Argaria

Argaria
Chapter 40



tampak seorang pria paruh baya yang membuka pintu sebuah ruangan. seketika dirinya terkejut melihat apa yang dilakukan seorang lelaki kepada Aria. "apa yang kau lakukan?!" bentak Kendra ayah Aria


Aria tertegun melihat sosok lelaki yang berdiri didepan pintu. dalam hati dirinya terus bertanya-tanya apakah dirinya mengenal pria tersebut dan kenapa terasa familiar.


Kendra melangkah mendekat dan menarik lengannya langsung memukulnya. "apa yang kau lakukan? kau tidak boleh begitu kepada seorang gadis."kata Kendra lantang


" tapi paman bukankah dia ada-"


Bugh


belum selesai Lelaki itu berbicara Kendra langsung menonjok wajah lelaki itu. "anu.... Anda...."


Kendra berjongkok menghadap Aria dan menangkup ke-dua pipi Aria. "kau baik-baik saja?"tanya Kendra lembut


"siapa anda sebenarnya?"tanya Aria


Kendra tampak sedikit terkejut mendengar pertanyaan yang diberikan perempuan dihadapannya, ralat. anak perempuannya kepadanya."aku akan memberitahumu tapi tidak sekarang ya?"kata Kendra sambil tersenyum


"tapi-"


"memang tidak sopan membawa dan mengikat seorang tamu, aku minta maaf karena memaksa mu untuk ikut."kata kendra


"ruangan ini ada kasur. aku tahu kau lelah jadi silahkan istirahat."kata Kendra sambil beranjak pergi


Blam


pintu pun tertutup. "sebenarnya siapa dia?"gumam Aria berjalan


Aria pun merebahkan tubuhnya diatas kasur. "Ternyata benar yang dikatakan orang tua itu disini ada kasur empuk, rasanya sangat nyaman sekali."kata Aria memejamkan matanya


Aria membuka matanya dan menatap langit-langit ruangan tersebut. "Arga dan kak les bagaimana ya? pasti Mareka sibuk mencariku."gumam Aria


"aku ingin ketemu dengan Mareka....... tapi kasur ini sangat nyaman, aku jadi tidak mau pulang."gumam Aria sambil memejamkan matanya



"sekarang bagaimana?"kata Handry



"kita terobos saja markas ayahku. saat pagi seperti ini pastinya dia sedang berkerja dan ada seorang anak menyusahkannya, kira-kira bagaimana reaksinya ya?"gumam Achilles



"les, pintunya Sudah terbuka."kata Handry saat menerima laporan dari salah satu bawahannya



"oke, serahkan saja semuanya padaku."kata Achilles




"ruangan sebelah kiri dan disana ada banyak sekali penjaga."kata Handry



"aku kesana, kirim beberapa Orang untuk menjaga diluar."kata Achilles



"kau yakin? bukankah kau terkena tusukan dilengan kirimu tadi?kau masih ingin menerobos."



"tentu saja, karena adikku yang tersayang sedang dalam bahaya."kata Achilles



Achilles berlari disepanjang koridor hingga dirinya berhadapan dengan 3 orang anak buah ayahnya yang bertubuh besar dan kekar. "apa yang kau lakukan disini anak kecil?"kata salah satu dari Mareka



Achilles menatap Mareka kesal. bagaimanapun juga dirinya sangat benci dihina walaupun memang kenyataannya bergitu. "tarik kembali perkataanmu."kata Achilles menonjok wajah lelaki itu



Achilles yang tersulut amarahnya memukuli Lelaki itu. hingga, dirinya lupa kalo bukan hanya ada seorang dari lelaki itu tetapi juga ada teman-temannya.



salah satu Mareka memegang bahu Achilles untuk menjauh dari temannya lalu memukul hingga Achilles ambruk. "sial, aku tidak boleh menyerah sekarang." gumam Achilles sambil berdiri



Baru saja Achilles ingin berdiri salah seorang mareka pun menginjak belakang Achilles. *bagaimana aku bisa membalikkan keadaannya jika begini*? batin Achilles


**Dor



Dor



Dor**



perlahan-lahan penglihatan Achilles pun menghitam.