
tampak 3 orang anak kecil sedang berenang di kolam belakang villa dan seorang anak kecil yang duduk didekat kolam dengan kaki yang ia masukkan kedalam air. "lia, ayo berenang."ajak Grisella
Aria menggelengkan kepalanya. "gak mau."ujar Aria
byurr
seorang anak lelaki pun mendorong tubuh Aria kecil masuk kedalam kolam. "Dhika?!! kamu apaan sih?!!"teriak Aria
tubuh Aria kecil pun masuk kedalam kolam tersebut. dengan cepat seorang anak kecil menarik tubuh Aria kecil kepinggir kolam. "gak apa-apa?"Tanyanya khawatir
tangis Aria pun pecah sambil memeluk tubuh anak kecil didepannya erat. "huaa..... Alga....."isak Aria
Arga kecil pun mengusap rambut Aria lembut. " sudah."ujar Arga
Arga kecil menjauh tubuh Aria kecil dari tubuhnya, lalu menghapus air mata yang mengalir dikedua pipinya yang chubby. "jangan nangis." ujar Arga menenangkan Aria
Aria kecil mengangguk menuruti perkataan Arga, lalu menoleh kearah anak lelaki yang tak jauh dari mareka. "Dhika jelek wleee."ejek Aria menjulurkan lidahnya kearah Dhika
"jangan gitu."ujar Grisella
Aria menunduk. "tapikan Dhika jahat sama Alia."ujar Aria
"tetep aja."ujar Grisella
Aria berlari masuk kedalam villa. Grisella pun menghela nafas Melihat Aria yang berlari. "aku aja."ujar Arga berlalu pergi melewati Grisella yang menatapnya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.
"Arga."panggil Aria
Arga berbalik menatap Grisella. "apa?"tanya Arga
Grisella pun tertegun. "gak, bukan apa-apa."ujar Grisella dengan wajah yang sedikit memerah.
Arga kembali berjalan masuk kedalam. Dhika pun menghampiri kembaran yang menatap punggung Arga yang semakin menjauh. "kamu suka?"Tanya Dhika
"hah?apa maksudnya?"Tanya Grisella
"maksudku Arga, kamu suka?"tanya Dhika
"Abang jangan mikil yang aneh-aneh."ujar Grisella
"justlu sella yang aneh."Jawab Dhika
"Abang!!!!"teriak Grisella
sementara itu disisi lain tampak Aria yang berbaring di kasur dengan selimut yang menutupi seluruh tubuhnya. "Aria."panggil Arga
hening, tidak ada Jawaban apapun. Arga pun masuk kedalam kamar Aria lalu duduk disamping kasur Aria. "marah?"tanya Arga
"Alia gak suka Dhika."gumam Aria
"lalu? siapa yang kau suka?"tanya Arga
"alga."ujar Aria
"tapi....aku gak suka Alia."ujar Arga
Aria pun bangkit. duduk berhadapan dengan Arga yang tersenyum menatapnya. "kenapa?"tanya Aria dengan mata yang berkaca-kaca
"tentu saja, Alia cengeng, selalu saja menangis siapa yang mau dengan Alia yang cengeng ini?"ujar Arga
air matanya Aria pun kembali keluar. "huaa.....alia gak suka sama alga!!!!."isak Aria
"tuh kan nangis lagi."ujar Arga
dengan cepat Aria menghapus air mata. "alia gak nangis."ujar Aria
Arga pun mengusap kepala Aria sambil tersenyum. " aku tahu."ujar Arga
tanpa disadari Mareka berdua tampak Grisella melihat semua itu pun menunduk, entah kenapa dadanya terasa sakit. "loh Grisella? kamu ngapain sayang?"tanya bunda Arga
"eh? Tante nelissa, gak , bukan apa-apa kok Tante."ujar Grisella tersenyum
bunda Arga, Nerissa pun menatap Arga dan Aria yang sedang tertawa bersama. "Mareka akrab ya?"tanya Nerissa
"huh?" Grisella pun menatap Nerissa dengan tatapan heran. "iya, Mareka seperti kakak beradik."ujar Nerissa
Grisella menatap Arga dan Aria. "benalkah?" gumam Grisella
Nerissa pun tersenyum sambil mengusap rambut Grisella. "Karena itu kamu juga harus akrab."ujar Nerissa
"Tante, apa alga suka sama Alia?"tanya Grisella
Nerissa tersenyum. "entahlah."ujar Nerissa
"Grisella, kita tidak tahu perasaan orang lain kecuali orang itu sendiri."ujar Nerissa tersenyum.
"tapi Tante aku-"ujar Grisella menunduk sedih.
"saat kamu bersama Arga kalian terlihat serasi."ujar Nerissa tersenyum
Grisella pun mendongakkan kepalanya menatap Nerissa dengan tatapan berbinar. "benarkah?"tanya Grisella
"iya sayang."ujar Nerissa
"aku mau pergi ke mama sama papa."ujar Grisella ceria
Nerissa pun menggelengkan kepalanya. sementara itu Grisella memberitahu apa yang dikatakan oleh Nerissa tentang dirinya dan Arga. "benarkah?"tanya Lea mama Grisella
Grisella pun mengangguk. "kalau begitu kita harus mengatakan kepada Nerrisa dan Arka." ujar Edgar papa Grisella
"pa,ma apa yang terjadi?"tanya Dhika
Lea pun menarik Dhika Duduk disampingnya. "Dhika apa kau menyukai Aria?"tanya Lea sambil mengusap rambut Dhika
Dhika menatap Lea heran. "apa maksud mama menyukai Aria?"tanya Dhika
"mama ingin kamu bersama dengan Aria."ujar Lea
"benar, apa kamu mau?"tanya Edgar
Dhika yang tidak mengerti pun mengangguk. pasalnya jika orangtuanya tidak mendapatkan Jawaban yang dihendaki Mareka maka akan ditanya terus-menerus. "bagus, malam ini kita akan mengatakannya."ujar Edgar.
malam hari.
ketiga keluarga itu pun berkumpul di ruangan tengah villa. "apa yang ingin kau katakan Edgar?"tanya Marcell ayah Arga
Lea pun mendudukkan Grisella disamping Arga sedangkan Dhika disamping Aria. orangtua Aria dan Arga pun kebingungan. "apa maksudnya ini Edgar?"Tanya Kendra ayah Aria
"aku ingin kita menjodohkan anak-anak kalian dengan anak-anak ku."ujar Edgar
Arga pun menatap Grisella yang duduk disampingnya yang sedikit tersipu malu, lalu menatap Aria yang sedang sibuk memakan kue yang ada diatas meja tanpa memedulikan apapun. "apa itu dijodohkan?"tanya Arga
semua orang pun menatap satu sama lain.
"itu........"ujar Marcell Bingung
"itu hubungan sebelum pernikahan."ujar Edgar
"pernikahan?"tanya Aria tertarik ".....apa aku akan menikah sama Arga?"tanya Aria
"tidak, tidak Aria, kamu akan menikah dengan orang yang duduk disampingmu."ujar Lea
"disamping?"tanya Aria
Aria menatap Dhika yang ada disampingnya. "tapi aku tidak mau menikah dengan Dhika."ujar Aria
"tapi kau terlihat serasi dengan nya."ujar Lea
"tapi aku menyukai Arga."ujar Aria
"Nerissa bilang Grisella lebih serasi daripada kamu."ujar Lea tersenyum
Nerissa tertegun saat Arga menatap dirinya dengan wajah sedikit kecewa. "bunda apa itu benar?"tanya Arga
Nerissa pun menatap suaminya yang duduk disampingnya. "bunda, Arga sudah pernah bilangkan Arga suka sama aria bunda."ujar Arga
Arga turun dari sofa dan menarik Aria kesamping dirinya. "kalo ingin menjodohkan Arga maka jodohkan dengan Aria bunda."ujar Arga memelas
Nerissa pun memegang pipi Arga. "maafin bunda ya sayang."ujar Nerissa
Arga menjauh tangan Nerissa dari pipinya. "Arga benci bunda."Ujarnya pergi meninggalkan ruangan tersebut Dengan Aria
Nerissa terdiam menahan tangisnya. merasa bersalah karena dirinya semua ini terjadi. Marcell pun memeluk Nerissa yang menahan tangisnya.
"mama?"panggil Grisella dengan wajah sedih
Lea duduk disamping Grisella. "jangan khawatir sayang kamu pasti akan menikah dengan Arga."ujar Lea
Dhika pun pindah kesamping Grisella. "yang dikatakan mama pasti benar."ujar Dhika
Dian menatap Kendra. "kita harus gimana?"tanya Dian
Kendra memegang tangan istrinya erat. "semua akan baik-baik saja." ujar Kendra menenangkan istrinya