Argaria

Argaria
chapter 3



Bara pun menatap Arga


"oke"ujar bara


Arga pun mengisyaratkan bara untuk meninggalkannya sendirian. Bara pun meninggalkan Arga


"Aria...."ujar Arga pelan


splash...


Arga pun menoleh kearah laut saat mendengar suara Tersebut. Arga pun berjalan kearah sumber suara tersebut. seketika Arga pun terkesima


hingga sampailah ia di sebuah pohon besar. Arga pun mengintip dari belakang pohon tersebut


sementara itu Aria sedang berendam dalam air laut ditemani bintang dan cahaya bulan


"... airnya dingin"ujar Aria


sreek


Aria pun terkejut mendengar suara ranting patah. Aria pun berpaling seketika ia terkejut melihat Arga yang menatapnya terpesona


whusss


angin pun berhembus saat Mareka berdua menatap kearah satu sama lain. seketika Aria pun sadar kalo dia sedang tidak memakai apapun.


byurr


Aria pun menenggelamkan tubuhnya hingga sebatas bahunya


"a-ah.......... maaf.... gue kira peri laut muncul kepermukaan untuk melihat cahaya bulan yang indah ini"ujar Arga sedikit panik


Aria pun mengalihkan pandangannya


"maaf......"ujar Arga


Arga pun berbalik


"Lo mau pake baju kan, pakai aja..gue gak bakal ngintip"ujar Arga


Aria pun menatap punggung Arga yang tegap. perlahan-lahan Aria pun keluar dari air dan memasang pakaiannya sambil sesekali melirik Arga takut kalo dia mengintip


"sudah selesai?"ujar Arga


"iya"ujar Aria mengangguk


Arga pun berbalik menatap Aria yang duduk diatas batu karang. Arga pun menghampirinya lalu duduk disampingnya


"Lo belum tidur?"ujar Arga


"Lo bisa liat sendiri kok nanya"ujar Aria


Arga pun tersenyum


"sorry"ujar Arga


Aria pun menatap Arga


"gue penasaran nama Lo itu siapa sih?"ujar Aria


"Arga"ujar Arga


"maksud gue nama lengkap Lo"ujar Aria kesal


"argaria putra Alexander"ujar Arga


"argaria?"ujar Aria Bingung


"Arga"ujar Arga


"tadi katanya argaria"ujar Aria


"Lo salah denger"ujar Arga.


Aria pun mengingat perkataan Arga


"masa sih"ujar Aria ragu


"......udah gak penting"ujar Arga


Aria pun menatap Arga kesal


"bulannya cantik"ujar Arga sambil fokus menatap Aria


Aria pun menatap bulan yang bersinar terang di langit


"benar"ujar Aria kagum


whusss


angin pun kembali berhembus membuat rambut Aria menutupi sebagian wajahnya. Arga pun mengulurkan tangannya untuk mengalihkan rambut Aria dari wajah.


Aria pun menatap Arga yang menatapnya dengan tatapan teduh. Arga pun meletakkan tangannya kepipi kiri Aria


"cantik... cantik sekali"ujar Arga


Aria pun memalingkan wajahnya yang memerah


' apa katanya? cantik?' batin Aria malu


Aria pun teringat sesuatu


"em.....ga gue mau tanya"ujar Aria


Arga pun menatap Aria


"dimasa lalu gue sama Lo.......ada hubungan apa?"ujar Aria


"Kenapa?"ujar Arga


"gue..... cuma penasaran sama masa lalu gue"ujar Aria


"kalo gue beritahu Lo yakin gak bakal nyesel?"ujar Arga


Aria pun mengangguk


"iya....gue gak bakal nyesel"ujar Aria


Arga pun bangkit dari duduknya lalu melangkah meninggalkan Aria


"Lo mau kasih tahu gue gak?"ujar Aria kesal


Arga pun menghentikan langkahnya lalu menoleh


"good night honey"ujar Arga sambil mengedipkan sebelah matanya


wajah Aria pun memerah


"a-ARGA!!!!"teriak Aria


Arga pun pergi Sambil tertawa. Aria pun turun dari batu karang untuk berjalan-jalan diatas pasir hingga ia bertemu dengan seorang lelaki yang tak jauh dari hadapannya


Aria pun terdiam menatap lelaki tersebut


"Dhika?!"ujar Aria terkejut


lelaki itu pun menghampiri Aria lalu memeluknya erat


"ri gue kangen"ujar lelaki yang dipanggil Dhika tersebut


Aria pun terdiam. Dhika pun menangkup kedua pipi Aria


"akhirnya kita ketemu lagi"ujar Dhika


"l-lo kok disini?"ujar Aria


"gue tadi nanya sama bunda Lo katanya Lo wisata kesini jadi gue nyusul"ujar Dhika


"ngapain?"ujar Aria


"kita pulang yuk"ujar Dhika


"tap-"


"ayo"ujar Dhika menyeret tangan Aria. tanpa disadari mareka berdua ada empat orang lelaki yang melihat semua itu. lelaki itu adalah Arga dan sahabat-sahabatnya


"wah... tuh cowok kagak tahu aja pawangnya ada"ujar Leon


"bukannya itu Dhika?"ujar bara


alva dan Leon pun menatap bara


"ketua geng Black swasta?!"ujar Leon terkejut


Alva pun menoyor kepala Leon


"swan ogeb bukan swasta"ujar Alva


"berisik"ujar Arga dingin


Mareka berdua pun terdiam saat merasakan aura Dingin yang keluar dari tubuh Arga kecuali bara yang tidak terpengaruh sedikit pun.


bara pun menepuk pundak Arga


"selanjutnya?"ujar Bara


"gue harus membantu aria........ mengingat masa lalunya"ujar Arga


"Lo yakin bro?"ujar Bara


"sekali gue berkata tidak bisa dibantah"ujar Arga


"besok jam 3 sore bawa anak-anak kelapangan kosong"ujar Arga.


Alva dan bara pun mengangguk


"ngapain?"ujar Leon bingung


"kawin!!.....yaiyalah tengkar"ujar Alva


Leon pun ber-oh ria.


keesokan harinya.


para murid-murid SMA harapan bangsa pun kembali kerumah masing-masing menggunakan bus kecuali Aria yang sudah pulang duluan.


saat ini Aria sedang duduk di kursi taman sendirian. ia sedang kebingungan


' rumah Arga dimana sih? ' batin Aria


"boleh gue duduk?"ucap seorang lelaki


Aria pun mendongakkan kepalanya


"Arga?!"ujar Aria terkejut


ternyata lelaki tersebut adalah Arga orang yang dicari-carinya.


"Lo ngapa terkejut? kek liat hantu aja"ujar Arga sambil duduk disampingnya.


Arga pun menatap Aria


"gue tebak Lo pasti sedang nungguin gue kan?"ujar Arga


Aria pun memalingkan wajahnya yang sedikit memerah karena sudah ketahuan


"benarkan?"goda Arga


"b-berisik! siapa juga yang menunggu Lo"ujar Aria kesal


"iya... iya....Lo gak nungguin gue"ujar Arga tersenyum melihat wajah kesal Aria


"sebenarnya......"ujar Aria Bingung


"Lo nungguin gue"ujar Arga


Aria pun memukul pelan tubuh Arga dari samping. Arga pun tertawa


"Lo ngeselin....gue kan gak nungguin Lo"ujar Aria


"terus?"ujar Arga sambil tertawa


"gue mau nanya"ujar Aria


Arga pun menatap Aria heran


"apa Lo tahu masa lalu gue?"ujar Aria


Arga pun terdiam beberapa saat


"maksud Lo apaan?"ujar Arga bingung


"please ga..... jangan bohong sama gue. gue ngerasa familiar sama lo dan......Lo keliatannya tau masa lalu gue"ujar Aria


Arga pun tersenyum


"bisa jadi kita bertemu sebelumnya kan?"ujar Arga


"Arga. gue yakin lo ada dimasa lalu gue"ujar Aria


Aria pun menggenggam tangan Arga


"gue mohon sama Lo"ujar Aria


Arga pun menatap tangannya yang digenggam oleh Aria lalu menatap wajah Aria yang memelas kepada-nya


"......oke. gue ceritain"ujar Arga


"apa?! serius?!"ujar Aria terkejut


Arga pun mengangguk. Aria pun bangkit lalu memeluk Arga saking senangnya.