
Arga yang dipeluk pun terdiam. dengan ragu Arga pun mengangkat tangannya untuk mengusap rambut Aria tapi Aria langsung melepaskan pelukannya
"makasih ga.....gue bahagia banget"ujar Aria tersenyum manis
Arga menurunkan tangannya Sambil Tersenyum melihat Aria
"iya"ujar Arga
Aria pun berdiri dari duduknya
"gue pergi dulu soalnya masih ada urusan.... byeee...."ujar Aria melambai
Arga pun membalas lambaian Aria dengan wajah sedikit sedih
' lagi-lagi seperti ini.... kapan kau tidak akan meninggalkan ku seperti ini ri?' batin Arga
Aria pun berjalan menuju zebra cross tiba-tiba ada seseorang lelaki yang menarik tangannya hingga Aria memeluk Lelaki tersebut
"to-"ujar Aria
lelaki itu pun membekap mulut Aria
"gue Dhika"ujar lelaki itu
Aria pun menjauh dari Dhika lalu menghela nafas
"kenapa?"ujar Aria
"gue kangen"ujar Dhika
Aria pun menatap Dhika datar. Dhika pun menarik tangan Aria keparkiran motornya. Aria pun menatap Dhika heran
"Ayo naik"ujar Dhika
"Lo mau bawa gue kemana?"ujar Aria
"udah ikut aja"ujar Dhika
Aria naik ke motor sport Dhika. motor Dhika pun membelah keramaian kota yang tampak cukup padat. tak lama kemudian Mareka berdua pun berhenti di mall
Aria pun menatap Dhika
"Lo ngajak gue ke-mall?"ujar Aria
Dhika pun mengangguk
"anggap aja kencan pertama kita"ujar Dhika
Dhika pun memarkirkan motornya lalu masuk kedalam sambil menggandeng tangan Aria. Aria pun menatap tangannya yang digenggam Dhika
"Lo apaan sih?"ujar Aria kesal
"ini tuh kencan pertama kita setelah aku pulang dari Inggris jadi kamu harus nurut sama aku ya?"ujar Dhika lembut
Aria pun melepaskan tangannya dari genggaman Dhika
"sepertinya lo lupa kita udah putus"ujar Aria sinis
"kata siapa? Aria sayang sepertinya kamu lupa kita gak pernah putus"ujar Dhika
"gue gak peduli"ujar Aria pergi
Dhika pun mencekal lengan Aria dengan erat
"jadi gini setelah gue tinggalin lo! Lo Berani ngelawan gue ya sekarang"bentak Dhika
Aria pun gemetaran Karena takut. Dhika pun memegang tangan Aria erat hingga tangan Aria mengeluarkan darah Karena Dhika menekan kukunya ketangan Aria
"Lo denger ya....jangan kira Lo bisa lepas dari gue"ancam Dhika
Aria memejamkan matanya menahan tangisnya
"d-dhika sakit"ringis Aria
Dhika pun melepaskan tangannya
"sakit ya?... maafin aku ya sayang"ujar Dhika lembut
Aria terdiam membisu menatap Dhika
"gue bilang maaf!!"bentak Dhika
Aria pun mengangguk. Dhika pun mengusap rambut Aria
"aku jadi marahin kamu, maafin aku ya akhir-akhir ini aku sibuk tapi aku malah melampiaskannya kekamu maafin aku ya?"ujar Dhika lembut
Aria pun mengangguk dengan perasaan pasrah
"i-iya"ujar Aria
Dhika pun memeluk Aria lalu mengusap punggung Aria.
drrrt.....drrrt.....
Dhika pun melepaskan pelukannya lalu mengambil ponselnya
"bentar"ujar Dhika
Dhika menjauh dari Aria yang diam menatapnya
"iya"ujar Dhika
"....."
"gue kesana"ujar Dhika
Dhika pun menghampiri Aria
"maaf ya sayang nanti aja ya kita jalan-jalan ke mall nya soalnya ada urusan mendadak"ujar Dhika
"......gue pulang naik taksi aja"ujar Aria cepat
"gak kamu ikut aku aja"ujar Dhika
Aria pun menggeleng
"gak aku-"ujar Aria
Aria pun terdiam saat Dhika menatapnya tajam.
"i-iya"ujar Aria menunduk
Dhika pun tersenyum lalu memegang tangan Aria
"ayo"ujar Dhika
dilapangan kosong
Aria dan dhika pun turun dari motornya
"kamu tunggu disini aku kesana dulu"ujar Dhika
Dhika pun menatap Aria tajam. Aria pun menunduk
"i-iya"ujar Aria
Dhika pun pergi meninggalkan Aria sendirian
brummm.....brummm
Arga pun memarkirkan motornya yang tidak jauh dari seorang gadis yang sedang berdiri gelisah.
"ga bukannya itu Aria?"ujar Bara
Arga pun menatap punggung seorang gadis yang tak jauh darinya
"masa?"ujar Arga
"samperin yok"ujar Leon
Arga pun menarik kerah baju leon dari belakang
"apa sih?"ujar Leon kesal
"Lo berdua bawa nih curut biar gue yang hampir Aria"ujar Arga
bara dan Alva pun mengangguk. Arga pun berjalan mendekati gadis tersebut
"Aria?"ujar Arga
gadis itu pun berbalik menatap Arga. nampak wajahnya sedikit terkejut melihat lelaki yang ada dihadapannya
"Loh?Lo ngapain kesini?"ujar Arga
Aria pun memainkan jari tangan dengan perasaan gelisah
"Aria"panggil Arga
Aria pun menatap Arga
"em.....gue...."ujar Aria Bingung
Arga pun melihat tangan Aria yang mengeluarkan darah. Arga pun memegang tangan Aria
"tangan Lo...."ujar Arga
Aria pun menyembunyikan tangannya dari Arga.
"Aria tangan Lo luka"tegur Arga
"gak....ini...em....sirup iya sirup"ujar Aria panik
"ria Lo mau bohong sama gue?"ujar Arga dingin
Aria tertegun lalu menggeleng pelan. Arga pun menghela nafasnya
"ayo sini"ujar Arga
Aria pun mengulurkan tangannya. Arga pun mengeluarkan plester dari saku celananya lalu memakaikan ketangan Aria
"kok bisa luka sih?"Tanya Arga sambil menatap wajah Aria yang sedang gelisah
"em......gak tahu"ujar Aria
Arga pun menatap Aria lalu menghela nafas
"Jujur aja gak apa-apa"ujar Arga lembut
Aria pun menggeleng
"ARGA!!!!"teriak Bara
Arga pun menatap bara. tampak Bara memberikan isyarat untuk Arga untuk pergi.
"gue pergi dulu byeee manis"ujar Arga tersenyum manis Sambil mengusap puncak kepala Aria
Arga pun berjalan menghampiri Bara yang sudah menunggunya
"ARGA!!!"teriak Aria
Arga yang dipanggil pun menoleh kearah Aria lalu mengedipkan sebelah matanya.
' dasar Arga Genit. suka banget buat gue Baper ' batin Aria kesal
disisi lain tampak Darren menatap Arga dengan pandangan yang tidak bersahabat.
"hai bebek"ujar Leon dengan wajah bodohnya
Darren pun menatap Leon kesal. sementara Arga dan anak buahnya menahan tawa
"tumben kalian nantang duluan"ujar Darren
"iya dong... soalnya udah lama gue gak liat kekalahan lo"
Arga pun menoleh kearah anak buahnya
"bener ga?!"teriak Arga
"bener!!!"teriak Mareka serentak
"maksud lo apa hah?"ujar Darren dengan wajah sangar
Darren pun melayang pukulan kewajah Arga. Dengan cepat Arga menghindar lalu menonjok wajah Darren.
bugh...
Darren pun menendang perut Arga sehingga Arga tersungkur. Arga pun kembali bangkit lalu menghajar Darren
***bugh
bugh
bugh***
Arga pun memukuli Darren hingga tumbang. bukan Darren namanya kalo langsung tumbang
Darren pun tersenyum menyeramkan
"brengsek Lo!!!"teriak Darren sambil menghajar Arga tanpa ampun
sementara itu Aria sedang menunggu seseorang diri dilapangan yang kosong tersebut dengan perasaan takut
"mareka kemana sih?"gumam Aria
Aria pun menatap sekitar tampak hari sudah mulai gelap tapi Darren tidak muncul.
"apa gue susul aja?"Tanya Aria
Aria pun memberanikan dirinya untuk berjalan di lapangan luas