
mareka semua duduk di kursi kecuali Aria yang berdiri disamping Raga. "Padahal ini adalah hari ulang tahunmu, kenapa kau malah berdiri?"Tanya Sayuri kepada Aria.
"tidak apa-apa."jawab Aria tersenyum.
"hari ini adalah ulang tahunmu, kau tidak perlu kursi untukmu duduk."kata Raga.
"benarkah? kalo begitu, dimana aku duduk?"Tanya Aria.
"hm....aku sudah mempersiapkannya untukmu."kata Raga.
Aria terkejut saat Raga menarik tangannya hingga dirinya kini berada dipangkuan Raga. "ini baru tempat duduk yang pas untuk tuan Putriku."kata Raga.
Wajah Aria bersemu kemerahan, sedangkan Arga Tampak memalingkan wajahnya kesal. "apa mareka berdua memiliki hubungan?"gumam Arga dengan wajah kesal.
"aku tidak tahu tapi mareka sangat dekat akhir-akhir ini."kata Devan.
Sayuri yang melihat wajah kesal Arga membuat dirinya merasa heran. "kenapa Arga tidak suka melihat Aria dan Raga seperti itu?"batin Sayuri heran.
"Arga, apa yang kau lakukan kesini?"tanya Sayuri kepada Arga.
"hm?ah...aku kesini karena ingin sekolah kesini suruhan dari orangtuaku sekaligus untuk menemui seseorang."kata Arga menatap Aria sekilas.
"benarkah? siapa orang itu?"tanya Sayuri.
"dia...."
"Sayuri sudahlah, bukankah itu tidak penting bagi kita? bagaimana sekarang kita mulai saja pestanya?"kata Aria memotong perkataan Arga.
"tapi -"
"mulai saja acaranya sekarang."kata Raga.
Sayuri mengangguk lalu menyalakan lilin diatas kue lalu Raga membawa kue tersebut kehadapan Aria yang duduk di pangkuannya. "sebelum meniupnya ucapkan permintaanmu."kata Raga yang dianggukki oleh Aria.
Aria memejamkan matanya lalu meniup lilin tersebut. "happy birthday my princess." bisik Raga membuat Aria bersemu kemerahan.
"selamat ulangtahun Aria!"kata Sayuri dan Devan.
"ah ... sayang sekali, kau tidak tahu kalo ini ulangtahunnya."kata Devan menepuk pundak Arga.
Aria menatap Arga lalu menatap kado tersebut. "apa kau yakin? bagaimana kalo dia Cemburu?"tanya Devan.
"dia tidak akan cemburu."kata Arga mantap.
Aria menatap kado tersebut ragu. "ayo, Ambil Aria, jika kau menolaknya semuanya akan merasa heran dengan hubungan kita."batin Arga.
Aria mengambil kado tersebut sambil tersenyum paksa. "terimakasih."kata Aria yang dianggukki oleh Arga.
"gadis pintar."batinnya tersenyum.
...----------------...
keesokan harinya, Aria membuka matanya dan melihat kearah jam dinding yang menunjukkan pukul 10.
bukannya bangun dirinya malah kembali memejamkan matanya. "Ekhem....sudah saatnya bangun nona."bisik Raga.
Aria memalingkan tubuhnya kesamping membuat Raga menghela nafasnya, memang gadisku yang pemalas batinnya tersenyum.
"aku masih ngantuk, pergilah."kata Aria dengan mata terpejam.
"jika aku pergi siapa yang akan menjaga tuan putriku ini."kata Raga.
Bruk.
Raga terkejut saat Aria menarik tubuhnya hingga terjatuh ke kasur Aria. "hnng....dasar Teddy bear ku yang nakal."kata Aria mengigau.
Raga terdiam melihat wajah tidur Aria. tak lama kemudian mata Aria terbuka, dirinya terdiam sejenak Melihat Lelaki yang berada diatasnya.
"KYAAAAAA......"teriak Aria membuat Raga menutup mulutnya menggunakan tangannya.
"diam."perintah Raga.
Dengan cepat Aria mendorong tubuh Raga menjauh darinya. "kau?! apa yang mau kau lakukan padaku hah?!"kata Aria sambil menutupi tubuhnya dengan selimut.
Raga melotot. "bukankah kau yang menarik tubuhku?"kesal Raga