
"Lo yakin? jauh loh."ujar Arga
"gue kuat."ujar Aria
Arga mengangguk. mareka berdua pun berjalan menuju danau yang berada jauh dari rumah pohon tersebut.
20 menit berlalu tapi Mareka berdua belum sampai ke danau yang disebut oleh Arga.
"Arga Lo bener gak sih ada danau disekitar sini?"ujar Aria
"bener kok."ujar Arga yakin
"masih jauh gak sih? gue capek."keluh Aria
"katanya kuat."ujar Arga
"jauh banget gue lelah."rengek Aria
Arga menghela nafas lalu berjongkok membelakangi Aria.
"apa?"tanya Aria heran
"naik."ujar Arga
"Lo juga lelah kan?"tanya Aria
Arga menggeleng. 10 menit berlalu tapi Mareka berdua masih berdebat hingga akhirnya Aria pun pasrah dan naik ke punggung Arga.
"kok Lo bisa tahu disini ada danau?"ujar Aria
"Lo yang beritahu gue."ujar Arga
"maksud Lo?"Tanya Aria heran
"hm?....gak bukan apa-apa"ujar Arga
Aria meletakkan kepalanya ke punggung Arga sesekali dirinya menghirup aroma tubuh Arga.
' harum sekali. tapi entah kenapa gue ngerasa familiar dengan wanginya ' batin Aria
sementara itu Arga yang merasa hembusan nafas Aria yang dibelakangnya pun merona tipis dengan detak jantung yang lebih cepat.
' sebenarnya apa yang dia lakukan sih?!!! ' batin Arga berteriak
Arga pun mempercepat langkahnya hingga akhirnya Arga pun menurunkan Aria dari punggungnya.
"apa?"Tanya Aria heran karena dirinya diturunkan secara paksa
"sudah sampai."ujar Arga sambil menetralkan detak jantungnya.
Aria menatap sekelilingnya. berpikir apa kah dirinya pernah kesini sebelumnya didalam batinnya
"Arga apa gue pernah kesini sebelumnya?" Tanya Aria
Arga menoleh menatap Aria. tampak Aria gelisah melihat tempat tersebut. dengan cepat Arga menahan tubuh Aria yang hendak jatuh ketanah.
"Lo gak apa-apa kan? ada yang sakit?"udah Arga khawatir
Aria pun menggeleng dengan pandangan mata yang kosong. sekilas bayang-bayangan dirinya dulu bersama seorang anak lelaki kecil muncul kembali.
"Aria!"panggil Arga Sambil menggoyang-goyang bahu Aria.
Deg
Aria pun tersadar. ia menatap Arga dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.
"Arga." gumam Aria pelan
"hah?apa yang kau katakan?"ujar Arga
' tidak mungkin anak kecil itu adalah Arga. mungkin gue harus mencari tahu apakah itu benar dirinya atau bukan ' batin Aria
"Aria? apa kau baik-baik saja?" ujar Arga
"iya, aku baik-baik saja."ujar Aria
Arga pun terdiam mendengar perkataan Aria yang menggunakan kata 'aku'.
"kenapa?"ujar Aria heran
"bukan apa-apa, em.........oh,ya Lo bilang mau mandi kan?mandi aja dulu gue tunggu disini."ujar Arga
Aria mengangguk. sepeninggal Aria pergi tampak Arga yang sedang duduk di rerumputan Sambil menatap keatas.
"apa tadi dia mengingat sesuatu?"gumam Arga
' padahal tanpa melakukan hal seperti ini aku bisa membuatnya mengingatnya ' batin Arga
sementara itu Aria sedang berendam di danau tersebut.
"apa anak lelaki itu beneran Arga? kalo bukan kenapa dirinya terasa familiar?"gumam Aria
10 menit kemudian
Aria pun menghampiri Arga yang duduk termenung. matanya menerawang lurus ke depan. Arga mendongak saat merasakan ada seseorang yang menghampirinya.
"sudah selesai?"tanya Arga
"iya."ujar Aria tersenyum
"ayo kembali."ajak Arga
"jalannya jauh kan? kita tidur disini aja ya?"ujar Aria
"nggak jauh kok."ujar Arga
"bohong."ujar Aria
"beneran."ujar Arga
"Arga salah jalan."tegur Aria
"enggak, ini jalan pintas."ujar Arga
tak lama kemudian Mareka berdua pun sampai dirumah pohon tempat Mareka berdua akan menginap malam ini.
tampak Aria yang kebingungan. jika Arga tahu jalan pintas untuk pergi ke danau kenapa dirinya malah memilih untuk berjalan memutar.
"kamu ngerjain aku?"ujar Aria
Arga cengengesan saat ditatap dengan tatapan tajam oleh Aria.
"gak, kan katanya kamu kuat yaudah kita jalan memutar aja sekaligus olahraga juga"Elaknya
Aria naik kerumah pohon tersebut meninggalkan Arga sendirian. sekilas memori masa kecilnya kembali muncul membuat air matanya menetes.
"Aria kamu kenapa.....sih?"ujar Arga
Arga terdiam saat melihat Aria menghapus air matanya yang mengalir.
"hei kenapa menangis?"ujar Arga
'apa dia mengingat semuanya?' batin Arga
Aria pun tersenyum menatap Arga.
"bukan apa-apa."ujar Aria sambil menggeleng
"Jangan khawatir." sambung Aria
"justru kau bilang jangan khawatir itu yang membuat ku khawatir."ujar Arga
"air mataku keluar Karena tempat tidur ini berantakan sekali. padahal kamu cuma berbaring sambil memainkan ponsel."ujar Aria tersenyum
Arga pun meneguk salivanya susah payahnya. Aria menatap Arga.
"sekarang kamu.....-"ujar Aria
"bersihkan." ujar Arga cepat
Aria mengangguk. Arga pun pasrah menuruti perintah gadis yang dirinya sukai tersebut sedangkan Aria berjalan mengelilingi tempat tersebut.
Aria membuka laci nakas disamping ranjang. seketika dirinya terdiam melihat sebuah foto yang dibingkai dengan indah.
difoto tersebut tampak seorang anak kecil yang cantik tersenyum manis kedepan dengan Arga kecil yang memeluknya dari belakang.
dibelakang foto tersebut terdapat tulisan yang sedikit memudar akibat terkena air. Aria pun menyipitkan matanya untuk melihat lebih jelas. tapi tetap saja dirinya tidak bisa membacanya.
Aria menatap Arga yang sedang sibuk merapikan seprai kasur.
"Arga."panggil Aria
Arga menghela nafas panjang.
"iya tuan putri."jawab Arga
"ini.....foto siapa?"ujar Aria memperlihatkan foto tersebut
SRAK
Arga pun mengambil foto tersebut dengan cepat.
"dimana kamu menemukannya?"ujar Arga tajam
"di laci....tapi siapa anak perempuan itu?"ujar Aria
Arga menyimpan foto tersebut kedalam lemari.
"bukan siapa-siapa."ujar Arga dingin
Aria terdiam mendengar suara Arga yang dingin seolah-oleh membenci membicarakan tentang anak perempuan tersebut.
' sebenarnya siapa anak yang ada di foto itu?' batin Aria
"sudah malam sebaiknya kamu tidur."ujar Arga
"tapi bagaimana denganmu?"ujar Aria
"aku akan tidur dilantai kau tidurnya diranjang."ujar Arga
Aria mengangguk mengerti. setelah Aria terlelap dari tidurnya Tampak Arga yang berada di luar menatap bulan yang bersinar terang.
Arga pun mengusap wajahnya kasar.
"sialan....Lo sudah tiada tapi kenapa Lo masih mengganggu gue?"gumam Arga dingin
whusss
angin pun berhembus menerpa wajah Arga.
"rasanya ini seperti malam kecelakaan waktu itu ya?"ujar Arga bertanya bukan kepada siapapun.
Arga menghela nafas.
' semua ini gara-gara dirinya ya? ' batin Arga
"yang benar saja, waktu itu dirinya juga ikut terluka dan sekarang tidak mengingat apapun." gumam Arga
Arga pun tersenyum miris mengingat kejadian yang terjadi beberapa tahun lalu.
" bisa stres gue." gumam Arga
Arga naik keatas pohon. pemandangan yang pertama kali dirinya lihat adalah Aria yang tertidur nyenyak.
Arga menjauh rambut Aria yang menutupi wajahnya.
' kekasih masa kecilku akhirnya aku menemukanmu tetapi kenapa kamu melupakan semua kenangan kita? ' batin Arga tersenyum miris