
Aria pun masuk kedalam kamarnya, lalu menguncinya. Dengan cepat Aria mengangkat telepon dari Arga
"halo." ujar Aria
"halo honey." ujar Arga
"jangan panggil gue honey." ujar Aria kesal
"oke sayang." ujar Arga
"Arga!!"bentak Aria
"Aria!"ujar Arga
"serius deh ga...." ujar Aria
"gue serius kok." ujar Arga
"kalo gak penting gue matiin." ujar Aria kesal
"eh?, jangan dulu, gue mau ngomong." ujar Arga
"ngomongin apa?." ujar Aria kesal
"besok Lo ada waktu sepulang sekolah?." ujar Arga
"ngapain?." tanya Aria
"kita kenc-"
"gue matiin."ancam Aria
"jangan!!!, gue bercanda ri."teriak Arga
"terus?."ujar Aria
"gue mau ngajak Lo kesuatu tempat." ujar Arga
"ngapain?." ujar Aria
"kali aja Lo ingat tempat itu." ujar Arga
"maks-"
"byeeee...."ujar Arga
Tut....Tut....Tut...
Aria terdiam saat Arga mematikan panggilan secara sepihak.
"Arga brengsek!!"teriak Aria
sementara itu, Arga sedang tertawa membayangkan wajah kesal Aria, sambil menatap foto diponselnya."itu lebih baik daripada yang ini."ujar Arga
Arga tersenyum melihat foto Aria yang tertidur pulas tersebut.
keesokan harinya
Aria menatap kearah Shopia dengan tatapan tajam.
"Lo kok gak bilang kalau pacaran sama Bara?" ujar Aria
Maria yang ada disamping Aria pun mengangguk. sementara Shopia kebingungan menjawab pertanyaan ke-dua sahabatnya itu.
"itu......."
"Lo sendiri juga sama ri," kata Maria menunjuk kearah Aria.
"kok gue?" tanya Aria menunjuk dirinya sendiri.
"iya, ngapain aja Lo sama si Arga kemarin?"ujar Shopia
"gak ngapa-ngapain." ujar Aria
"tapi kok lo bisa sama Arga sih?" tanya Shopia
"itu....."
"Kenapa? gak boleh?" ujar Arga
Mareka bertiga pun terkejut melihat Arga yang sudah duduk disamping Aria entah sejak kapan.
"Lo? kapan Lo duduk?" Tanya Aria
"hm, baru aja." ujar Arga Santai
teman-teman Arga pun menghampiri Arga. lalu duduk di kursi.
"disini Lo rupanya." ujar Bara yang duduk disamping Shopia
sementara Alva dan Leon duduk disamping kanan dan kiri Maria.
"ri, masa gue jomblo sendirian sih." ujar Maria sedih
"apa sih? lebay deh." ujar Aria menyeruput minumannya.
"putus aja sama Arga." rengek Maria
uhuk..uhuk..uhuk
seketika Aria tersedak mendengar perkataan Maria. sedangkan Arga mendelik.
"ri gak apa-apa?" ujar Shopia mengusap punggung Aria.
Aria mengangguk.
"gak apa-apa,"
"...mar, gue kan udah bilang, gue sama Arga gak ada hubungan apa-apa."ujar Aria
Arga pun menatap Aria dengan tatapan yang tidak bisa diartikan. sementara itu Bara, Alva dan Leon menatap Arga, lalu Alva dan Leon menatap Bara seolah-olah memberikan isyarat.
"oh,iya biasanya kan kalian ber-empat kok cuma bertiga aja?"tanya Bara mengalihkan topik.
"eh? bener juga ya?"ujar Alva.
"oh, Fania sibuk, biasa urusan OSIS." ujar Maria
mareka berdua pun ber-oh ria.
pulang sekolah
saat ini, Aria duduk rerumputan belajar sekolah. seorang lelaki pun menghampiri Aria. ya, orang itu adalah Arga.
Aria mendongak menatap Arga.
"sudah?"tanya Aria
Arga mengangguk.
' sejak tadi dia gak bicara. Kenapa ya? ' batin Aria
"ga, Lo kenapa?"Tanya Aria
"gak apa-apa"ujar Arga
"ga, lo-"
"Lo berisik!! bisa diem ga?!!"bentak Arga
Aria terkejut mendengar suara Arga yang membentaknya.
"Lo kenapa sih?"ujar Aria kesal
BRAK
"Arga!Lo apa-apaan sih?!" ujar Aria
"Lo takut sama gue?"tanya Arga dengan suara dingin
Aria menunduk, tidak berani menatap Arga yang saat ini menatapnya dengan tatapan tajam.
"m-maksud Lo?"Tanya Aria ketakutan.
Arga pun mendekatkan wajahnya ke wajah gadis yang ada dihadapannya hingga berjarak 5cm.
' terlalu dekat ' batin Aria
"apa maksudnya Lo gak ada hubungan apa-apa antara Lo dan gue?"bisik Arga
Aria menatap ke-dua mata Arga lekat. bahkan detak jantungnya berdegup kencang sehingga Arga mungkin bisa mendengarnya.
Aria pun mendorong tubuh Arga hingga Arga termundur kebelakang.
"ki-kita memang gak ada hubungan apapun kan?" ujar Aria
"heh, gue jadi bingung, Lo ini sebenarnya bodoh apa gimana sih?"ujar Arga sinis
Aria menatap Arga. matanya sudah berair mendengar suara Arga yang menghinanya.
"gue ada salah apa sih sama Lo?"ujar Aria dengan suara parau.
Arga mengusap wajahnya kasar.
"gue minta maaf."ujar Arga
Arga pun memegang kedua bahu Aria yang sedikit bergetar menahan tangis.
"oke, gue salah, sorry."ujar Arga
Aria melepaskan tangan Arga dari bahunya.
"jadi, alasan Lo nyuruh gue bertemu dengan Lo karena ini?" tanya Aria
"gak." ujar Arga
Aria pun meninggalkan Arga yang meneriakkan namanya.
BRUK
Aria mendongakkan kepalanya menatap wajah orang yang sudah ditabrak.
"D-dhika?!" ujar Aria terkejut
"apa yang kamu lakukan disini?"tanya Dhika
Aria menoleh kebelakang lalu menatap Dhika. Dhika menatap Arga yang dibelakang Aria.
"oh, begitu rupanya."ujar Dhika tersenyum
Aria menggelengkan kepalanya
"bukan seperti yang kamu pikirkan."ujar Aria
"oh,ya? emang Lo tahu yang gue pikirin?"tanya Dhika
Aria menggelengkan kepalanya pelan
"yang gue pikirin sekarang Lo itu ******!!"bentak Dhika
sementara itu Arga yang berada dibelakang Aria menatap ke-dua manusia yang ada dihadapannya dengan tatapan tajam.
' apa yang mareka bicarakan? ' batin Arga
"yang gue pikirin sekarang Lo itu ******!!"bentak Dhika
Arga pun mengepalkan tangannya erat.
' brengsek ' batin Arga
bugh...
mata Aria pun terbelalak saat Arga menonjok wajah Dhika sehingga Dhika pun terjatuh.
"Arga!!" bentak Aria
bugh...
"brengsek" ujar Arga dingin
Aria pun memeluk lengan Arga, seketika Arga pun terdiam.
"cukup."ujar Aria
Arga menatap Aria sebentar lalu pergi dari tempat tersebut. Dhika pun menatap Aria Sambil menyeringai.
' jadi orang yang paling penting baginya adalah Aria. gue harus menghancurkannya dengan begitu Devil's juga akan hancur.' batin Dhika
Dhika menatap Aria yang menatapnya khawatir.
"gak apa-apa?" ujar Aria cemas
Dhika mengangguk.
"gue pergi dulu ada urusan penting"ujar Dhika tersenyum.
Dhika pun pergi meninggalkan Aria sendirian.
didepan gerbang
tampak Arga yang sedang duduk di motor sportnya sambil memainkan ponselnya.
"gue kira Lo udah pulang?" ujar Aria
Arga mendongakkan kepalanya.
"gak lah, gue kan janji ke Lo buat pergi kesuatu tempat."ujar Arga tersenyum
"gue pikir gak jadi"ujar Aria
"ya.....gak lah."ujar Arga
Arga pun menghentikan Aria yang ingin naik ke motornya.
"tunggu."ujar Arga
"kenapa?"ujar Aria mengernyitkan dahinya
Arga pun menatap Aria dari atas sampai bawah. lalu memakaikan jaketnya ke pinggang Aria.
"gak ada ya rok yang paling pendek dari ini?" sindir Arga
"berisik"ujar Aria kesal
"naik"ujar Arga
Aria pun naik ke motor milik Arga sambil memeluk tubuh Arga.
"ah, hubungan Lo sama Dhika?"ujar Arga sambil menjalankan motornya.
"pacar"ujar Aria
Arga hanya terdiam tak bersuara saat mendengar Jawaban Aria.
"gue saranin jangan dekati Dhika"ujar Arga
"apa? Dhika pacar gue gimana gak didekati coba."ujar Aria kesal
"dia....... lupakan saja, tidak penting."ujar Arga