
Arga dan Achilles pun tiba diperkarangan mansion Kendra. Arga sendiri tidak menyangka kalau sebenarnya Aria adalah anak orang kaya. Achilles membunyikan klakson dengan cepat satpam pun membuka gerbang.
Achilles pun memarkirkan mobilnya didepan rumah lalu turun bersama Arga. baru saja masuk kedalam mareka disambut oleh beberapa pelayan dirumah itu. "dimana ayah?"tanya Achilles kepada salah satu dari Mareka
"tuan besar sedang berada ditaman belakang rumah tua muda."kata pelayan itu sopan
Achilles memberi isyarat kepada pelayan itu untuk pergi lalu bergegas menuju ketaman belakang rumah.
baru saja beberapa langkah ada seorang wanita paruh baya dan gadis muda yang menghalanginya jalan mareka berdua. "mau kemana Achilles?"tanya wanita itu
"ketaman belakang."kata Achilles
gadis disamping wanita itu menghampiri Arga. "hai, nama kau siapa?"tanya gadis muda itu sambil menempelkan dadanya kelengan Arga
Arga melirik lengannya. Achilles yang melihat Arga sedang melirik d*d* adik tirinya itu pun melotot. sudah siap mati ditangan gue rupanya. batin Achilles
Arga pun menelan salivanya ketika merasakan aura negatif dari Achilles. dengan cepat dirinya menjauhkan lengannya. "m-maaf, aku sudah mempunyai kekasih."kata Arga sambil tersenyum Canggung
Arfa pun menyusul Achilles yang sudah meninggalkan sendirian diruang tengah itu. "tuan, kamar anda sudah saya siapkan."kata Handry sopan
Achilles mengangguk lalu memberikan tas yang ia pegang ke Handry. "bawa kekamar, aku mau kebelakang dulu."kata Achilles
baru saja beberapa langkah Achilles pun menoleh. "Dimana dia?"kata Achilles mencari keberadaan Arga
"bukankah dia tertinggal?"tanya Handry
"aku lupa, nanti jam 12 siang suruh dia kekamarku."kata Achilles sambil berlalu pergi
"baik tuan."kata Handry
tak lama setelah Achilles pergi Tampak Arga dengan napas tersengal-sengal menghampiri Handry. "di-dimana k-kak les?"tanya Arga
"dia Sudah pergi."kata Handry
Arga terkejut. "jadi, sekarang dia dimana?"tanya Arga
"entahlah, mungkin dibelakang."kata Handry
"Bara? oh, kata Nya dia ada urusan jadi dia pergi keluar." kata Handry
"baiklah, dimana kamarku?"tanya Arga
"kenapa kau terlalu banyak bertanya?"kata Handry dingin
"ugh, menyebalkan."gumam Arga
Handry menghela nafas pasrah. "baiklah, lurus ke depan dan belok ke kanan, pintu ke 6."kata Handry membuat mulut Arga bungkam
Disisi lain, tampak Aria dan Kendra yang sedang minum teh dihalaman dengan tenang sambil menikmati angin yang berhembus. "berapa umurmu sekarang?"tanya Kendra
"eum....18, mungkin."kata Aria ragu
"18? sepertinya kau masih muda."kata Kendra
"hah?"
"bukan apa-apa. kau memiliki berapa saudara?"
"dua, tapi ada seorang lelaki yang katanya adalah kaka tertua aku, tapi aku tidak tahu apakah itu benar."kata Aria diakhiri dengan kekehan
"bagaimana jika dia benar-benar kakakmu?"
Aria terdiam. "eum.... entahlah, aku..... tidak tahu, tapi saat melihatnya ada rasa familiar dan aku sangat ingin memeluknya, tapi aku tidak mengenalnya."kata Aria sambil menggenggam erat rok bajunya
"begitu? kalo saranku lebih baik mengatakan kepada dan meminta penjelasannya siapa dia sebenarnya."
bukan Kendra yang menjawab melainkan Achilles yang mendekat dengan kedua tangannya yang dimasukkan kedalam saku celananya. sontak Aria berdiri dari tempat duduknya. "apa yang kau lakukan disini?" tanya Achilles
"s-saya hanya menemani t-tuan Kendra."
"ah, maksudmu ayah ku?"
"hah?!"