Argaria

Argaria
Permintaan



Aria memotong buah apel yang ada di nakas lalu memberikannya kepada Raga. "kau tidak sekolah Hari ini?"tanya Raga melihat kearah jam dinding yang menunjukkan pukul 8.


"tidak."kata Aria.


"Kenapa kau tidak sekolah?"Tanya Raga sambil memakan buah apelnya.


"kalo aku sekolah, lalu siapa yang akan menjagamu? lagian kau itu punya rumah mewah begini. kenapa tidak sewa pelayan sih?"kata Aria kesal.


"hei, aku tidak menyuruhmu untuk merawatku loh. lagian kalo menyewa pelayan itu akan merepot nanti."kata Raga.


Aria menggangguk mengerti. "ya....kau benar. kau kan tinggal sendiri, bagaimana kalo ada yang....."kata Aria menggantungkan kalimatnya.


"cukup Aria! aku bukan lelaki seperti itu."kata Raga kesal.


"kau saja tidak tahu aku mau mengatakan apa, kenapa malah langsung kesal?"Tanya Aria sambil tertawa.


"tidak lucu."kata Raga meletakkan piring ke nakas.


"baiklah.... waktunya cek suhu tubuhmu."kata Aria berdiri mengambil kotak p3k yang berada tak jauh dari ranjang Raga lalu mengambil termometer dari dalamnya. "hm.....suhu tubuhmu sudah sedikit normal... besok kau bisa masuk sekolah ."kata Aria.


"apa besok kau akan kesini lagi?"Tanya Raga pelan.


Aria menatap Raga sebentar lalu membereskan kotak p3k itu. "kau tahu, kau sudah libur sekolah selama 4 hari berturut-turut begitupun aku, lalu lusa akan ada Festival sekolah."


"ditambah kau adalah ketua OSIS sudah pasti besok banyak yang kau urus...jadi kita tidak bisa bertemu sementara waktu kan?"kata Aria tersenyum.


Raga menundukkan kepalanya kecewa. "jadi ingin sakit lagi..."kata Raga membuat Aria mendelik.


"kau mau membuatku jadi pelayanmu?!"kata Aria.


"begitulah...."kata Raga.


Aria memukul pundak Raga keras membuat sang empunya meringis kesakitan. "lebih baik sekarang aku pulang saja daripada harus mengurusmu."kata Aria bangkit dari duduknya namun Raga menahan tangannya.


"apalagi Raga?"Tanya Aria.


"disini aja, lagian kalo ke apartemen sendirian."kata Raga.


"Raga...aku bukan pelayanmu. aku adalah- uakh!"


"ugh, Raga, aku...."


"please....aku gak mau sendirian disini."pinta Raga.


Aria menghela nafasnya lalu memegang pipi tirus Lelaki itu. "baiklah, aku setuju."kata Aria tersenyum.


"tapi ada syaratnya."lanjut Aria membuat Raga menatapnya heran.


"Syaratnya Festival nanti kau akan menemaniku berkeliling, bagaimana?"Tanya Aria.


"Baiklah, my Angel."kata Raga menciumi wajah Aria.


...----------------...


Aria berjalan di koridor sekolah sendirian. Dirinya berencana menghampiri Raga diruangan OSIS.


Bruk.


Aria mendadak oleng karena ditabrak oleh seorang lelaki. jika saja lelaki itu tidak cepat menangkap mungkin dirinya sudah terjatuh kelantai. "maaf...aku tidak memerhatikan jalan."kata lelaki itu.


Deg.


"suara ini..."kaget Aria.


Aria mendongakkan wajahnya menatap lelaki yang menolongnya itu. "k-kau?!"


Dengan cepat dirinya melepaskan diri dari pelukan lelaki itu. "ugh, menjauh dariku."kata Aria sambil mendorong tubuh Arga.


"ugh.... sshhh.."ringis Aria.


"kau baik-baik saja?"panik Arga.


"bukan urusanmu!"kata Aria datar lalu meninggalkan Arga yang menatapnya khawatir.


"apa yang harus ku lakukan supaya kamu tidak mengindari ku lagi, ri?"gumam Arga sedih.


Setelah menjauhkan diri dari Arga, Aria pun berjongkok sambil meringis pelan. "sshhh... sakit banget."kata Aria sambil menyentuh kakinya.