Arga datar.


"Lo darimana aja?"tanya Alva.


"...Aria nya mana?"tanya Shopia.


"Aria? gak tahu."kata Arga sambil memalingkan wajahnya kesamping.


"jangan bohong ga! Lo pasti ketemu Aria kan?"tanya Bara.


"...dia pergi."jawab Arga tersenyum tipis.


"maksud Lo?"tanya Maria.


"kalian lebih mengerti hal ini daripada gue...lagian kalian kan yang merencanakan semua ini."kata Arga.


"Lo nolak Aria?!"kaget Shopia


Arga hanya menatap teman-temannya tanpa ekspresi lalu mengangguk pelan. "gila Lo!! Lo gak tahu apa, buat nemuin Lo dia terjun dari lantai 6 tanpa pengaman apapun ga!"kata Maria.


"terus? peduli gue?"tanya Arga sambil tersenyum miring.


"Br*ngs*k Lo ga! tau gini gue gak bakal bantuin Aria buat nemuin Lo!"kata Shopia.


"gue gak pernah minta Lo buat nemuin gue sam..-."


Arga terkejut saat pipinya ditampar oleh Shopia dengan keras. "dasar br*ngs*k!"kata Shopia lalu pergi meninggalkan tempat tersebut sambil menarik tangan Maria.


"gak apa-apa bos?"tanya Leon.


"uhuk...uhuk...iya..kata Arga


"apa kau baik-baik saja?"tanya Bara panik melihat wajah Arga yang memucat.


"iya..."jawab Arga menggangguk pelan.


"kenapa bisa ada sini? bukannya kemarin Lo masuk rumah sakit."kata Alva heran.


Arga hanya diam mendengarkan perkataan temannya tersebut tanpa ada niat menjawabnya. "lebih baik sekarang gue pulang dah."kata Arga sambil bangkit.


baru saja beberapa langkah Arga pun ambruk ketanah membuat ketiga temannya langsung panik seketika. "hei! bangun bro!"kata Alva sambil menepuk Pipi Arga.


"bangun! bercandanya gak lucu woy!!"kata Bara.


"hah...hah....hah... m-maaf hah..."kata Arga terengah-engah.


"sudahlah...kita anter kerumah sakit."kata Bara membantu Arga berjalan.


"hah...g-gak usah."tolak Arga sambil menjauhkan tangan Bara dipundaknya.


"CK, ayo."kata Alva.


Shopia dan Maria pun saling berpandangan tampak dari wajah mareka yang terlihat sangat khawatir dengan kondisi sahabatnya itu. "Aria kemana sih?"geram Maria.


"Lo nanya gue? gue aja gak tahu."kata Shopia sinis.


"hah.....gue capek."keluh Maria.


"Lo pikir gue gak capek apa?"tanya Shopia


"... kenapa gak minta tolong sama keluarganya aja?"tanya Maria.


"hah? maksud Lo?"tanya Shopia heran.


"ya...kan...lebih baik gitu."kata Maria.


"lagian ini salah kita, jadi. harus tanggungjawab."kata Shopia.


"begitu.... jadi kalian pelakunya."kata Achilles menyeringai.


maria dan Shopia ketakutan mendengar suara Achilles yang dingin.