Argaria

Argaria
Chapter 76



"bukannya Bara sama kamu ri?"tanya Achilles.


"gak, soalnya tadi Bara dorong aku dari atas biar gak_"


Aria diam dirinya teringat saat dia dan Bara dikepung oleh anak buah Fania."kenapa?"Tanya Kendra.


"tadi Bara dikepung."kata Aria membuat semuanya kaget. "Lo tinggalin Bara?!"tanya Arga.


"enggak, aku nggak -"


"KURANG AJAR!!"sela Arga membentak Aria.


"dia udah nolongin Lo!! kenapa Lo malah tinggalin dia sendirian,bego?! gitu cara Lo balas kebaikan orang?!iya?!"


"Dasar wanita yang tidak memiliki hati!!"bentak Arga menunjuk kearah Aria.


"ga...aku bisa jelasin.... ak-"


"apa? apa, hm?"tanya Arga.


Bugh.


wajah Arga dipukul oleh Achilles. sungguh, dirinya tidak terima jika adiknya dibentak oleh Arga, bahkan Aria belum memberi penjelasan. "apa?"tanya Arga menatap Achilles dingin.


"Lo marah, adik Lo gue ejek? atau dibentak?"


"kamu-"


"gue gak peduli! mau Lo mafia kek apa kek gue gak peduli."tekan Arga membuat Achilles mengepalkan tangannya geram.


"udah, mending cari Bara dulu."kata Kendra menengahi.


mareka berjalan menyusuri hutan kecuali Aria yang digendong oleh kakaknya. "dimana?"tanya Achilles kepada adiknya.


"em ...itu ...Bara!"kata Aria sambil melambaikan tangannya.


tampak Mareka melihat seorang lelaki yang sedang memunggungi mareka, lalu berbalik menatap Mareka. "Bara?"panggil Arga.


Bruk.


mareka terkejut melihat Bara yang langsung ambruk dengan pisau yang menancap tepat diperutnya. dengan cepat Arga berlari menuju Bara. "Bara..."lirih Aria yang turun dari gendongan kakaknya dan mendekati Tubuh Bara yang terbaring di tanah.


tampak Bara menatap Arga dan Aria bergantian. "Lo kuat bar."kata Aria yang bersimpuh disamping Bara.


"sshhh c-cabut Ga!"perintah Bara menunjuk Bagian perutnya yang tertusuk pisau itu.


"G-ga, l-lo-"


"gak usah dipaksain, bego."kata Arga datar. walaupun begitu tidak bisa dipungkiri jika matanya terlihat berkaca-kaca.


"B-bar-"


Plak.


Arga menampar pipi Aria. entah, Kenapa dirinya merasa sangat muak dengan gadis disampingnya ini. "Lo bisa diam gak? *e*a*ur" bentak Arga.


"udah j-jang-an k-kasar b-bego."tegur Bara Kepada Arga, membuatnya bungkam.


Bara menatap Aria yang sudah menangis tersedu-sedu menatapnya. "l-lo- j-jang-an sshhh n-nangis."ucap Bara terbata-bata sambil mengelus pipi Aria pelan.


"B-bara..."lirih Aria sambil sesenggukan.


"jangan ditekan bodoh!!"bentak Arga yang menjauhkan tangan Bara dari perutnya namun Bara tetap menekan lukanya tersebut.


"Tim medis mana Woi!"teriak Arga kepada Kendra dan Achilles.


"ga,"panggil Bara.


"diem!!Lo diem!"perintah Arga.


"Arga, d-deng-erin."kata Bara.


"BERISIK!!LO DIEM!"bentak Arga.


Bara mengambil tangan Arga lalu menyatukannya dengan tangan Aria. "l-lo- h-harus sshhh...b-bahagia."kata Bara tersenyum.


"l-lo sshhh..."


"diem bego!!gue gak mau dengerin Lo!!"teriak Arga kepada Bara.


"gue bahagia jika Lo selamat."lirih Arga sedih.


"l-lo h-harus sshhh r-rela ga."kata Bara tersenyum.


"g-gue b-bahagia k-ketemu Lo."kata Bara tersenyum.


"a-aria, l-lo j-jang-an sshhh n-nangis. t-ter- sshhh k-kadang k-kita h-harus sshhh me-mengor sshh b-bankan s-sesuatu s-saat sshhh h-hidup."kata Bara