
Aria duduk termenung dihalaman yang luas dimansion milik Kendra, bahkan dirinya sempat bertemu dengan ibu tiri dan saudara tirinya. "jadi ayahku masih hidup ya?"gumam Aria
"tapi bukankah ibu bilang dia sudah tiada? lalu ini apa? tidak mungkinkan kalo ini semua mimpi?"pikir Aria
Aria pun mengelus perutnya yang buncit. "semua ini membuatku merasa semakin pusing."kata Aria bangkit dari duduknya
baru saja beberapa langkah, Aria bertemuas dengan orang yang ia temui di markas Kendra saat pertama kali membuka matanya. "apa yang kau lakukan disini?"tanya Aria
"menurut anda?" kata lelaki itu tersenyum
"mengganggu hari santai ku."kata Aria datar
lelaki itu tersenyum Canggung sambil menahan rasa kesalnya. "ah, anda pasti kesal karena saya belum memperkenalkan diri kan? nama saya-"
"aku tidak peduli."kata Aria datar
"a-anda sengaja membuat saya kesal ya?"kata lelaki itu sambil menahan untuk memukul gadis yang didepannya ini.
"benarkah? menurut anda begitu?"tanya Aria
"jadi Anda harus-"
krrringg.......krrringg......
Aria melihat layar ponselnya yang berbunyi lalu mematikannya. "maaf, sudah waktunya aku kembali kekamar."kata Aria meninggalkan Lelaki itu
"d-dasar gadis menyebalkan!"kata lelaki itu sambil sedikit berteriak.
seminggu kemudian.
Arga menatap kearah Achilles yang sudah siap dengan pakaian jasnya. "kau sudah siap?"tanya Achilles
"tentu saja, tapi bukankah akan lebih mudah jika menculik Aria saja."kata Arga
"apa maksudmu? aku harus pergi kemansion ayahku untuk melihat siapa calon suami adikku."
"siapa tahu lebih bagus daripada kamu."sindir Achilles
Arga pun tersenyum canggung. "omong-omong Kaka yakin? bukankah Kaka belum sembuh total?"tanya Arga
"tentu saja, sakit seperti itu tidak akan bertahan lama ditubuhku ini."kata Achilles
mareka berdua pun pergi kemansion Kendra sedangkan bara dan Handry sudah duluan untuk mengatur semua keperluan bos mareka berdua disana. Handry menoleh menatap Bara yang sedang mencek barang-barang Arga. "aku baru tahu kau punya bakat menjadi sekretaris pribadi seperti ini."kata Handry membuka pembicaraan
Bara menatap Handry. "karena ayahku adalah seorang sekretaris pribadi diperusahaan Arga."kata Bara
"karena itu kalian sudah mengenal dari kecil ya?"tanya Handry
"begitulah. anda sendiri sudah lama mengenal kak les?"
"tidak juga, aku mengenalnya saat SMP karena dia tidak memiliki teman terpaksa aku menghampirinya dan berteman dengannya."kata Handry
"saya pikir kalian berdua teman masa kecil."
"tidak, tapi dia yang menemukan jodohku dengan ku."
Prang!!
piring terjatuh dari tangan Bara. "kenapa?"panik Handry
"a-anda sudah menikah?!"tanya Bara terkejut
Handry yang mengerti dengan pemikiran Bara pun menyugar rambutnya kebelakang. "tentu saja."kata Handry sombong
"siapa?"
"Nadya, Nadya Almira."kata Handry
Bara terdiam. apa ini? jadi dia ini adalah Kaka ipar Shopia?! batin Bara terkejut
"kenapa menatap ku seperti itu?"tanya Handry heran
"c-calon Kaka ipar maaf tidak mengenali anda!!"kata Bara sambil membungkukkan badannya
"hah?"
"a-anda adalah Kaka ipar dari Shopia kan? p-perkenalkan saya p-pacarnya."kata Bara gugup
"jadi kau adalah calon adik ipar ku?!"kata Handry terkejut