Argaria

Argaria
Waktu bersama kakak.



Aria menatap dirinya di pantulan cermin. Hari ini dirinya memakai baju putih dengan rok panjang bermotif bunga-bunga.



( baju yang dipakai Aria)


Dirinya berputar didepan cermin itu untuk kesekian kalinya. Achilles yang menatap adiknya sambil berbaring di kasur hanya menggelengkan kepalanya. "Kapan kita berangkat?"tanyanya.


"hm? sebentar lagi."kata Aria sambil memperbaiki riasannya.


"Ariana Vandoria, sudah berapa lama kau didepan cermin?"tanya Achilles menatap Aria bosan.


"em....2 tidak, mungkin sekitar 3 jam."gumam Aria.


Achilles menepuk jidatnya lalu berjalan menghampiri Aria. Dirinya pun memengang kedua pundak Aria dari belakang dan memalingkannya menghadapnya. "Aria, adikku tersayang dan tercantik sedunia! tanpa perlu merias dirimu seperti ini, kau sudah cantik buat apa kau merepotkan dirimu hm?"kata Achilles.


Aria terdiam memikirkan perkataan Achilles. "Kaka, kau tidak mengerti. Aku ingin menjadi yang paling cantik diantara orang-orang."kata Aria.


"begitu? apa perlu aku merusak semua wajah orang yang datang kemari?"tanya Achilles membuat Aria melotot.


"Kaka, kau gila?!"kesal Aria.


"sudahlah, aku hanya bercanda."kata Achilles sambil merangkul bahu Aria dan membawanya keluar. "Kaka...aku belum selesai."kata Aria.


"adikku sudah cantik."kata Achilles membuat Aria tidak dapat melawannya lagi.


...----------------...


Aria kagum melihat sekolahnya yang dihias dengan meriah bahkan ada orang yang berjualan dihalam sekolah yang luas itu. "Kaka, aku ingin itu, itu , dan itu."kata Aria menunjuk pada kios yang menjual makanan.


setelah lama Achilles membawa Aria berkeliling, dirinya pun duduk di kursi dan meletakkannya belanja milik Aria disampingnya. "Aria, kalo makan itu duduk."tegur Achilles kepada adiknya yang sedang memakan camilan sambil berdiri.


Aria mendudukkan dirinya disamping Achilles. "kaka apa kau mau?"tanya Aria.


Achilles menatapnya datar lalu memalingkan wajahnya. "kau pasti menjebak kakakmu ini kan."tebak Achilles yang jawab kekehan oleh Aria.


"makanlah dengan tenang dan jangan sampai berlepotan."Tegur Achilles.


Achilles mengelap bibir Aria menggunakan sapu tangannya."kau ini sudah dewasa, tapi kenapa sikapmu masih seperti anak kecil hm? apa kau tidak malu?"tanya Achilles sambil membersihkan wajah Aria.


"kenapa aku malu? yang disampingku sekarang adalah kakaku tercinta. lagian waktu-waktu seperti ini akan berakhir nanti kan."kata Aria.


"tidak akan aku biarkan itu terjadi."kata Achilles membawa Aria kepelukannya.


Aria melepaskan pelukannya. "kakak aku izin sebentar."kata Aria.


"ku tebak, sakit perut?"Tanya Achilles dianggukki Aria.


"pergilah. apa perlu aku temani?"Tanya Achilles.


"tidak, aku bukan anak kecil."kata Aria meninggalkan Achilles yang terkekeh geli.


"bagiku kau adalah malaikat kecilku, Aria."gumam Achilles sambil menatap Aria yang semakin menjauh.


...----------------...


Aria menghela nafasnya lega setelah keluar dari toilet. "sekarang aku harus kembali ke tempat kakak."gumam Aria.


Set.


Bruk.


baru saja beberapa langkah ada seseorang yang menarik lengan Aria, hingga dirinya langsung tertabrak dada bidang orang yang menarik tangannya.


Dirinya mendongak menatap si pelaku. "Raga!"kaget Aria.


Raga tersenyum sambil memegang pinggang Aria. "apakah jalan-jalannya asik tuan putri?"Tanya Raga.


"bagaimana kau tahu?"tanya Aria balik.


"semua yang tuan putriku ini lakukan aku pasti mengetahuinya."kata Raga tersenyum