
Raga menghela nafasnya melihat Aria yang kelelahan lalu melihat kesekeliling. tak jauh dari Mareka ada sebuah mesin minuman.
"capek sekali, saat sampai ke Jepang aku langsung menuju kesini tanpa istirahat....ah...ada sih, tapi itukan ketiduran."batin Aria.
"hoi!"
"CK, ditambah dengan penjelasan dari lelaki robot ini, membuat kepalaku semakin pusing saja."batin Aria.
Aria terkejut saat merasakan sensasi dingin menyentuh pipinya. "apa kau tuli?"tanya Raga.
Aria menatap Raga lalu berdecak sebal. "memangnya kenapa?"tanya Aria kesal.
"Nih."kata Raga melempar sebotol minuman dingin kepada Aria.
Aria menatap botol minum tersebut dengan tatapan heran. "aku tidak tahu kau suka minum apa, jadi aku belikan air dingin."kata Raga sambil meminum soda kaleng miliknya.
"aku anggap ini sebagai permintaan maafmu karena terlalu lama menjelaskan."kata Aria sambil membuka tutup minumannya.
"dasar gadis angkuh."batin Raga.
...----------------...
setelah 5 jam lamanya Raga membawa Aria berkeliling sekolah kini mareka pun kembali kekantor kepala sekolah. "bagaimana kelilingnya?"tanya Achilles tersenyum.
"lelaki ini! apakah dia mencoba membunuhku?"batin Aria menatap Achilles kesal.
"...bagus."jawab Aria.
"apa kau suka?"tanya Achilles lagi.
"suka jidatmu! aku hampir mati kelelahan!"kesal Aria.
"lumayan."jawab Aria.
"kalo begitu besok kau bisa langsung bersekolah disini."kata Achilles membuat Aria terkejut.
"bagaimana dengan perlengkapanku?"tanya Aria.
"bukankah aku sudah bilang ' sudah aku persiapkan semuanya '."kata Achilles.
"a-aku mengerti."jawab Aria gugup.
"aku pulang dulu."kata Achilles bangkit.
Aria pun mengikuti Achilles untuk mengantarkannya ke pantai. "Ingat, namamu disini adalah Ariana Mahendra bukan Ariana Vandoria."kata Achilles dianggukki oleh Aria.
"baik, Kakak juga, jaga kesehatan."kata Aria.
"hm."jawab Achilles.
setelah Achilles pergi, Aria diam melihat kapal kakaknya yang mulai menjauh. sedangkan Raga sedang berbicara dengan pak Arya. "saya minta tolong sama kamu, jaga dia."kata pak Arya menepuk pundak Raga.
"saya juga Murid disini. jadi, kenapa hal ini diserahkan kepada saya?"kata Raga menekan kata murid diperkataannya.
"hanya kamu yang saya percayai dalam hal seperti ini, jadi tolong jaga dia dan bimbing dia."kata pak Arya memohon.
Raga diam mencerna perkataan pak Arya. "aku bisa melakukan apa yang aku mau padanya?"tanya Raga.
"benar, tapi jangan melebihi batasan."larang Pak Arya.
Raga tersenyum. "aku rasa ada untungnya juga jika aku menyetujuinya." batin Raga.
"aku terima."kata Raga.
"aku serahkan padamu."kata pak Arya menepuk pundak Raga lalu pergi meninggalkannya.
Raga berbalik menatap punggung Aria. "waktunya kembali."kata Raga membuat Aria berbalik menatapnya.
"sekarang?"tanya Aria.
"kau pikir kapan? tahun depan? tentu saja sekarang, ayo. besok adalah hari pertama kau sekolah. jadi, jangan sampai telat."kata Raga.
"tukang atur!"batin Aria.
"kenapa kau mengaturku?"kesal Aria.
"kenapa?"ulang Raga.
Raga mendekat kepada Aria. "karena sekarang, kau ada dibawah pengawasanku."kata Raga menyentil jidat Aria.
"kau menyebalkan! aku tidak mau diatur oleh orang sepertimu!"kesal Aria.
"hm? tanpa aku kau bisa apa? tidak ada kan?." tanya Raga membuat Aria terdiam
"sudahlah, waktunya pergi ke asrama."lanjut Raga berjalan meninggalkan Aria.
Aria mendengus kesal mendengar perkataan Raga. dengan berat hati dirinya pun mengikuti langkah Raga sambil menghentakkan kakinya.
diam-diam Raga tersenyum tipis saat Aria mengikuti langkahnya dari belakang.