
Arga berjalan sendirian dilapangan sekolah, langkahnya terhenti melihat gadis pujaannya yang tertidur dalam duduk di kursi.
senyuman Arga melebar melihat wajah tenang dari Aria. "manis sekali! sudah lama rasanya tidak melihatnya seperti ini."batin Arga.
Senyuman Arga luntur seketika saat tubuh Aria oleng kesamping, segera dirinya menahan tubuh Aria agar tidak jatuh.
Aria membuka matanya saat merasa ada seseorang yang mendekatinya, Dirinya mendongak menatap Arga dengan matanya yang setengah terbuka.
"a-apa aku mengganggu tidurmu?"tanya Arga.
Aria menegakkan tubuhnya sambil menggelengkan kepalanya pelan, Arga menghela nafas lega. "apa yang kau lakukan disini? ini sudah malam."tanya Arga duduk disamping Aria.
"hoaaam...aku tidak bisa tidur."kata Aria sambil menguap.
"begitu?.... bagaimana dengan kakimu? apakah sudah mendingan?"tanya Arga.
"hm... lumayan."jawab Aria.
"... omong-omong...bulannya cantik ya?"tanya Arga sambil menatap bulan yang ada di langit.
Tak.
Tubuh Arga menegang, dirinya melirik kearah Aria yang tertidur pulas sambil bersandar di pundak Arga. Dirinya terdiam sejenak lalu tertawa kecil. "... dasar."gumamnya tersenyum.
Perlahan Arga menggendongnya ala bridal style dan membawanya pergi. sekekali dirinya melirik wajah Aria dan tersenyum. "...persis seperti dulu."kata Arga.
"Arga Alexander!"panggil Achilles dingin.
Arga berbalik menatap Achilles. Achilles menatap Aria yang berada di gendongan Arga dingin. "apa yang kau lakukan pada adikku?!"tanya Achilles Tajam.
Arga melirik Aria lalu menatap Achilles. "aku hanya ingin membawanya pulang, karena tadi dia tertidur di kursi taman."jelas Arga.
Achilles mendekat dan mengambil alih Aria dari gendongan Arga. "denger ini, Arga! Aria tidak akan kembali padamu sekalipun kau berbuat baik seperti ini padanya."kata Achilles.
"heh! dasar bocah! kau tidak tahu bagaimana rasanya cinta itu, yaah. setidaknya aku masih bisa mempercayaimu."kata Achilles tersenyum tipis.
"thanks."jawab Arga tersenyum.
"kalo begitu besok, aku serahkan Aria padamu dan jauhkan dia dari lelaki itu."kata Achilles berlalu pergi meninggalkan Arga yang masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan Achilles.
Arga melirik Achilles yang semakin jauh, ditambah dengan senyumannya yang semakin lebar. "YES!!!"Teriak Arga gembira.
"sekarang...Raga, menangislah dan ratapilah nasibmu itu, karena Aria adalah milikku besok dan aku tidak akan membiarkan kau membawanya kemanapun atau menyentuhnya walau seujung rambut saja."batin Arga.
...----------------...
Achilles meletakkan tubuh Aria kekasur dengan perlahan-lahan takut membangunkan Aria.
Aria membuka matanya. "tidurlah...ini masih malam."kata Achilles mengusap rambut Aria lembut.
Aria kembali memejamkan matanya dan kembali memasuki alam mimpi. Achilles keluar dari kamar Aria dan mendudukkan tubuhnya kesofa ruang belajar itu. "kamarnya sempit dan perpustakaannya masih kurang banyak, apakah aku harus membangunkan villa untuknya disini?"gumam Achilles.
Achilles mengambil ponselnya. "Halo."
"Kak les, ada apa?"tanya Seseorang diseberang sana.
"aku ingin kau menghalangi ayah untuk pergi kesini, apapun yang terjadi."kata Achilles.
"tapi kak, kenapa?"Tanyanya Heran.
"lakukan saja yang aku suruh, kelihatannya semua akan menjadi menarik."kata Achilles.
"apa maksudnya?"
"lupakan, turuti saja yang aku suruh."kata Achilles lalu mematikan ponselnya.
pandangannya menerawang menatap Kearah langit-langit. "mari kita lihat, Raga Haruki...apa yang akan kau rencanakan besok kepada adikku."gumam Achilles menyeringai