Argaria

Argaria
Chapter 36



"Arga, apa maksud ucapan kamu?"


hening, tidak ada jawaban dari Arga.


"Arga?"panggil Aria melirik Arga yang tampak memejamkan matanya


"aku Mau tidur bentar gak apa-apakan ri?"


"tidur aja dikasur." kata Aria


"kalo dikasur gue gak bisa tidur."


"halah. bilang aja modus."


sedikit sih. batin Arga


"aku tadi malam sibuk banget tau gak."


"oh,ya ngapain? tidur sama ******?" sinis Aria


"CK. aku bukan lelaki yang kayak gitu. tadi malam aku sibuk bantu papa ngurusin perusahaan sama cafe."


"yakali aku tidur sama ****** mending sama kamu aja." kata Arga mengedipkan sebelah matanya


"sok tahu! sana tidur!"


perlahan-lahan Arga mulai terlelap dengan Aria yang mengusap rambutnya. senyum Aria pun terbit saat melihat wajah tenang Arga. "kalau sejak awal aku milih kamu, apa semua ini tidak akan terjadi?" gumam Aria


air matanya mengalir membentuk anak sungai dipipinya. "aku udah gak sanggup lagi ga. satu-satunya yang membuat gue bertahan sampai saat ini adalah kamu, Arga."


"tapi aku takut kalau kau juga akan meninggalkanku. karena kau-"


"aku tidak akan meninggalkanmu, bukankah aku sudah berjanji?" sela Arga


"k-kamu sudah ba-bangun?"tanya Aria sambil menghapus air matanya


"gimana mau tidur? sejak tadi ada air hujan yang mengenai wajahku."


"sorry."


Arga bangkit dan duduk disamping Aria. "aku tidak mengerti apa yang kau pikirkan bukankah ada aku yang selalu ada bersamamu? dan jika terlalu lelah untuk melangkah."


"maka aku yang akan menarik tanganmu untuk terus maju kedepan."kata Arga sambil menggenggam tangan Aria


"kamu ngomong apa sih?"


"kamu gak usah pura-pura. aku denger semuanya."


"katanya mau tidur."


"sebenarnya kamu juga perlu istirahat jadi,ayo. tidur."kata Arga sambil menggendong tubuh Aria


"Kyaaaaaa!!!! Arga turunin!!!" teriak Aria


Arga pun meletakkan tubuh Aria kekasur dan tubuhnya yang berada diatas Aria dengan kedua tangannya yang menjadi penyangga tubuhnya.


Aria terdiam melihat Arga yang berada diatasnya lalu memalingkan wajahnya kesamping. Arga pun menyeringai dan memalingkan wajah Aria untuk menatap matanya.


perlahan-lahan Arga mendekatkan wajahnya ke wajah gadis yang berada dibawahnya dan mencium kening Aria lama.


tampak Aria yang membatu dengan perilaku Arga. "boleh?" tanya Arga sambil mengusap bibir Aria dengan ibu jarinya


Aria menggelengkan kepalanya pelan dengan tatapan yang berubah menjadi kosong dan air mata yang menggenangi pelupuknya. kejadian sebulan yang lalu pun terulang kembali dipikirannya.


"tidak!! aku tidak mau, menjauh dariku!!" teriak Aria ketakutan dengan tubuhnya yang gemetaran


Arga merubah posisinya menjadi duduk disamping tubuh Aria sambil menepuk pipi Aria pelan. "ri! kamu gak apa-apa kan? ri, sadar!" panik Arga


"tidak! hiks, gak mau!!" tangis Aria


sementara itu Disisi lain Achilles hanya diam menatap kejadian dikamar Adiknya melalui laptopnya dengan Handry yang duduk sambil memakan cemilan. "lebih baik kita membantu Mareka daripada melihatkan?" tanya Handry sambil memasukkan keripik kentang kedalam mulutnya


"tidak, dia sangat percaya dengan agar-agar itu. jadi, aku ingin tahu bagaimana caranya menyadarkan Aria." jawab Achilles sambil mengambil kuaci diatas piring


"baru tahu kau suka kuaci."


"tidak juga, lagi pengen aja."


"lagi ngidam?"


"mau gue pecat?" geram Achilles


"lagian aku gak pernah melihat kau makan kuaci. jadi, aku pikir lagi ngidam."


"berisik, gue lagi nonton."


Seketika Achilles terkejut dan hampir tersedak kuaci ketika melihat apa yang dilakukan oleh Arga. "lelaki itu memang ingin aku bunuh yah."kesal Achilles


berbeda dengan Handry yang tertawa terbahak-bahak melihat Arga.



"apa yang harus aku lakukan?" bingung Arga



Arga bangkit menuju kamar mandi lalu menghampiri Aria. perlahan-lahan dirinya pun mendekatkan wajahnya ke wajah Aria.



BRUUUHH



Arga pun menyemburkan air yang ada didalam mulut kearah Aria.