Argaria

Argaria
Chapter 18



Aria menatap Arga yang menarik tangan pergi dari rumah. "Arga?"panggil Aria


"hm?" jawab Arga


"kita mau kemana?"tanya Aria


Arga melepaskan tangan Aria lalu berbalik menatap Aria. "kemana saja, yang penting jauh dari mareka."lirih Arga


"tapi..... mareka orang tua kita."ujar Aria


"SIAPA YANG PEDULI DENGAN ITU?!!"bentak Arga ".... Mareka, orangtua itu hanya mengunakan seseorang anak demi keuntungan pribadi saja."ujar Arga kesal


"tetap saja Mareka orangtua kita, yang melahilkan kita, yang menjaga kita."ujar Aria


"apa yang kalian lakukan disini?"tanya seorang lelaki remaja


Aria dan Arga pun menoleh kebelakang. seketika Mareka berdua terkejut.


"kak les!!"teriak Aria melompat ke pelukan lelaki itu


lelaki itu pun menggendong Aria.


"kenapa kau masih diluar?"tanya lelaki itu sambil mengusap rambut Aria


"Aria, siapa?"tanya Arga heran


Aria Sadar kalo ada Arga yang menatap bingung, Aria pun turun dari gendongan Lelaki itu. "ini Abang Alia, Abang Achilles."ujar Aria tersenyum


lelaki yang bernama Achilles itu pun berjongkok dihadapan ke-dua anak kecil itu. "kenapa kalian disini?"Tanyanya


".....kami kabur."ujar Arga


"iya, ibu sama ayah pengen nu-nu."ujar Aria bingung


"nu?"Heran Achilles


"nunangin aku sama Aria."ujar Arga


"ah..iya itu."ujar Aria


Achilles menatap ke-dua anak itu Heran, Mareka tidak ingin ditunangkan, tapi kenapa kabur bersama?. pikir Achilles. "bukankah lebih baik kalian menerima pertunangan itu, lagi pula kalian saling menyukai."ujar Achilles


"tidak!!aku tidak suka Dhika!!!"teriak Aria


"maksudnya? bukankah kalian berdua yang ditunangkan, kenapa jadi ada Dhika?"tanya Achilles heran


Arga pun menceritakan semua yang terjadi di villa kepada Achilles. "hm.....jadi kau akan ditunangkan dengan Dhika?"goda Achilles kepada adiknya


"tidak!! tidak mau!!!"teriak Aria


Achilles pun tertawa terbahak-bahak setelah melihat Adiknya yang sudah hampir menangis.


BRAK


Achilles terdiam saat Arga kecil mendorong tubuhnya hingga jatuh ketanah. ' heh...anak ini sangat kurang ajar ' batin Achilles kesal


"oke,aku salah."ujar Achilles mengangkat kedua tangannya.


Achilles menatap ke-dua anak kecil itu. "jadi kalian berencana untuk kabur?"tanya Achilles


"tid-


"ya."jawab Arga cepat


"tapi bukankah bahaya anak kecil seperti kalian ini berkeliaran malam-malam begini."ujar Achilles


"aku bukan anak kecil."sahut Arga kesal


' jadi Mareka bakal pergi kemana? ' pikir Achilles


Achilles menatap adiknya yang berada disamping Arga ' masalahnya anak kecil kurang ajar itu mau membawa adikku pergi, aku tidak bisa meninggalkannya seperti ini. ' batin Achilles


Achilles menghela nafas. "kalian ikut aku saja."ujar Achilles


"kita mau kemana?"ujar Arga


' padahal anak ini masih kecil tapi kenapa respon begitu cepat? ' batin Achilles


"kita akan pergi kerumah pohon."ujar Achilles girang


Aria dan Arga menatap Achilles bengong. "pohon?"beo Mareka berdua


Achilles pun masuk kedalam mobilnya yang tidak jauh dari mareka berdiri diikuti oleh Aria lalu Arga. "tempat mungkin sedikit jauh jadi ya..... begitu lah."ujar Achilles sambil menyetir mobilnya.


Arga pun menghela nafasnya sambil mempause video yang terputar dilaptopnya. "bukan ini yang kucari."ujar Arga



Arga terdiam sejenak mengingat kapan kejadian kecelakaannya Aria dulu. "aku tidak bisa mengingatnya."ujar Arga mengusap wajahnya kasar



dengan lincah jarinya mencari Video yang ia kehendaki didalam laptop tersebut, hingga akhirnya Arga terdiam melihat sebuah Video yang menurutnya sedikit janggal. ' *Aku dengar kecelakaan itu waktu umurku 5 tahun berarti 12 tahun yang lalu. ' batin Arga*



Arga mencek informasi video tersebut tapi tidak menemukannya hingga akhirnya dirinya menemukan video yang sedikit janggal menurutnya. ' *apa yang ini? ' batin Arga*



Arga memutar video tersebut.


*5 tahun yang lalu.


Aria, Arga , Grisella dan Lea masuk kedalam mobil. "aku tidak sabar pergi ketaman bermain."ujar Grisella


"aku juga."ujar Aria


Grisella pun bercerita tentang apa yang ingin ia lakukan ditaman bermain kepada Aria. sedangkan Arga hanya diam mendengarkan percakapan kedua gadis yang berada disamping kanan dan kirinya.


Lea yang berada didepan pun menatap dari spion tengah mobil. tampak tatapan mata Lea yang menatap Aria dengan tatapan sinis.


hujan pun turun begitu deras. "lakukan sekarang."ujar Lea berbicara dengan ponselnya*.


duar...ciiiit....


seketika mobil pun tidak terkendali entah karena apa, seketika Aria dan Grisella pun berteriak ketakutan.


kyaaaaaa!!!


*sebelum mobil menghantam pembatas jalan disamping jurang, Arga pun membuka pintu mobil. "Aria! cepat lompat."ujar Arga


Aria menggelengkan kepalanya. "tidak, aku takut."ujar Aria


"cepat!!"teriak Arga


Grisella yang dibelakang Arga pun menyentuh pundak Arga, Arga menoleh. "lompat bersama."ujar Grisella


Arga menatap Grisella lekat lalu mengangguk. Arga menggenggam tangan Aria erat lalu melompat ke luar mobil*.


bugh


*Aria yang terdahulu mendarat pun terbentur jalanan hingga membuat kepalanya mengeluarkan cairan berwarna merah.


dengan sisa kekuatan yang ada Mareka berdua pun bangkit, seketika Mareka terdiam melihat mobil tersebut jatuh kedalam jurang diiringi oleh teriakan Grisella.


kyaaaaaa!!


Lea, mama Grisella terdiam menatap anaknya yang jatuh ke jurang. "GRISELLA!!!!!!"teriaknya*.


*Lea menoleh kearah Aria yang gemetaran akibat takut. Lea mengeluarkan benda tajam yang ada didalam tasnya yang sudah dirinya siapkan. " ini semua salahmu, semuanya salahmu" gumam Lea sambil berjalan kearah Aria


Lea pun mengangkat tangannya yang memegang pisau kearah Aria. "ARIA LARI!!!!"teriak Arga


Aria memejamkan matanya saat pisau hampir mengenai tubuhnya.


Srett...


darah pun bercucuran mengenai wajah Aria, seketika Aria terkejut saat melihat Arga tepat didepannya dengan bersimbah darah. "ar-ga."ucap Aria terkejut


"bu-kan kah a-ku su-dah bil-ang la-ri."Ucap Arga terbata-bata sambil mengangkat tangannya untuk menyentuh wajah Aria


Aria menggenggam tangan Arga erat. "tidak."isak Aria


Lea menggeram kesal akibat tusukannya tidak mengenai sasaran. Lea pun mencabut pisau tertancap diperut Arga. "lari Aria."perintah Arga


Aria berlari tak tentu arah dengan kakinya yang gemetaran. hingga akhirnya dirinya terjatuh dan penglihatannya yang mulai kabur.



Arga terdiam. ' *jadi kejadian itu 5 tahun yang lalu. ' batin Arga*


"sebenarnya seberapa banyak kebohongan didalam hidupnya?"pikir Arga



Arga pun menghapus Video tersebut tapi sebelumnya ia menyalinnya kedalam memory card miliknya. "aku tidak mengerti kenapa aku memberikan ini kepada-nya?"gumam Arga.



**tok... tok**...


Arga pun membereskan laptopnya. "siapa yang datang siang siang begini?"pikirnya



**ceklek**



Arga membuka pintu tampak seorang pria dan wanita yang menggendong balita berumur sekitar 3 ditangan Mareka. ' *firasat gue gak enak ' batin Arga*



"Arga,kakak minta tolong ya? Mareka ya?"ucap Gina kakak perempuan Arga



"kakak mau kemana?"tanya Arga



"kakak ada urusan penting."ujar Gita



Mareka berdua pun menurunkan ke-dua anak Mareka dan memberikannya kepada Arga. "tunggu, kenapa gak sama bunda aja?"tanya Arga



"bunda sibuk ga, takut ngerepotin."ucap Ilham suami Gita



"malah gue yang repot."gumam Arga



"apa?!"ujar Gita terkejut



"gak bukan apa-apa."ujar Arga



"yaudah gue tinggal ya? awas kalo anak gue lecet dikit mati Lo."ancam Gita



"iya,iya pergi sana hush... hush...."usir Arga