
Sore hari
tampak Aria dan temen-temennya sedang bersiap-siap untuk pergi ke-pesta. mulai dari merias wajah sampai memilih sepatu untuk dikenakan oleh Mareka. "gimana cocok gak?"tanya Maria meminta pendapat kedua temannya
"iya, ri ambilin jepitannya."ujar Shopia yang sedang Fokus menata rambut ikal Aria
"nih."
"ish, liat dulu jangan asal jawab."ujar Maria kesal
Shopia pun menghela nafas lalu menatap Maria."nih,dah kan?"ujar Shopia
Maria pun terkekeh. Aria yang sudah selesai ditata rambutnya pun bercermin. "kok cuma gue yang gak ada jepitan bunganya?"tanya Aria "kalian berdua ada."protes Aria
Shopia menatap Aria tajam seketika Aria pun meneguk salivanya."g-gue cuma bercanda."ujar Aria tertawa canggung
Shopia hanya bisa menghela nafas melihat ke-dua sahabatnya yang sudah siap untuk pergi sedangkan dirinya masih belum selesai merias dirinya akibat ke-dua sahabatnya itu. "shopia, udah belum?"tanya Aria
"Lo buta apa gimana?gak liat gue lagi rias."ujar Shopia kesal
"lama banget sih."ujar Maria
"kan tadi disuruh duluan malah entar."ujar Aria
"emangnya salah siapa gue lambat?hm?"tanya Shopia
"ya...kan lo yang lama berarti Lo yang lambat,ya gak?"tanya Aria menyenggol lengan Maria
Maria pun mengangguk. "oh,jadi salah gue?"
Maria dan Aria mengangguk. "siapa tadi yang minta tatain rambut sama gue?" Tanya Shopia menatap ke-dua gadis yang ada dibelakangnya melalui cermin
tampak Mareka terdiam tidak bisa membantah,"lalu siapa yang pengen pinjam sepatu sama gue? padahal gue udah bilang letaknya dibawah kasur malah nyari dibawah lemari."ujar Shopia
Mareka berdua pun bungkam."jangan mentang-mentang Lo berdua udah selesai malah nyalahin gue yang lambat."omel Shopia
"tau nih, Maria."ujar Aria menunjuk Maria
Maria mendelik menatap Aria."lah, kok gue?Lo juga sama kali."ujar Maria tak terima
"udah,gue udah siap."ujar Shopia bangkit melangkah keluar
"Lo sih."bisik Aria menyalahkan Maria
"lah?kok gue lagi?"bisik Maria
"cepetan."ujar Shopia
Maria dan Aria pun menyusul Shopia yang menunggu Mareka berdua diruangan tengah. "S-shopia."panggil Aria
Shopia berbalik menatap Aria.
Sruk
Aria dan Maria memeluk tubuh Shopia."kita minta maaf."ujar Mareka berdua serentak
Shopia pun tersenyum sambil membalas pelukan Mareka berdua."gak papa."
Mareka pun melepaskan pelukannya.".... sebagai gantinya lo berdua harus beresin kamar gue, setuju?"
"oke."ujar Aria
disisi lain tampak Arga dan Bara hanya diam menatap ke-dua temannya yang sedang merapikan pakaiannya Mareka dikamar Arga. "Udah belum?"tanya Arga
"bentar,bentar."ujar Leon sambil menyemprotkan parfum ketubuhnya
"bagi dong."ujar Alva
Leon pun memberikan parfum tersebut. seketika Arga melotot saat mencium bau parfum tersebut. "itu parfum gue, anjir."ujar Arga
dengan cepet dirinya bangkit dan merebut parfum tersebut. "minta gak bilang."ujar Arga kesal
"yaelah bos,minta dikit Napa."ujar Leon
"minta? gue beli aja mahal,lah elo malah minta."Ujar Arga menyimpan parfum tersebut kedalam lemari
"nih, dia nih, Ama temen aja pelit."ujar Leon
"terserah gue."ujar Arga
"ga,Lo yakin mau pergi?"Tanya Bara
"Kenapa emang?"tanya Arga
"gak,cuma acara kali ini kolaborasi Sama sekolahnya si Dhika,Lo yakin?"tanya Bara
"iyalah."ujar Arga
Aula sekolah.
Mareka pun berjalan menuju kursi yang tersusun rapi. bersamaan dengan itu tampak Arga dan temen-temennya yang baru saja tiba. "itu Arga kan?"tanya Maria menunjuk seorang lelaki yang memakai tuxedo berwarna hitam dan warna putih di bagian kirinya.
"iya."ujar Aria tersenyum
"gue mau kesana."ujar Shopia
"pasti mau ketemu Bara."goda Maria
"CK.. berisik, Lo ikut gak?"tanya Shopia kesal
"ikut."ujar Maria
Shopia dan Maria menatap Aria yang sedang duduk termenung. "Aria?"
"em?gue ikut."ujar Aria bangkit dari duduknya
Tampak Arga yang sedang duduk sambil memainkan ponselnya dan Ketiga temannya yang sedang mengobrol.entah apa yang mareka bicarakan. "boleh gabung?"tanya Shopia
Bara pun menatap Shopia lalu menepuk kursi yang ada disampingnya sedangkan Maria duduk ditengah-tengah Leon dan Alva. "gue dimana?"tanya Aria menunjuk dirinya
Arga mendongak saat mendengar suara gadis yang dirinya sukai. Aria pun mengalihkan pandangannya dari tatapan Arga.
Tap tap
Arga menepuk kursi yang ada disampingnya. "disini kosong."ujar Arga
Aria terdiam menatap Arga lalu duduk disampingnya. "kalian baru nyampe?"tanya Maria
"iya,baru saja."ujar Leon dan Alva bersamaan
Mareka pun menatap kearah Leon dan Alva kecuali Arga yang kembali sibuk dengan ponselnya. "apaan nih?"goda Shopia
"kayaknya ada penggemar rahasia deh."goda Aria
Arga menatap Aria dengan tatapan heran. Aria pun menatap Arga. "apa?"tanya Aria
Arga tidak menjawab dan memasukkan ponselnya kedalam saku.
Ting!! Ting!!
seluruh murid pun menatap kearah panggung yang ada dihadapannya.
"Hadirin sekalian, terimakasih sudah datang ke acara tahunan disekolah kita. berdirinya saja disini adalah untuk menggantikan kepsek berbicara Karena beliau gak bisa bicara ehh maksudnya Sibuk. langsung aja kita juga akan mengadakan acara tahunan yaitu memilih Raja dan Ratu pesta di acara kita."
seketika seluruh murid pun bersorak. "Tenang, Tenang semuanya, dihadapan kalian terdapat minuman dan didalamnya siapapun yang menemukan mahkota kecil didalamnya adalah Raja dan Ratu pesta tahun ini."ujar MC
Aria menatap minuman yang ada dihadapannya dan menatap ke sekeliling tampak semua orang sangat bersemangat untuk meminumnya. "Aria gak minum?"tanya Maria
Arga pun bangkit. "kemana?"Tanya Bara
"toilet."
"gak, g-gue minum."ujar Aria
Aria pun mengambil gelas yang berisi jus didalamnya dengan perasaan gugup. ' semoga gak ada mahkota itu ' batinnya
Aria meminum minuman tersebut hingga tandas. seketika dirinya terkejut melihat mahkota kecil didalam gelasnya. "wah.... Aria dapat."kagum Maria
"ti-tidak i-ini."panik Aria
"ayo maju."ujar Shopia
"tapi-"
"ayo."ujar Maria
Shopia yang berada disamping Aria pun mengangkat tangan Aria keatas. "ya? ada apa?"tanya MC
"Saya menemukan mahkotanya."ujar Shopia
"Shopia?!"ujar Aria terkejut
"bagus sekali! ayo maju."seru MC
tampak Shopia yang menyeringai puas melihat Aria yang dikerjainnya. "ayo maju."ujar Shopia
Aria menghela lalu berjalan naik keatas panggung. tampak banyak gadis-gadis yang berbisik-bisik melihat Aria yang berdiri diatas panggung.
"bukankah itu Aria?"
"iya, pasti dia curang."
Prok Prok
"baik semuanya, ini semua adil gak ada yang curang."ujar MC