
Arga pun mengejapkan matanya beberapa kali saat sinar matahari menerobos masuk kedalam rumahnya.
Arga mengerang sambil memegang kepalanya yang terasa sedikit berdeyut akibat kemarin. "gue dimana?"tanya Arga
Arga pun menatap sekelilingnya. dirinya pun diam saat mengetahui kalau dirinya berada dirumahnya. pasti Bara yang nganterin gue pikirnya sambil bangkit dan sofa.
Arga terdiam melihat ke-tiga temannya yang tidur dilantai dengan posisi yang berbeda-beda.
sementara itu Aria dan teman-temannya sedang sarapan bersama diikuti dengan obrolan ringan. "gue denger denger ya sekolah lain juga bakal diundang loh."ujar Maria
"benarkah?"tanya Aria
"iya, berarti bakal banyak lelaki tampan kan?Kya....aku sudah tidak sabar."ujar Maria heboh
"oh,ya ngomong-ngomong Fania kemana ya? jarang banget kita ngumpul bareng."Ujar Aria
Shopia dan Maria pun terdiam. "kalian pasti pernah bertemu dengannya kan?"Tanya Aria
"gak, bukannya dia sibuk menyiapkan pesta malam ini."ujar Shopia
"ah....iya."ujar Maria
Aria menatap ke-dua temannya heran. sepertinya ada yang Mareka sembunyikan. batin Aria
"em..... kalian sudah bawa dress buat malam ini kan?"tanya Shopia mengalihkan pembicaraan
"i-iya dong."ujar Maria
"sayang banget Sindy gak ikut ya."ujar Aria lesu
"yah....mau gimana lagi dia kan Sibuk merawat ibunya yang sedang sakit."ujar Maria
"Sindy?"tanya Shopia heran
"anak paman gue."ujar Maria
Shopia pun ber-oh ria. disisi lain Arga sedang berbaring disofa sambil memainkan ponselnya. "Arga, Lo gak Sibuk kan? bantuin gue jaga Dara dong."ujar Gita
"gue juga sibuk, Lo bisa liat sendiri."ujar Arga
"palingan cuma mikirin mama Aria."ujar Gita menatap Arga datar
"mama Aria?oh..... Aria maksud Lo?"
"kasian udah pikun mana masih muda."ejek Gita
"bre-"
Plak
"Lo bisa gak sih jangan pake kata-kata kasar."tegur Gita
"yaelah gitu doang."
"bukan urusan Lo."ujar Arga kesal
"ciee... ditolak,yah wajar sih siapa juga yang mau sama Lo."ejek Gita sambil tertawa
Arga pun bangkit masuk kedalam kamarnya. Disisi lain disebuah bangunan yang tidak terpakai. tampak dua orang gadis berhadapan. "mau apa Lo?"tanya Sindy kepada gadis yang ada dihadapannya
"gue mau Lo gabung sama gue."ujar Fania
"ngapain gue gabung sama Lo?"sinis Sindy
Fania mendekat kepada Sindy yang menatap dengan tatapan datar." Lo gak usah pura-pura polos deh, Lo tau kan gue gak suka sama Aria? dan gue yakin Lo juga sama."ujar Fania melipat kedua tangannya
"gue gak perlu bantuan Lo."ketus Sindy
"gue yakin Lo perlu bantuan gue, secara gue salah satu sahabat Aria."ujar Fania "dan lo, Lo apa? hanya pendatang dihidupnya."ujar Fania meremehkan
"dan....gue juga tahu siapa Lo?dan apa tujuan Lo untuk mendekatinya."
Sindy menatap Fania heran."maksud Lo?"
"ternyata Lo itu bodoh ya."sinis Fania "gue tahu Lo mau Arga kan? Karena itu Lo mendekati Aria untuk merebut Arga darinya"ujar Fania
Fania pun mendongakkan kepala Sindy."dan gue juga tahu kalau Lo itu salah satu teman masa kecilnya Arga."ujar Fania
"siapa lo?"Tanya Sindy
Fania pun tersenyum."gue? hahahaha...gue cuma gadis biasa."ujar Fania
"tapi....ah.... lupakan saja Gri-sel-la."ujar Fania
"nama gue Sindy bukan Grisella."ralat Sindy
"hahahaha... sudah gue bilangkan, gue tahu siapa lo sebenarnya."ujar Fania
"apa yang Lo mau dari gue?"tanya Sindy menatap Fania
"gue?gue mau Lo ikut gue."ujar Fania
"kenapa Lo Mau menghancurkan Aria?"tanya Sindy
"kenapa? karena bagi gue Aria itu pengganggu, jelaskan?"ujar Fania
"apa jaminannya?kalo gue ikut Lo."tanya Sindy
"gue kira lo bodoh seperti Lelaki itu." ujar Fania meremehkan
"maksud Lo?"
"Dhika, Andhika Pratama. Lo kenalkan?"