
Arga pun mendudukkan tubuhnya diatas sofa yang berada disamping kasurnya dimansion, sedangkan Bara dan Alva sedang duduk sambil memainkan ponselnya dan Leon yang sedang mengoceh tidak jelas tentang pelayan wanita dimansion Achilles.
Drrrt....drrrt....
fokus mareka semua teralih dan menatap ponsel Arga yang tergeletak diatas kasur. "bro, ponsel Lo bunyi tuh." kata Bara
"biarin aja."
"yakin Lo? misalnya penting gimana?" kata Alva
"palingan juga gadis yang naksir gue."
"Yee.... sombong Lo."kata Alva
Leon yang paling dekat dengan kasur Arga pun berdiri dan mengangkat telpon. "halo, siapa ya?"kata Leon
Arga, Bara dan Alva diam, saat Leon sedang mengangkat telepon. "ini aku."kata orang yang diseberang yang ternyata adalah Handry
"aku siapa ya?"Kata Leon heran
"ini siapa?" tanya Handry saat menyadari kalau yang mengangkat teleponnya bukan Arga.
"saya? saya manusia."kata Leon
"aku Handry."
Leon terdiam. dirinya menatap ketiga temannya yang kembali dengan kesibukan masing-masing. "pssst.."bisik Leon
hening.
"pssst.."bisik Leon
Mareka pun menatap Leon dengan tanya. "Handry siapa?"kata Leon dengan suara pelan
"hah?"heran Arga
"Handry siapa? Handry."bisik Leon
Mareka diam, tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh temannya yang satu itu. "Kenapa dah tuh anak? mulutnya komat-kamit gitu."kata Alva
"ngusir jin kali."Kata Arga
Leon yang kesal dengan ejekan ke-dua temannya itu pun melempar ponsel Arga kearah Arga. dengan cepat Arga menangkap ponselnya agar tidak jatuh kelantai. "gila Lo?! ngapain ponsel gue dilempar?!" omel Arga
Leon pun cengengesan saat mendapat Omelan dari ketua gengnya tersebut. "halo."
"cepat datang ke sini, Achilles masuk kedalam markas ayahnya yang dijaga dengan ketat."
"lalu?"
"dia terluka dan sepertinya dia memaksakan dirinya disana jadi tolong susul dia."kata Handry
"tap-"
Tut...Tut...Tut...
Arga terdiam. "kenapa bro?"
"kita nyusul."kata Arga sambil mengambil jaketnya dan pergi tanpa menghiraukan teman-temannya yang kebingungan.
dengan kecepatan tinggi Arga membawa motornya disebuah jalanan yang cukup padat diikuti oleh ke-tiga temannya.
hingga akhirnya Mareka pun sampai disebuah gedung yang tidak terpakai. "ngapain kita disini?"kata Alva
"uji nyali?"kata Leon
Arga tidak menjawab dan menerobos masuk kedalam tanpa pikir panjang. ketiga temannya berpandangan lalu ikut masuk.
baru saja Mareka masuk, Mareka disambut dengan beberapa orang yang sudah tiada padahal tidak ada siapapun selain mareka disana. "kita beneran uji nyali nih?"tanya Leon kepada Arga yang sedang meneliti orang yang terbaring tidak berdaya itu. Alva pun memukul bahu Leon untuk membuatnya diam
"gimana?"Tanya Bara
"keliatannya baru aja."kata Arga
Arga berdiri dan kembali berjalan masuk kedalam hingga akhirnya meraka mendengar suara bising orang yang sedang berkelahi.
"sepertinya ada orang."kata Alva
dengan cepat Arga langsung mengambil pistolnya dan menembakkan peluru ketika melihat Achilles yang sudah babakbelur karena lawannya yang tidak sepadan dan dirinya yang sudah lelah.
Achilles ambruk bersamaan dengan Lelaki yang Arga tembak tepat dikepalanya. dengan cepat Arga menahan tubuh Achilles. "a-aria."kata Achilles terengah-engah
"kak, bertahanlah."kata Arga
"sekarang gimana?"Tanya Bara
Arga menatap kedepan. dirinya bimbang apakah harus menyelamatkan Aria sekarang atau kembali untuk mengobati Achilles yang terluka cukup parah.