Argaria

Argaria
Chapter 34



"Aria, apa kau...."


"aku mau tanya."


Aria menatap kedua mata Arga lekat. "a-apa?"


"ketika kau membawaku kerumah sakit,apa yang dokter katakan?"


"itu....dokter bilang kalau kamu baik-baik saja dan.......sedikit kelelahan."


"yakin tidak ada selain itu?"


"i-iya."


"kau menipuku, Arga. kau membohongiku."


"apa maksudmu."


"saat itu dokter bilang aku hamil kan? iya kan?!"


"Aria,apa yang kau katakan?kau tidak hamil. pasti kau cuma-"


Aria memberikan sebuah kertas kesehatan kepada Arga. Arga diam menatap kertas ditangan Aria. "baca!."


dengan ragu Arga pun mengambil dan membaca isi kertas tersebut. "aku hamil ga. kenapa kamu gak bilang saat itu?"


"oke, aku minta maaf tapi aku gak mau kamu sakit hati dengernya dan aku gak mau kamu bakal ngelakuin hal yang aku pikirkan selama ini."


"tapi kamu sudah mengetahuinya kan? kalau begitu aku mohon terima saja Aria. jangan melakukan apa yang akan membuatmu menyesalinya."


"aku tahu, tapi kamu gak tahu apa yang gue rasakan. aku.....aku hancur,aku tidak tahu harus ngapain...."ucap Aria sambil menutup wajahnya


perlahan-lahan terdengar tangisan dari balik tangan Aria yang menutupi wajahnya. Arga hanya terdiam melihat Aria yang Menangis.


dengan ragu-ragu Arga mengangkat tangannya untuk membawa Aria kedalam pelukannya. dan mengusap punggung Aria lembut. "aku tahu kamu kecewa. maaf ya karena gak bilang dari awal."


"dan satu lagi, semua yang terjadi pada kamu saat itu aku yang bakal tanggung jawab."


Aria pun melepaskan pelukan Arga dan menatapnya terkejut. "tidak Arga! kau tidak perlu tanggung jawab. kamu tidak salah."


Arga tersenyum dan mengambil tangan Aria, menggenggamnya erat."tapi semua ini terjadi gara-gara aku. jika saja saat itu aku bisa menemukanmu lebih cepat dan jika aku mengikutimu dari awal semua ini tidak akan terjadi."


"dan aku merasa bersalah. bisa tolong kau pikirkan ini? kamu juga tahukan aku tidak bisa hidup tanpamu, jadi pikirkan ini baik-baik."


Aria terdiam. sementara itu Disisi lain tampak Achilles mengepalkan tangannya erat. "dasar Lelaki sialan."geram Achilles


"yah...drama cinta yang memuaskan. kuharap endingnya tidak menyedihkan." ujar Handry


"berisik!!"


"kenapa kau jadi marah begitu?"


"berani-beraninya serangga itu melamar adikku. liat saja aku tidak akan merestui hubungan Mareka." ujar Achilles sambil tertawa terbahak-bahak


"hentikan, kau terlihat seperti tokoh ketiga diantara mareka lagian itu kan hak orangtuamu."


"aku tidak peduli. selama aku masih hidup tidak ada yang bisa mengambil adikku dariku."


"sudah kubilang hentikan."


Achilles tidak mendengarkan perkataan Handry yang menegurnya. seketika Handry terdiam saat melihat wajah Aria dari dekat. kok Familiar ya? pikir Handry


"mungkin cuma firasatku."gumamnya


Disisi lain tampak Aria yang sedang termenung, pikirannya berkecamuk. "sial,aku tidak bisa mengendalikan pikiranku."


ceklek


Arga pun masuk kedalam kamar Aria dipenginapan. "Aria?"


hening tidak ada Jawaban.


"Aria?" panggil Arga sambil menowel pipi Aria dengan telunjuknya


Aria tertegun. "s-sejak kapan kau disini?!"


"baru saja, aku panggil dari tadi gak dijawab."


"ya ampun Arga, ini tuh dipenginapan kalo orang liat terus mikir macam-macam gimana."


"kamu yang mikir macam-macam."kata Arga sambil mencubit kedua pipi Aria


"ish, Arga!! sakit tau."


"hahaha sorry."


beberapa hari kemudian.


Aria pun membereskan barang-barangnya. "kupikir Lelaki itu sudah lupa ternyata dia malah menyuruh pulang bahkan sampai mengirimkan sopir pribadinya kesini."


"pulang."jawab Aria sambil memasukkan bajunya kedalam koper


"gue anter gimana?"


"gak, udah ada yang mau anterin."


"siapa?" tanya Arga dengan tatapan tajam


"santai aja kali, dia....dia...."kata Aria bingung


"dia siapa?"


"dia....aku gak tahu, tapi namanya Achilles Vandoria."


"Achilles Vandoria?"


"kenapa?


"gak, bukan apa-apa, aku boleh ikut."


"ngapain tanya aku tanya aja itu sopir pribadinya."


Aria pun keluar sambil menarik kopernya dengan Arga yang mengekorinya dibelakang. "Arga, kamu ngapain sih ngikutin aku?"


"mau ikut."


"Arga-"


"gak apa-apa non, tadi tuan Achilles sudah mengizinkan."


"tuh, kata sopirnya aja gak apa-apa."


"terserah." kata Aria sambil memasukkan kopernya kedalam bagasi lalu masuk kedalam mobil. "ciee ngambek."


"gak ngambek."


"cieee ngambek."


"Arga!!"


Arga pun tertawa melihat Aria yang kesal karena dirinya. "pak, ngebut aja."


"gak boleh, entar masuk angin gimana?"


"makanya Lo diem."


"lah,kok aku?"


"diem! gue mau tidur."


"sensi-an amat sih Bun."


"Bun, Bun, Lo mau katain gue buntal?!" kesal Aria


"gak git-"


"diem!!."


Arga pun terdiam saat Aria membentaknya dan memalingkan wajahnya kesamping. imut banget. batin Arga


"ga?"


hening


"Arga?"


Arga diam menatap Aria. "Arga?! Lo nyuekin gue?!" bentak Aria


"kan kamu yang nyuruh aku diem, mau tidur katanya."


"diem!! jangan nyaut, gue mau panggil aja Lo udah alasan kaya gitu."


"kan bener kaya gitu."


"gue bilang diem jangan nyaut!"


"serba salah aku dari tadi. mau kamu sebenarnya apa sih?"


"tuh kan kamu malah marah."


"aku gak marah ri."


"Bohong!"


Maaf baru up soalnya banyak kerjaan 🙏🙏


tolong up and komen ya✨✨