
"Kakak apakah masih jauh?"tanya Aria kepada Achilles.
sudah 3 jam dia berada didalam mobil untuk pergi ke kediaman barunya di Jepang. "sebentar lagi sampai."ucap Achilles fokus ke jalanan.
Achilles melirik adiknya. "apa kau... ngantuk?"tanya Achilles.
Aria mengangguk pelan. Achilles menghela nafas. "tidurlah, akan ku bangunkan jika sudah sampai."kata Achilles fokus.
Zraaash.
hujan turun dengan derasnya dimalam itu membuat jalan menjadi licin.
Bruk.
Deg.
Achilles membulatkan matanya saat mengetahui mobilnya ditabrak dari belakang. "sial, tidak mungkin mareka mengejar sampai sini." batin Achilles.
Achilles menatap dari kaca dalam mobil lalu menatap Aria sebentar. "sudahlah, tidak ada gunanya melawan sekarang."batin Achilles melajukan mobilnya.
...----------------...
"Hnng...."
Aria membuka mata menatap sekelilingnya. dirinya berada di sebuah ruangan yang tidak dirinya kenali.
"KYAAAAAA!!!"
Brak.
"Kenapa?!"kata Achilles mendobrak pintu kamar itu saat mendengar teriakkan Aria.
"k-kak?"tanya Aria.
"ada apa? kenapa kau berteriak?"tanya Achilles.
"hehehehe... maaf, ku pikir kakak.... he-he-he."kata Aria cengengesan.
"haa....kau pikir aku akan menjualmu?"tanya Achilles.
"t-tidak."kata Aria.
"benarkah? kau saja tidak tahu alasanku membawamu ke Jepang."kata Achilles.
"kenapa?"tanya Aria.
"aku akan menjualmu."kata Achilles tersenyum manis sambil memberikan amplop coklat kepada Aria.
"a-apa? tidak... k-kak..."kata Aria terkejut melihat amplop itu.
dengan tangan yang gemetaran dirinya membuka isi dari amplop tersebut. dirinya mengejapkan matanya beberapa kali. "ini.....kau mendaftarkan ku masuk sekolah?!"kaget Aria.
"tentu saja, aku kesini untuk urusan bisnis lalu kau? apa yang kau lakukan disini?"tanya Achilles.
"kau masih belum cukup umur untuk masuk kedunia bisnis.jadi, aku mendaftarkanmu masuk ke sekolah saja."kata Achilles.
"tapi-"
"tenanglah, disana khusus orang kaya dan ber-IQ tinggi."sela Achilles.
"bukan itu yang aku maksud."batin Aria.
"kak, kau sendiri saat berumur 17 tahun sudah boleh ikut berbisnis bukankah aku juga sama?"tanya Aria.
"bagi laki-laki mungkin sudah boleh tapi menurutku kau tidak, kau masih terlalu muda."
"jadi, menurut lah dan terima saja."kata Achilles.
Aria menghela nafas dan mengangguk pelan. "terserah saja."kata Aria pasrah.
...----------------...
kini Aria dan Achilles sedang duduk berhadapan menikmati angin yang berhembus kencang di kapal pesiar mewah. "jadi, kita mau kemana?"tanya Aria heran.
"kemana? tentu saja, ke tempat sekolahmu."kata Achilles santai
"tidak perlu sampai memakai kapal juga kan?"tanya Aria heran.
"tentu saja tidak bisa. sekolahmu berada di sebuah pulau."kata Achilles tersenyum.
"kau...kau membuangku kepulau!!"kaget Aria.
"tentu saja tidak, memang letaknya dipulau jadi bisa apa."
"lagian pulau itu tidak berhantu kok."kata Achilles.
"mendengarmu mengatakan itu membuatku tidak percaya."kata Aria.
"tenang saja."
"SMP, SMA bahkan dengan kampus menjadi satu disana. jadi kau tidak perlu repot-repot pergi ke satu sekolah ke sekolah lain."kata Achilles
"kau akan menjemputku kan?"tanya Aria.
"saat liburan aku akan menjemputmu."kata Achilles membuat Aria mengangguk pelan.
"tunggu, liburan? maksudnya aku akan tinggal di pulau itu?!"kaget Aria lagi.
"oh, tentu. mana mungkin aku mau bolak-balik menjemputmu lebih baik menginap sana, lumayan tidak berisik dengan ocehanmu dirumah."kata Achilles tersenyum.
"sebegitunya kau mengusirku dari rumah."kata Aria kesal.
"aku tidak bilang begitu."kata Achilles