
Arga pun menahan tawanya saat melihat Aria yang sedang memejamkan matanya. "padahal gue hanya mendekat kenapa memejamkan mata?" pikir Arga
Arga mundur kebelakang. Aria pun membuka matanya saat Arga mundur kebelakang, seketika wajahnya memerah.
' astaga....apa yang gue pikirin tadi saat dirinya mendekat. ' batin Aria
"ekhem."dehem Arga
Aria menatap Arga dengan wajah heran.
"apa?"ujar Aria malu
"tadi....lo gak mikir gue bakal cium lo kan?"ujar Arga menahan tawanya
demi apapun, saat ini Arga sedang menahan tawanya Karena melihat wajah Aria yang sangat memerah seperti kepiting rebus.
"g-gak.....gue gak s-seperti itu."ujar Aria malu
tawa Arga pun pecah seketika.
"ya ampun ri, wajah Lo itu merah banget."ujar Arga sambil tertawa
"berisik."ujar Aria menggembungkan pipinya
Arga mencubit kedua pipi Aria.
"gemesin banget sih.... pengen gue makan."ujar Arga gemes
"apa?!"ujar Aria terkejut menatap Arga
' apa katanya pengen dia makan?! '
Aria menjauhkan tangannya Arga dari Pipinya.
"maksud Lo apa?"ujar Aria
"apaan?"ujar Arga
"tadi yang Lo bilang itu apa maksudnya?!!"teriak Aria
Arga mengusap telinganya yang sedikit berdengung karena teriakan Aria.
"telinga gue ri...."ringis Arga
"hehehehe sorry."ujar Aria cengengesan
"hehehehe." ujar Arga mengikuti suara Aria
Aria pun menatap jam tangannya yang menunjuk pukul 06:45. seketika dirinya terkejut.
"bentar lagi gerbang sekolah ditutup."ujar Aria pelan
"hah?"ujar Arga heran
"bentar lagi lonceng sekolah bunyi ga."panik Aria
"o-oke, kita pake mobil gue aja."ujar Arga
"tap-"
"cepetan."Ujar Arga
Aria dan Arga pun masuk kedalam mobil Arga. Arga pun menjalankan mobilnya dengan. kecepatan tinggi sehingga Aria yang berada disampingnya pun ketakutan.
Didepan gerbang.
Aria terdiam menatap gerbang sekolah yang sudah tertutup rapat.
"gue bolos aja deh."ujar Arga Santai
Arga berjalan masuk kedalam mobil tapi terhenti, saat melihat Aria yang terdiam sambil menatap gerbang sekolah yang sudah tertutup, seperti seekor anjing yang sedang minta diberikan makanan.
"Lo kenapa?"ujar Arga
"gue..... telat."ujar Aria tidak percaya
"iya, kita telat sekitar 20 menit."Ujar Arga
"ugh..ini semua salah Lo."ujar Aria menatap Arga
Arga menunjuk dirinya sendiri dengan wajah kebingungan Lalu menghela nafasnya.
"terserah."Ujar Arga acuh
Arga pun terkejut saat melihat Aria mencoba menaiki gerbang sekolah.
"l-lo ngapain woy?!! turun!!"teriak Arga
"gue gak mau telat."ujar Aria
"udah telat duluan."ujar Arga
Aria pun turun menatap Arga dengan wajah cemberut.
"mendingan Lo ikut gue aja."ajak Arga
"gak mau."Ujar Aria tetap bersikeras
"seandainya kita masuk pun bakal kena hukuman gegara telat ri..."ujar Arga
Aria Diam mencerna perkataan Arga yang menurutnya ada benarnya.
"jadi....kita bolos aja,gimana?"ajak Arga
"setidaknya kita gak bakal dihukum."ujar Arga
"gak...."ujar Aria mengalihkan pandangannya dari Arga
Aria pun diam, tidak menghiraukan Arga sedikit pun.
"ya?"ujar Arga
Aria pun menatap Arga.
"oke, gue anggap Lo setuju."ujar Arga sambil menarik tangan Aria masuk kedalam mobilnya.
entah sudah berapa kali Aria menghela nafas.
"Lo kenapa sih? menghela nafas Mulu."Ujar Arga
"gue gak ngerti deh sama Lo ga."ujar Aria
"maksud Lo?"tanya Arga heran
"kenapa sih Lo ngajak gue keapart lo Mulu?"ujar Aria kesal
"terus lo mau kemana?"ujar Arga
"ya..... jalan-jalan kek apa kek."ujar Aria
"kalo Kita jalan-jalan pas ketahuan gimana?"ujar Arga
Arga berjongkok dihadapan Aria yang sedang duduk disofa.
"emangnya Lo mau ketahuan."ujar Arga
Aria pun menggeleng.
"makanya kita disini aja dulu."ujar Arga
Arga pun sibuk memainkan game diponselnya sedangkan Aria menatap langit-langit.
"Arga."panggil Aria
"apa lagi?"ujar Arga
"gue laper."Ujar Aria
"yaudah makan sana."ujar Arga
"em..... masakin."rengek Aria
"Lo manja apa ngidam?"tanya Arga
Arga menghela nafas panjang saat Aria menatapnya dengan tatapan puppy eyes. Arga pun memasang jaket yang dirinya lempar kan beberapa saat yang lalu.
"ayo."ajak Arga
"kemana?"tanya Aria menatap Arga
"Lo mau makan gak?"ujar Arga
"mau!!!"ujar Aria semangat
dari belakang
"ayo."ujar Arga
Aria mengikuti Arga dari belakang sambil bersenandung kecil.
hingga akhirnya kini Arga dan Aria pun berada disebuah warung makan yang letaknya tak jauh dari apart Arga.