Argaria

Argaria
Chapter 91



"sorry, aku tidak tahu."kata Aria tertawa kecil.


Aria memperbaiki duduknya berhadapan dengan Raga. "ya ...kau tahu, itu kebiasaanku."kata Aria.


"ya...."jawab Raga.


"rasanya seperti.....hm? lupakan."kata Raga sambil menggelengkan kepalanya pelan.


"seperti apa? anak kecil?"tanya Aria antusias.


Raga menggeleng. "lupakan saja, tuan Putriku."kata Raga bangkit dari duduknya.


Aria menatap Raga heran. "hei, Raga, kenapa kau membangunkanku padahal hari ini hari libur?"tanya Aria.


"bukan apa-apa, bukankah hari ini Arga pergi dari pulau? katanya dia ingin berberes dan membawa semua barang-barang kesini."kata Raga.


"apa hubungannya denganku?"Tanya Aria.


Raga berbalik menatapnya dengan tatapan Heran. "apa yang kau katakan?" Tanya Raga.


"....bukan apa-apa."kata Aria.


"aku tidak mengerti. sejak Arga datang kemarin sikapmu berubah drastis, apa ada sesuatu antara kau dengannya? seperti....em.... masalah gitu?"tanya Raga.


"tidak ada masalah apapun, tidak perlu khawatir."kata Aria tersenyum lalu pergi meninggalkan Raga.


Raga hanya diam melihat Aria yang meninggalkannya. "dia menghindar, apa memang ada masalah dengan Arga? atau hanya firasat ku saja?"batinnya bertanya-tanya.


Aria keluar dari kamar mandi lengkap dengan baju santainya.



Raga melotot menatap pakaian Aria. "heh! ngapain pake baju itu?!"tegur Raga.


"hah? terserah aku dong."sahut Aria.


Raga menghela nafasnya dan berjalan kearah Lemari pakaian Aria. Aria hanya mengabaikan Raga yang sibuk memilah-milah pakaian untuk Aria.


Bruk.


Raga melempar pakaian kepada Aria. Aria memperhatikan baju tersebut.



"gak! gak!"tolak Aria.


"itu aja bagus."kata Raga.


"hah? kamu gak tahu style sekarang apa? ini tuh bagus tau."kata Aria.


"memangnya kenapa kalo kelihatan? peduli kamu?"Tanya Aria selangkah kedepan menatap Raga.


"masalah gitu aku peduli sama kamu? memang apa salahnya kalo peduli sama orang disukai?"tanya Raga memajukan tubuhnya hingga Dirinya sangat dekat dengan Aria.


Aria membulatkan matanya tidak percaya dengan apa yang dikatakan Raga, begitupun dengan Raga yang terdiam mengingat perkataan yang Dirinya ucapakan.


Mareka berdua memalingkan wajahnya kesamping hingga keheningan melanda mareka berdua. Aria pun meliriknya matanya kearah Raga begitupun sebaliknya.


kini matanya terpaku menatap Pantulan dirinya Dimata Raga yang kecoklatan itu. Tangan Raga terangkat Kearah Aria.


Bruk.


Dirinya membawa Aria kepelukannya, tampak pipinya kini bersemu merah tipis. "apa salah jika aku mencintaimu?"Tanya Raga.


Aria menggelengkan kepalanya pelan didalam pelukan Raga. "tidak! tapi sejak kapan?"Tanya Aria.


"tidak tahu."jawab Raga.


Aria mengangkat tangannya membalas pelukan Raga. "jadi, kapan kita pergi?"Tanya Aria.


"kemana?"tanya Raga.


Aria melepaskan pelukannya. "bukankah ada seseorang yang harus kita antar kepergiannya? ayo."kata Aria sambil menarik tangan Raga.


"hm....ah? bajumu!"kata Raga.


"lupakan saja."kata Aria berlari meninggalkan Raga mengikutinya dari belakang.


...----------------...


mareka sampai di pantai. "baiklah, hati-hati saat pulang. oh ya, kapan kau kesini?"Tanya Devan.


"mungkin Minggu depan."kata Arga.


"maaf terlambat."kata Raga.


Arga mengalihkan pandangannya kepada Aria yang berjalan disamping Raga. "dimana Sayuri?"tanya Aria.


"hm? ah, dia sibuk jadi tidak bisa ikut mengantar."kata Raga.


"kau tidak mengatakannya kepadaku!"kesal Aria.


"aku lupa."kata Raga sambil mengacak-acak rambut Aria.


"CK, jangan sentuh rambutku!"kata Aria sambil menepis tangan Raga.


"utututu..... gadisku yang imut...."gemas Raga sambil mengunyel pipi tembem Aria