
terlihat Achilles yang sedang berdiri didepan pintu menunggu Aria kembali ditemani oleh Handry yang berada disampingnya. "kenapa kau disini?"tanya Achilles kepada Handry yang selalu mengikutinya kemanapun ia pergi
"saya adalah sekretaris anda dan saya harus mengikuti kemanapun anda pergi, itu adalah tugas saya." kata Handry sopan
"pergi, aku tidak mau adikku jadi menyukai lelaki sepertimu."
"kau kira aku ini lelaki seperti apa? aku lebih setia dengan istriku daripada kau." kata Handry sambil beranjak pergi
tak lama kemudian sebuah mobil pun berhenti dihadapan Achilles. tampak Aria dan Arga yang keluar dari mobil tersebut. "Aria! selamat datang, bagaimana liburan?asik?" tanya Achilles sambil memeluk Aria
"lepaskan aku, s-sesak."
"maaf."kata Achilles sambil melepaskan pelukannya
"tu-eh kak les ngapain diluar?"
"ah? a-aku...em... ya, aku sedang menikmati pemandangan yang akan turun hujan."
"turun hujan? bukankah harinya gak mendung, benarkan ga?"
"iya."
"aku.....aku......"
"tuan ingin bersenang-senang setelah selesai berkencan dengan kertas kerjanya." kata Handry yang baru saja tiba
"oh, kalo gitu aku masuk kedalam aja. ayo Arga."
baru saja Aria dan Arga melangkah. Achilles pun mencegah Mareka. "tunggu!"
"ya?"kata Aria
"kau temani aku diluar."
"tapi aku lelah."kata Aria membantah
"maksudku lelaki disampingmu."
"aku?"tanya Arga heran
"iya, kau kira setelah datang dikediamanku kau bisa seenaknya?"
"sudahlah Arga."
"oke."
"Aria, kau istirahat dengan baik ya?"
"hm."
****Ditaman****
"siapa kau? berani-beraninya mendekati adikku?" Tanya Achilles menatap Arga dengan tatapan tajam
"saya Arga."kata Arga santai
entah kenapa rasanya aku pernah dengar namanya. siapa ya? pikir Achilles
"pasti kau yang menghancurkan hidup adikku kan?!" bentak Achilles
Arga yang meminum minumanya seketika menyemburkannya kearah Achilles yang berada didepannya. "berani-beraninya kau?!" geram Achilles
"maaf, maaf kak les aku gak sengaja."
Brak
"jangan panggil aku kak les!!" kata Achilles sambil menggeprak meja
"sorry, Achilles."
"kau ini sebenarnya bodoh apa gimana? kau bahkan tidak menghormati yang lebih tua darimu."
"maaf."
"ah.... sudahlah. hubungan kamu sama Aria?"
"hm?ah....kami teman sekelas dan teman akrab."
"selain itu."
"masa kecil, tapi dia hilang ingatan kan?"
tunggu, teman masa kecil? apa jangan-jangan dia.... batin Achilles
"setahuku Aria tidak memiliki teman masa kecil."
"tidak, dia punya."
"jadi apa yang kau mau darinya?"
"saya tidak ingin apapun kecuali Aria."
"dia bukan barang."
"saya tidak manganggapnya sebagai barang tetapi sebagai seseorang yang harus dijaga."
"tidak usah repot-repot, aku bisa menjaganya."
"bagaimana dengan keadaannya sekarang ini? bukankah sekarang dia lebih membutuhkan pendamping untuk hidupnya?"
"jangan sok tahu."
"saya tidak sok tahu tapi saya tahu kalo anak didalam kandungannya lebih membutuhkan seorang ayah kan?"
"aku bisa menjaga Mareka berdua."
"Kaka yakin Aria tidak ingin menikah?"
"yakin."
"kalian mengobrol tentang apa?"tanya Aria
"bukan apa-apa."ujar Achilles sambil menyeruput minumannya
"oh, ya Arga."
"ya?"
"ada yang ingin aku tunjukkan padamu."kata Aria sambil menarik tangan Arga masuk kedalam
"apa yang ingin kau tunjukkan?"
"sudahlah, ikut saja."
Achilles diam menatap Aria yang tampak gembira dengan Arga. "jadi bagaimana sekarang?" kata Handry
"sudahlah, aku mengenalnya dia tidak akan menyakiti adikku."
sementara itu dikamar Aria, "apa yang ingin kau tunjukkan?" tanya Arga
"sebentar."
Aria pun mengambil sebuah album dari laci mejanya dan memberikannya kepada Arga. "ini...."
"buka saja."
Arga terdiam melihat Foto dirinya dan Aria yang tersusun rapi didalam album tersebut."kenapa kau membuat ini?"
"entahlah, mungkin aku cuma pengen."kata Aria sambil memalingkan wajahnya yang memerah
Arga pun tersenyum."kemarilah."
"tidak mau."
Arga mendekat dan memeluk tubuh Aria erat. "thanks."bisik Arga tepat ditelinga Aria
Aria pun tersipu. "s-sudahlah lebih baik sekarang kita duduk."kata Aria
Mareka berdua pun duduk disofa panjang didalam kamar Aria. "apa ini kamarmu?"
"ya, tentu saja."
Bruk
Aria terkejut saat Arga merebahkan tubuhnya dipangkuannya dan menenggelamkan wajahnya diperut Aria. "A-ar-ga? a-apa yang kau l-lakukan?"tanya Aria gugup
"shut.... jangan berisik."racau Arga sambil memeluk perut Aria
"Arga. entar ketahuan kak les gimana?"
"gak bakalan,ri. kan pintu kamar kamu kunci."
"ar-"
Arga pun mengangkat tangannya untuk menutup mulutnya Aria. "diem atau aku bungkam itu mulut."
Aria menggeleng dan Arga pun menurunkan tangannya. "makanya diem."
Cup
Deg
Aria terkejut saat Arga mencium perutnya yang sedikit buncit. "jangan nakal nakal ya anak papa disana, kasian nanti sama bundanya." kata Arga seolah-olah sedang berbicara dengan seseorang.