
Aria mengubah posisinya menjadi duduk diatas Arga. "Arga? apa kau baik-baik saja?"tanya Aria sambil membelai lembut pipi Arga.
Deg.
Aria terkejut saat Arga menarik tekuknya hingga wajahnya berdekatan dengan wajah Arga.
Cup.
matanya terbelalak kaget karena Arga yang ******* bibirnya pelan. Aria pun membalas l*m*t*n Arga setelah beberapa saat terdiam.
tak lama kemudian Mareka pun melepaskan ciumannya sambil berlomba-lomba menghirup oksigen. "hah...maaf."lirih Arga.
"...aku tidak sengaja melakukannya."sambung Arga.
"... tidak... apa-apa."kata Aria sambil tersenyum menyentuh bibirnya lembut.
"ada apa dengannya?" batin Arga heran melihat Aria yang tersenyum.
"bisa kau menjauh dariku."kata Arga.
"ah ... maaf."kata Aria bangkit.
Arga pun bangkit sambil menyugar rambutnya yang basah akibat terjatuh karena menangkap Aria. "sudahlah...ayo, pergi."kata Arga sambil menarik tangan Aria.
"iya."jawab Aria tersenyum manis.
...****************...
sudah beberapa jam Aria dan Arga berjalan didalam hutan yang rindang itu bersama tetapi selalu saja berhenti di air terjun. tempat dimana Arga duduk tadi. Aria menghela nafas panjang sedangkan Arga Tampak menggeram kesal. "perasaan tadi gue lewat sini!"kesal Arga.
"Arga...apa masih jauh?"tanya Aria bosan karena dari tadi dirinya melewati tempat yang sama.
"hm.....kita kembali saja."kata Arga putus asa.
"hah? tapi kita sudah sejauh ini."kata Aria kaget.
"jauh? asal kau tahu kita dari tadi hanya berputar-putar saja."kata Arga kesal.
"... bagaimana kau sampai kesini?" tanya Arga.
"hm? terjun dari sana."kata Aria menunjuk atas air terjun.
"kenapa?"
"apa?!"kaget Aria.
"yah...tidak ada pilihan."kata Arga tersenyum menyeramkan membuat Aria menelan Saliva susah payah.
"hm?aku hanya mengikatnya."kata Achilles.
"ayah kira kau akan membunuhnya."kata Kendra.
"pengen, tetapi menyiksanya secara bertahap lebih menyenangkan."seringai Achilles.
"begitulah...ayah berbeda denganmu. ayah masih bisa menahan amarah saat marah."kata Kendra.
"gak tanya."kata Achilles datar berlalu dari hadapan Kendra sambil mengangkat tubuh Grisella layaknya karung beras. "turunkan aku!! cepat turunkan!!!!"teriak Grisella memberontak.
"diam!"bentak Achilles.
"tidak!! turunkan!! turunkan!! dasar mesum!!"
Kendra hanya menghela nafas sambil geleng-geleng kepala melihat kelakuan Achilles dan gadis itu. "bagaimana dia bisa mendapat wanita jika dia sekasar itu."monolog Kendra.
Mareka pun kembali namun berhenti ditengah jalan saat melihat Arga yang sedang mengangkat yang naik dipundak. "ngapain Lo berdua?"tanya Achilles saat melihat Arga hampir memanjat setengah dari air terjun itu.
"siapa?"bisik Aria membuat Arga grogi dan hampir kehilangan fokusnya.
"diem! itu Kaka Lo."kata Arga menghela nafas frustasi.
"Kaka?"tanya Aria berbalik menatap kearah Achilles.
"kak les!!!"teriak Aria.
"telinga gue woy!"Tegur Arga namun diabaikan Aria.
Achilles menjatuhkan tubuh Grisella ketanah lalu mengangkat kedua tangan bersiap menyambut adik kesayangannya tersebut. "lompat!"perintah Achilles.
Aria dengan semangat menganggukkan kepalanya. "jangan gila lo-"
Tak.
Aria melepaskan pegangannya di Arga membuat Kendra dan Arga terkejut bukan main.
Tap.
dengan sigap Achilles menangkap tubuh Aria. "kak les kok lama?"tanya Aria cemberut.
"maafin Kaka."kata Achilles.
"iya, gak apa-apa. tapi Bara mana?"Tanya Aria membuat mareka terdiam.