Argaria

Argaria
Chapter 70



"Kenapa katamu?"


Bugh.


Grisella menendang perut Aria dengan keras. "ugh..."


"sungguh menyenangkan melihatmu seperti ini."


Grisella kembali berjongkok dihadapan Aria sambil menyeringai lalu mendongakkan kepala Aria secara paksa. "lihat wajahmu yang kesakitan itu! rasanya semakin ingin aku menggores luka ditubuh mu."kata Grisella.


Grisella melepaskan tangannya dari dagu Aria dan mulai meraba kedalam saku jaketnya. "mari, kita lihat. apa yang aku bawa untukmu."kata Grisella.


Grisella pun memamerkan pisau kecil yang dia ambil dari sakunya kepada Aria. "wah...kau lihat, ini sangat berkilau. aku penasaran sekali apakah ini tajam?"tanya Grisella.


"bagaimana kalau kita coba? kau tidak keberatan kan?"tanya Grisella Sambil mengambil tangan Aria


Sreet.


Sreet.


Sreet.


darah segar kembali mengalir dari lengan Aria yang digores oleh Grisella entah sudah yang keberapa kalinya. Aria hanya bisa menahan tangisnya.


"wah...ini sangat tajam sekali, hm?apa?kau mau sebelahnya lagi? kenapa tidak bilang."kata Grisella seraya mengambil tangan Aria yang satunya.


Sreet.


Sreet.


Sreet.


"nah...apa kau puas?"tanya Grisella tersenyum menyeramkan.


"k-ku.....m-mo-mohon...."


"hm? mau bilang apa?"tanya Grisella.


"l-le-pas....kan....a-ku..."kata Aria dengan tatapan menyedihkan.


"kau tahu ini masih belum seberapa."kata Grisella.


Plak.


Grisella pun menampar wajah Aria lalu berdiri meninggalkan Aria. "harusnya kau sadar kalau kau tidak layak untuk Arga."gumam Grisella.


Brak.


"sudah seminggu Aria diculik, apakah tidak ada informasi?!"amuk Achilles sambil memukul meja kerjanya dengan kencang.


"tenanglah les... kami akan berusaha lagi."kata Handry.


Brak.


Achilles melempar berkas yang ada di tangannya. jika saja Handry tidak menghindar mungkin sudah mengenai wajahnya tetapi dengan cepat Handry menghindari lemparan Achilles. "dengar! aku ingin kau menemukan Aria secepatnya! jika tidak kau..."kata Achilles seraya mematahkan bolpoinnya.


Handry meneguk Saliva Dengan susah payah. memang bagi orang lain itu hanya sebuah pelampiasan amarah tetapi tidak bagi Achilles yang berarti dia sendiri yang akan mematahkan leher orang itu. terlebih lagi Achilles adalah orang yang menepati janji jika sudah berkata begitu maka siapapun itu akan apa yang dijanjikannya akan dia lakukan. "b-baiklah. aku akan menyuruh anak buahku untuk mencarinya."kata Handry.


"aku menyuruhmu untuk mencarinya bukan anak buahkmu."kata Achilles tajam.


keesokan harinya Arga duduk bersandar dibankar sambil melamun. seketika lamunannya buyar saat kedatangan ke-tiga sahabatnya itu. "gimana kabar Lo?"tanya Alva.


"biasa."jawab Arga.


Leon pun memberikan bunga mawar kepada Arga yang menatap aneh. "ngapain Lo bawa begituan?"tanya Arga heran.


"bukannya kalo orang sakit selalu dibawain bunga ya?"tanya Leon polos.


"Lo kira gue belok apa? gak, gak bawa balik tuh bunga."kata Arga mendorong bunga tersebut kepada Leon.


"yaelah, bos. terima Napa."kata Leon cemberut.


"kalo gue terima kenapa? seneng Lo?"kata Arga sinis.


"hehehehe ya dong. makin cinta sama bos."kata Leon.


Bara, Arga dan Alva pun menatap Leon horor. entah kenapa rasanya sangat menjijikan mendengarnya. "gila Lo!"kata Bara.


"gue sih mending lajang seumur hidup dari pada sama Lo!"kata Alva jijik.


"canda! yaelah...."kata Leon kesal.


"Lo kapan keluar?"tanya Bara.


"besok, lagian Lo ngapain coba bawa gue kerumah sakit."kata Arga.


"lah bos, bukannya enak ya dirumah sakit? bisa lihat suster cantik."kata Leon.


Arga pun menjitak jidat Leon dengan keras. "nggak tertarik gue."kata Arga