
Sayuri dan Aria sampai di sebuah rumah yang lumayan jauh dari sekolah. Aria tercengang melihat rumah yang ada dihadapannya. sejak kapan ada rumah semewah ini disini? pikirnya.
Aria menahan tangan Sayuri saat akan membuka pintu. "tunggu sayu! kau yakin Raga tinggal disini?"tanya Aria.
"tentu saja."jawab Sayuri yakin.
"bagaimana kalo ini bukan rumahnya? bukankah murid-murid sekolah harus tinggal di Apartemen itu?"kata Aria.
Sayuri memukul keningnya pelan lalu memegang kedua bahu Aria. "Aria, ini adalah rumah Raga."kata Sayuri menyakinkan Aria.
Aria mengangguk. pintu terbuka menampakkan ruangan tengah yang begitu luas dan nyaman.
Aria hanya mengikuti langkah Sayuri dari belakang seolah-olah dirinya sedang masuk kedalam Ruangan berhantu. "Aria, Santai saja. ini bukan ruangan berhantu."kata Sayuri saat mereka sudah tiba didepan pintu kamar Raga.
"aku tahu, tapi...."
"Aria, stay cool. ini adalah rumah Raga bukan rumah hantu."kata Sayuri.
"oke, apa aku masuk sendiri?"tanya Aria.
"apa perlu aku menemanimu?"tanya Sayuri sambil mengetuk jari telunjuk ke dagunya.
"ayolah Sayuri....temani aku... please..."mohon Aria.
"baiklah."jawab Sayuri.
Aria membuka pintu kamar Raga.
lagi-lagi dirinya dibuat kagum melihat ruangan itu. "OMG...mewah banget..."batinnya kagum.
"Sayuri."rengek Aria sambil menatap Sayuri.
"hah.... berhentilah bersikap seolah kau tidak pernah menginjakkan kamar seperti ini."tegur Sayuri membuat Aria cengengesan.
Raga yang terbaring lemah tak berdaya di kasurnya membuat Aria menatapnya kasihan. "Sayuri, aku minta tolong ambilin handuk sama air, aku akan mengompresnya."kata Aria yang dianggukki oleh Sayuri.
Aria mengambil sapu tangan dan mengusap keringat yang bercucuran dari kening Raga. "kenapa bisa seperti ini?"tanya Aria.
"ah, terimakasih."kata Aria.
Aria merendam handuk tersebut lalu memerasnya setelah itu ia pun meletakkannya ke atas kening Raga. "apa dia sudah diperiksa ke UKS?"Tanya Aria.
"tidak, dia tidak suka kedokter."kata Sayuri.
"begitu..."kata Aria.
"maaf aku tidak bisa menemanimu lama-lama. soalnya Minggu depan ada festival, jadi. karena Raga sedang sakit maka aku harus menggantinya."kata Sayuri bangkit dari duduknya.
"iya."sahut Aria.
"baiklah, aku pergi dulu. byee."kata Sayuri keluar dari ruangan itu.
Aria terus-menerus mengompres kening Raga dan mengelap keringat Raga. "ibu...."igau Raga dengan nafas tersengal-sengal.
"dia terlihat menderita....apa yang harus kulakukan agar dia baikan?....aku harus bagaimana?"batin Aria.
Aria menunduk sedih sambil meremas ujung roknya itu. "kenapa wajahmu seperti itu?"tanya Raga.
mendengar suara Raga, Aria mengangkat wajahnya menatap Raga. "Raga, apa kau baik-baik?"tanya Aria.
Raga bangkit dari rebahannya membuat Aria khawatir. "tiduran saja."kata Aria.
Raga menggeleng pelan sambil menyandarkan kepalanya kesandaran Ranjangnya itu. "apa kau mau minum?"tanya Aria.
"tidak...kenapa kau disini?"tanya Raga.
"hm? beberapa saat lalu Sayuri datang ke kamarku dan mengatakan kalau kau demam, jadi aku segera kemari."jelas Aria.
"jadi kau sudah lama berada disini ya?"tanya Raga dengan wajah sendu.
"iya."jawab Aria.
"jika begini...aku jadi tidak ingin sembuh."kata Raga.
"hah? apa yang kau katakan?"Tanya Aria heran.
"iya, bukankah jika aku selamanya sakit kau akan berada disini selamanya kan? bersamaku."kata Raga tersenyum lalu melirik Kearah Aria membuat Aria menunduk malu.