
Aria terdiam sambil menatap langit-langit kamarnya. "tak kusangka besok aku sudah menjadi seorang istri."gumam Aria
"Aria, ayo ke-mall."ajak Elina sambil menarik tangan Aria
"ngapain?"tanya Aria
"hm? fitting dress lah, mau ngapain lagi."kata Elina tersenyum
"bukannya udah disiapin ya?"Tanya Aria
"Lo bisa gak sih biarin gue bahagia dikit."sinis Elina
"gue tuh pengen liat Lo pake wedding dress tau gak."rengek Elina
"besok aja."enteng Aria kembali merebahkan tubuhnya
"sekarang aja."ajak Elina.
Aria dan Elina pun masuk kedalam butik. tampak begitu banyak gaun yang begitu indah. seorang pelayan menghampiri mareka berdua. "ada yang bisa saya bantu, nona?"tanya pelayan tersebut ramah
"aku ingin gaun terbaik kalian."kata Elina membuat Aria yang disampingnya terkejut
"baik, Nona. silahkan lewat sini."kata pelayan itu
Aria dan Elina duduk menunggu sambil mengobrol. tak lama kemudian beberapa pelayan membawakan mareka begitu banyak gaun.
"Aria, menurut bukankah ini bagus."kata Elina menunjukkan gaun pilihannya

**☝️☝️ gaun pilihan Elina**.
"em.... entahlah."kata Aria ragu
"padahal ini cantik."kata Elina
Elina menatap gaun-gaun yang ada dihadapannya.

☝️☝️ **gaun pilihan Elina yang ke-2**
"bagaimana kalo ini?"tanya Elina
"...kak bisakah yang biasa saja, itu.... terlalu..."kata Aria bingung
sementara itu diluar Tampak Felisha yang sedang berjalan-jalan hingga akhirnya matanya tertuju pada dua orang gadis didalam butik.
"itu...kak Elina dan kak Aria."gumamnya pelan
Felisha pun masuk kedalam butik.
Aria dan Elina menatap Felisha yang baru saja tiba. "darimana saja kau?"tanya Elina Kepada Felisha
"dan Kenapa bajumu serba hitam begitu?"tanya Aria
"ah....ini....aku...ada urusan."kata Felisha Tersenyum
"urusan apa?"tanya Aria
"em....ah, tidak penting kok, kaka sendiri sedang apa disini?"tanya Felisha
"hm? kau punya mata kenapa bertanya lagi?"tanya Elina
"... Feli, lihat, menurutmu yang mana yang bagus?"tanya Elina sambil menunjukkan kedua gaun pilihannya
"hm... kurasa yang kedua, kenapa?"tanya Felisha duduk disamping Aria
"tuh, kan sudah ku bilang. Aria, kau harus memakai gaun ini besok."kata Elina
"t-tidak."kata Aria pelan
"jadi, buat kak Aria ya?"pelan Felisha
"kau, bilang sesuatu?"Tanya Aria
Aria menatap Felisha yang sedang menatap gaun yang ada didekat Elina. "apa yang kau lakukan?"tanya Elina heran

**☝️☝️ gaun pilihan Felisha**
"bukankah ini lebih baik?"kata Felisha
Elina menatap Felisha kesal. "apa maksudmu? aku lebih dulu disini, jadi. Aria lebih bagus memakai gaun pilihan ku."kata Elina kesal
"hah?! bukankah dari tadi kak Aria tidak suka pilihanmu?!" kata Felisha kesal
"m-mana mungkin."kata Elina pelan
"daripada kita ribut, kita tanya kan saja pada Aria!"kata Elina
Aria yang duduk menatap Mareka berdua pun terkejut. "a-aku?"Tanya Aria
"tentu saja, bukankah yang akan menikah besok adalah kamu."kata Elina dan Felisha serempak
"*g-gawat*." batin Aria
"a-aku...em....aku kekamar kecil dulu."kata Aria berdiri dari duduknya
Felisha menepuk pundak Aria. "jangan coba melarikan diri."kata Felisha Tersenyum menyeramkan
"i-i-iya."Pasrah Aria
Aria terdiam melihat gaun yang ada dihadapannya. "jadi gaun mana yang paling bagus?"tanya Elina