
Dhika pun mencengkram kedua bahu Aria erat.
"gue gak bakal lepasin Lo ri."ujar Dhika tajam
Aria tersenyum meremehkan Dhika
"lelaki kaya Lo gak pantes buat gue."ujar Aria
Aria pun pergi dari hadapan Dhika. Dhika mengepalkan tangannya erat.
"Lo liat apa yang akan gue lakuin ke Lo, dan lo maupun Arga bakal hancur bersamaan."ujar Dhika tersenyum mengerikan
keesokan harinya.
Aria sedang duduk melamun memikirkan penjelasan dari pak guru. hingga akhirnya lonceng pun berbunyi.
"baiklah anak-anak kita lanjutkan pelajaran ini besok. oh,iya jangan lupa seminggu lagi ada acara merayakan hari ulang tahun sekolah kita sekian."ujar pak guru pergi keluar kelas
seluruh murid pun bersorak kegirangan kecuali Aria dan Arga yang sibuk dengan urusan Mareka.
Maria menepuk pundak Aria yang sedang menatap keluar jendela.
"Aria."panggil Maria
Aria menoleh.
"hm?"jawab Aria
"nanti nginap di rumah Shopia yuk."ajak Maria
"lah kok gue?" ujar Shopia menunjuk dirinya
"serah gue lah."Jawab Maria
"rumah, rumah gue kok lo yang sembrono."ujar Shopia
"ngapain emang?"Tanya Aria
"lah nih juga anak satu gak dengerin apa kata pak guru."ujar Shopia
Aria menggelengkan kepalanya lalu terkekeh.
"enggak."jawab Aria
"lamunin apa sih lo sampai gak dengerin kata pak guru?"ujar Maria
"biasa.... Arga."goda Shopia menyikut lengan Maria.
Maria pun mengangguk.
"apaan sih lo berdua?"ujar Aria kesal
"Arga!!"panggil Maria
Arga yang sedang meletakkan kepalanya dimeja pun menoleh kearah Maria.
"hm?"jawab Arga
"kangen kata Aria."ujar Shopia
Aria pun mendelik.
"lah? kok gue?"ujar Aria
' salah gue apa? ' batin Aria
Aria menatap Arga lalu menundukkan kepalanya. Arga pun menatap Aria yang menundukkan kepalanya Lantaran malu dengan tindakan ke-dua temannya itu.
"me too."ujar Arga tersenyum
"wow.....me too katanya ri." ujar Maria heboh
' berisik, tutup mulut Lo bodoh ' batin Aria menatap Maria dengan wajah kesal
Shopia yang berada disamping Aria pun tertawa melihat wajah kesal Aria. Aria melotot kearah Arga tapi orang yang sedang Aria pelototi malah terkekeh.
' awas aja nanti ' batin Aria
"oh,iya selama beberapa hari ini Fania kok gak kelihatan ya?"tanya Aria kepada ke-dua temannya.
Shopia dan Maria pun bertatapan sebentar lalu menatap kearah Aria sambil menggeleng.
"mungkin sibuk urusan OSIS."ujar Maria
"iya juga ya, pasti dia lelah."ujar Aria prihatin
"kita beli-in makanan aja gimana?"usul Shopia
Aria mengangguk. Mareka bertiga pun pergi kekantin meninggalkan Arga yang sibuk mengotak-atik ponselnya didalam kelas.
*barapi
datang ke basecamp
^^^me^^^
^^^sip*^^^
Arga menyimpan ponselnya kedalam saku bajunya lalu pergi keluar kelas. tampak banyak gadis-gadis yang ada disekolah pun menatap Arga dengan tatapan kagum dan sebagainya.
"eh? bukannya itu Arga"
"ih.....kok dia tampan banget sih"
seperti itulah kira-kira bisikan gadis-gadis itu.
hingga akhirnya Arga sampai didalam basecamp-nya.
"apa?"ujar Arga sambil mendudukkan dirinya ke meja
"gue udah cari tahu tentang si Fania tapi.....gak ada yang aneh."ujar Bara
"Lo yakin?"ujar Arga
Bara mengangguk.
"tapi.....ini."ujar Bara sambil memberikan sebuah foto ketangan Arga.
Arga menatap foto tersebut dengan teliti.
"bukannya ini foto Grisella?"gumam Arga
Arga menatap Bara yang berdiri dihadapan.
"di dalam tasnya."ujar Bara
Arga menepuk pundak Bara sambil tersenyum.
"thanks."ujar Arga
Bara mengangguk. Arga pun mengambil dompetnya ia pun mengambil uang berwarna merah sepuluh lembar lalu memberikannya kepada Bara.
seketika Leon dan Alva yang sedang menatap Mareka berdua mendekati.
"buat kita mana?"tanya Leon
"kita kan udah bantuin."ujar Alva
"emangnya Lo berdua bantuin apa?"ujar Bara
"kita bantuin liat, ya gak va?"ujar Leon menyikut lengan Alva
Alva mengangguk.
"maaf gak terima bantuan dana sosial atau sebagainya."ujar Arga
sementara itu disisi lain tampak Aria dan ke-dua temannya sedang berjalan di koridor menuju tempat OSIS.
"eh? kalian duluan aja."ujar Aria
"Lo mau kemana emang?"tanya Shopia
"gue mau ketoilet dulu..byeeee."ujar Aria pergi dengan buru-buru.
Shopia pun menggelengkan kepalanya. Mareka berdua pun melanjutkan perjalanan Mareka. saat sampai didepan pintu Shopia dan Maria pun terdiam saat mendengar suara Fania sedang berbicara dengan seseorang.
"Lo tenang aja, cara buat merayakan ultah sekolah sudah dekat, kita gunakan saja kesempatan itu" ujar Fania
"tapi.... emang gue diizinin masuk?"ujar seorang lelaki
"gue bakal kasih saran buat pak kepsek buat mengundang siswa-siswi disekolah lain, simple kan?"ujar Fania
"bukannya Rencana kita itu agak....."ujar lelaki itu ragu
"berlebihan? tidak, itu tidak berlebihan"ujar Fania
Shopia dan Maria pun bertatapan.
"sebenarnya apa yang terjadi?dan rencana apa?"bisik Maria
"Lo kok nanyain gue? gue juga gak tahu ngab."bisik Shopia
DEG
Mareka berdua pun terkejut saat Leon menepuk pundak Mareka.
"hayo!!ngapain lo berdua?"ujar Leon dengan suara yang cukup nyaring
Mareka berdua berbagai tampak Arga,Bara, Alva dan Leon berada dibelakang Mareka.
"ngagetin aja Lo"ujar Maria kesal
"lagian Lo berdua ngapain didepan pintu-"
"diam!!"bentak Maria dan Shopia menatap Leon
Bara menatap Shopia seolah-olah sedang meminta penjelasan darinya tetapi diabaikan oleh Shopia.
"Shopia ada apa?"ujar Bara
Shopia pun Menarik tangan Bara menjauh dari teman-temannya.
"kenapa?"ujar Bara
"gue denger Fania ngobrol sama lelaki."ujar Shopia
"terus hubungannya sama gue apa?oh, jangan bilang Lo suka sama lelaki itu?"tuduh Bara menunjuk Shopia
"kenal aja gak bar."ujar Shopia
"terus kenapa Lo nguping pembicaraan mareka?"ujar Bara
"nah itu dia....."ujar Shopia
Shopia pun memberi tahu semua yang ia dengar kepada Bara.
"gua takut bar kalo-"
Bara pun menangkup kedua pipi Shopia.
"jangan takut, gue pastikan kalo dia gak bakal nyelakain Lo, tapi gue harus beritahu ini sama Arga."ujar Bara
Shopia pun mengangguk. sementara itu Arga yang menatap Bara yang sedang berbicara serius dengan Shopia menyandarkan tubuhnya Kedinding.
"mentang-mentang lagi berduaan lupa sama sekitar." ujar Arga
Alva, Leon dan Maria pun menatap Arga dengan tatapan datar.
' Lo juga gitu Bambang. ' batin Maria
' gak sadar diri yang gini. ' batin Alva dan Leon
Arga menatap kearah ke-dua lelaki itu.
"apa Lo pandang pandang?"ujar Arga dingin
kedua lelaki itu pun menunduk tidak berani menatap Arga.
"Aria mana?"tanya Arga kepada Maria
"lagi ditoilet."ujar Maria
Arga mengangguk lalu berjalan meninggalkan Leon dan Alva.
"pasti mau ngebucin."ujar Alva
tak lama kemudian, Bara dan Shopia pun kembali. Bara pun celingak-celinguk mencari Arga.
"si bos pergi gak bilang-bilang ya gak pa?"ujar Leon
"pa pa pa mulu Lo, nama gue tuh Alvarado Arghaza malah dipanggil papa emangnya gue papa Lo?"omel Alva
Leon pun cengengesan. Bara, Shopia dan Maria pun menggeleng melihat kedua orang tersebut