
"setelah ini aku mau pulang."
Arga yang sedang berbaring dipangkuan Aria pun bangkit menatap Aria heran. "apa?"
"iya."
Arga terdiam. baru saja Aria tinggal bersamanya selama 3 hari dan sekarang dirinya harus pulang. demi apapun, Arga merasa kesal Sekarang. "tidak apa-apakan?" tanya Aria
Arga tidak menjawab pertanyaan Aria. "Arga, kau yang bilang aku boleh tinggal disini untuk menenangkan diriku dan sekarang aku sudah tenang."
"tidak bisakah kau lebih lama lagi disini?"
"entahlah."
Arga menatap Aria lekat, perlahan Arga mendekatkan wajahnya ke wajah Aria.
Plak
Aria menutup mulutnya terkejut saat dirinya menampar wajah Arga tidak sengaja. "a-arga aku...-" ujar Aria gemetaran
"tidak apa-apa."
Arga pun menangkup wajah Aria dan menempelkan dahinya kedahi Aria sambil memejamkan matanya. Aria terdiam melihat wajah Arga yang berada dihadapannya.
Arga menjauhkan wajahnya. "kapan kamu mau pergi?"
"sekarang."
keesokan harinya.
Aria Duduk dikursi didalam kelasnya sambil membaca novel yang dibawanya dari rumah. Aria menoleh saat merasakan ada seseorang yang duduk disampingnya. "Shopia?"
"gue mau tanya sama Lo."ujar Shopia serius
"Tanya?soal apa?"
"Lo..... dekat sama Arga?"
"dekat? gak juga."
"gue mau Lo jauhi Arga."
"kenapa? Arga baik kok."
"dia ketua geng prince Devil's."
"prince Devil's geng terkenal itu?!" ujar Aria terkejut
"iya, gue saranin Lo jauhi dia.karena, kita gak tahu apa yang bakal dia lakuin."
"tapi dia baik, gue yakin dia gak bakal ngelakuin hal jahat kaya gitu."
"CK. Lo kalo udah liat orang baik pasti semuanya Lo anggap baik."
"kan gak baik kalo buruk sangka sama orang shop."
"iya, tapi gak gitu juga."
"oke, gue percaya tapi kalo Lo tunjukkan buktinya pada gue."
"bukti?"
Aria mengangguk membuat Shopia terdiam. "bukankah kalo kau tidak memiliki bukti sama saja dengan menuduh tanpa bukti." ujar Aria
"oke, gue bakal cari buktinya."
Shopia pergi keluar kelas meninggalkan Aria yang sedang menatap heran. Shopia pun berjalan disepanjang koridor sambil memikirkan apa yang dikatakan Aria. "bukti? dimana gue bisa mendapatkannya?" gumam Shopia
Bruk
Shopia menabrak seorang sehingga dirinya terjatuh kelantai. "aduh." ringis Shopia
"maaf, gue buru-buru."
Shopia mendongakkan kepalanya menatap wajah orang yang menabraknya yang ternyata adalah Bara. Bara pun membantu Shopia berdiri. "makasih."
"iya."
"tapi gue mau tanya lo-"
"entar aja, gue masih ada urusan penting. maaf ya, setelah pulang sekolah kita bicara lagi."
Bara pun meninggalkan Shopia. "Bara!!" teriak Shopia
Bara tidak mendengar teriakkan Shopia dan terus berjalan. "emangnya ada urusan apa sih?" Tanya Shopia penasaran
apa gue ikutin aja ya? siapa tau ada bukti buat Aria. batin Shopia
Shopia pun melangkahkan kakinya mengikuti Bara dari belakang.
Halaman belakang sekolah.
"ngapain kebelakang sekolah?" pikir Shopia
Bara pun masuk kedalam gudang yang tidak terpakai dibelakang sekolah dengan Shopia yang mengintip dari celah pintu. "kenapa Lo manggil gue?"
inikan suara Arga. batin Shopia
"oh, ya?"
"Dia bukannya pergi keluar negeri tapi bersembunyi di gedung tidak terpakai disamping hutan."
"maksud Lo gudang itu?"
"iya."
Arga pun berpikir sebentar sebelum memberikan perintah. "suruh anak-anak buat pergi ke gudang itu dan tunggu sampai kita datang baru serbu."
Bara pun mengangguk. "dan kau!! yang dibalik pintu kemarilah"
Shopia yang berada diluar pun terkejut kalau Arga mengetahui keberadaan dirinya padahal dirinya tidak berisik sedikit pun. "maksud Lo?" tanya Bara heran
"ho.... tumben sekali Lo gak waspada terhadap sekitar."sinis Arga
dengan cepat Shopia pergi dari tempat tersebut sebelum Arga memergokinya. "sial, hampir aja." ujar Shopia
"sepertinya sudah pergi."ujar Arga
"apaan?"
"kau sebenarnya tahu atau pura-pura tidak tahu?" tanya Arga memandang Bara dengan tatapan tajam
Bara diam tidak menjawab apapun hingga membuat Arga merasa jengkel karenanya. "baiklah, Lupakan."
setidaknya kuharap dia tidak akan memberitahu semua ini kepada Aria. batin Arga
Sepulang sekolah.
Aria memasukkan peralatannya kedalam tasnya terhenti akibat Shopia yang menarik tangannya. "shop gue belum selesai ini."
"cepetan." desak Shopia
"emangnya Lo mau bawa gue kemana sih?"
Shopia pun membuat peralatan Aria kedalam tas Aria sembrono. "ish. Lo apaan sih?!" kesal Aria
"udahkan? ayo."
Shopia pun menarik tangan Aria seperti anak kecil yang menarik tangan ibunya untuk pergi kesuatu tempat.
Shopia mendudukkan tubuh Aria didalam mobilnya yang berwarna hitam. dengan kecepatan sedang Shopia mengikuti pengendara sepeda motor yang ada dihadapannya. "kita mau kemana sih?" tanya Aria
Aria pun menghela nafas pasrah saat Shopia tidak mendengarkan perkataan. Aria pun memicingkan saat melihat sepeda motor yang ada dihadapannya. itukan motor Arga. batin Aria
"Lo ngapain ngikutin Arga?" Tanya Aria
"udah, Lo liat aja."
30 menit berlalu. Arga pun memberhentikan motornya disebuah gedung tidak terpakai sedangkan Shopia memarkirkan mobilnya sedikit jauh dari tempat tersebut agar tidak ketahuan. "kita dimana?"tanya Aria
"liat itu."ujar Shopia menunjuk ke segerombolan lelaki
Arga pun mengeluarkan senjata api yang ia sembunyikan dipinggangnya.
Dor dor
"keluar dari sana!!!!" teriak Arga
seorang lelaki keluar dari gedung tersebut. Aria terkejut melihat lelaki itu adalah orang yang sudah menghancurkan hidupnya. "wah,wah ada apa sampai Devil's datang kemari."sambut Dhika ramah
"gue gak perlu sambutan Lo."
bugh
Arga pun menonjok wajah Dhika tetapi dengan cepat Dhika menangkap tangan Arga yang hampir mengenai wajahnya. "sudah lama kita tidak berpesta seperti ini." ujar Dhika
Dhika pun menyeringai lalu menjentikkan jarinya hingga membuat seluruh pasukannya yang bersembunyi pun keluar dari tempat persembunyiannya.
Arga dan pasukannya pun terdiam saat dikepung oleh pasukan Dhika. Dilihat dari manapun pasukan Dhika lebih banyak daripada Arga karena Arga tidak mengira akan seperti ini. sial, tidak ada pilihan lagi. batin Arga
Arga menatap pasukannya lalu mengangguk seolah-olah memberikan isyarat kepadanya. Arga pun mengarahkan pistolnya kepada pasukan Dhika.
**Dor
Dor
Bruk
Dor**
pasukan Dhika pun tumbang. darah pun muncrat kemana-mana bahkan mengenai wajah Arga tetapi Arga tetapi tidak bergeming dan terus menembak pasukan Dhika.
disisi lain tampak Aria yang gemetaran melihat Arga yang menembak orang lain tanpa rasa bersalah sedikitpun. tidak! itu bukan Arga. Arga tidak pernah membunuh orang yang tidak bersalah seperti itu. batin Aria
wajah cantik Aria pun berubah pucat saat melihat darah yang muncrat kemana-mana.
Dor
Arga kembali menembak seseorang yang berada tidak jauh dari tempat Aria dan Shopia berada sehingga darah tersebut mengenai wajah dan tubuh Aria.
Bruk
Aria pingsan seketika saat melihat orang yang dibunuh dihadapannya. melihat Aria yang pingsan pun membuat Shopia menjadi panik tanpa sadar dirinya berteriak. "ARIA!!!!"