
Aria mengikuti langkah Arvin yang membawanya pergi dari tempat tersebut. "ah? kita belum pamitan. Arvin, ayo kembali." kata Aria
"aku sudah pamitan."kata Arvin
"aku belum."jawab Aria
"lalu?"tanya Arvin
"aku pengen pamitan sama Tante Nerissa. makanya balik dulu."kata Aria kesal
Arvin berbalik menatap Aria yang sedang kesal dengannya. "apa itu alasan untuk bertemu dengan Arga?" tanya Arvin kesal
"hah? buat apa aku bertemu dengan Arga?"tanya Aria dengan wajah polosnya
"kenapa? bukankah kau ingin kembali dengannya?" kata Arvin kesal
" apa dia sudah gila?" batin Aria menatap Arvin yang sedang merajuk kepadanya.
"hm? apa jangan-jangan kau....."kata Aria menggantung perkataannya
"apa?"sela Arvin
"... cemburu?"goda Aria
Uhuk ....uhuk...
seketika Arvin terbatuk-batuk mendengar perkataan Aria ditambah dengannya wajahnya yang sedikit merona.
"a-apa maksudmu?...ke-kenapa aku harus cemburu?"tanya Arvin sambil menoleh kesamping menutupi wajahnya yang memerah.
"ho.. ternyata memang benar." batin Aria tersenyum
"jadi kau tidak cemburu?"tanya Aria
"tidak."jawab Arvin cepat
Aria menyeringai membuat Arvin menatap Aria heran.
"ah... kebetulan sekali malam ini aku ada acara dengan teman-temanku."kata Aria
"aku harus pakai baju apa ya? katanya disana ada ban...yak sekali lelaki tampan."gumam Aria memanas-manasi Arvin yang sedang menatapnya geram.
Arvin menarik tangan Aria untuk masuk kedalam mobil dengan paksa. "ugh, Arvin sakit."rengek Aria sambil mencoba melepaskan genggaman tangan Arvin.
Arvin tidak mendengarkan rengekan Aria dan menjalankan mobilnya.
hening, tidak ada yang membuka suara untuk mengawali pembicaraan. sejujurnya Aria merasa bersalah karena telah membohongi Arvin.
bagaimana bisa, gadis yang selalu berada dirumah bahkan tidak pernah mendapat izin untuk keluar walaupun hanya sekedar bertemu dengan teman-temannya. apalagi mengikuti ikut pesta pada malam hari. "....hei..em.... kau marah?"tanya Aria
"...tidak."jawab Arvin
"jelas sekali kalau dia sedang marah."batin Aria
"em.... masalah tadi... sebenarnya aku hanya bercanda."kata Aria
Arvin hanya menatapnya sebentar dan kembali fokus kedepan. "k-kau tidak menganggap itu hal serius kan?"tanya Aria
hening, tidak ada jawaban lagi dari Arvin.
sesampainya didepan mansion. Arvin langsung keluar dari mobil meninggalkan Aria sendirian didalamnya. "sepertinya dia sangat sangat kesal."batin Aria sambil keluar dari mobil
Bruk
"Aw! sakit." kata Aria.
dirinya mendongak. tiba-tiba dirinya terkejut saat Arvin membungkukkan badan hingga wajahnya sangat dekat dengan wajah Aria. "ap-"
"maaf."bisik Arvin tepat ditelinga Aria lalu mencium sebelah pipi Aria.
mata Aria terbelalak kaget. "k-kau?!"kata Aria terkejut saat Arvin langsung pergi meninggalkannya.
Aria tersenyum sambil memegang pipinya. "benar-benar memalukan."gumam Aria
sementara itu dari jauh ada yang menatap Aria dengan tatapan tajam. "menyebalkan sekali... kupikir dirinya akan merasa hancur setelah Arga menjauh darinya... jangankan hacur bahkan sekarang dia mendapatkan calon suami yang lebih baik!!"geram orang-itu
"tidak! ini tidak boleh terjadi! lihat saja pembalasanku!!"kata orang itu sambil menyeringai mengerikan lalu pergi dari tempat itu.
Aria menyelonong masuk kedalam kamar Achilles tanpa permisi. "apa yang kau lakukan?"tanya Achilles yang sedang sibuk dengan pekerjaannya
Aria tertegun. "ah... sepertinya aku salah masuk kamar... hehehehe."jawab Aria cengengesan