
Aria menatap Arga yang sedang berada dialam mimpi dengan wajah yang tenang.
"ganteng banget sih." puji Aria
"kok bisa ya ada orang ganteng banget kaya gini?" gumam Aria
Aria mengulurkan tangannya untuk menyentuh wajah Arga.
Grep
Aria pun terkejut saat Arga memegang tangannya. seketika Aria menjadi panik.
' mampus orangnya bangun ' batin Aria mengumpat
perlahan-lahan kelopak mata Arga pun terbuka memperlihatkan matanya yang sedikit kecoklatan itu terbuka.
Aria terdiam saat Mareka berdua bertatapan dengan wajah yang sedikit lebih dekat. sampai mereka berdua bisa mendengarnya deruan nafas kedua.
"apa?"ujar Arga
Aria pun mengalihkan pandangannya ke lain.
"lepaskan tanganku."ujar Aria
"ah..... sorry gak sengaja."ujar Arga melepaskan tangan Aria dari genggamannya.
".....tadi...."ujar Arga
Aria menatap Arga.
"kau bilang aku tampan kan?"ujar Arga
"k-k-ka-kapan aku b-bilang begitu?" ujar Aria malu dan panik
' bagaimana dia mengetahuinya? ' batin Aria
Arga pun bangun dari tidurnya.
"benarkan?"ujar Arga sambil menaik turunkan alisnya.
Aria memutarkan bola matanya malas.
"jadi Kenapa membangunkan Lelaki tampan ini?"ujar Arga
"sombong banget sih."ujar Aria kesal
Arga pun terkekeh.
"oke serius, Kenapa?"ujar Arga
"aku pengen mandi."ujar Aria
Arga Melirik jam tangannya lalu menatap Aria.
"ini udah hampir jam 10 ri."ujar Arga
"emangnya kenapa kalo hampir jam 10?"tanya Aria
Arga pun menepuk jidatnya.
"jadi gini kalo kamu mandi di danau kemarin malam pasti banyak orang."ujar Arga
Aria menatap Arga heran.
"emang Kenapa kalo banyak orang? aku itu mau mandi bukan mau ngumpul ga."ujar Aria
' oke Arga, sabar jangan emosi ' batin Arga
Arga pun menarik nafasnya lalu menghembuskannya.
"emang kamu gak malu apa mandi depan banyak orang?"ujar Arga
"malu sih."ujar Aria
"makanya kita gak usah mandi dulu."ujar Arga
"tapi kalo gak mandi kita bau ga....terus dijauhi orang."ujar Aria
"Lo bisa peka gak sih?!"ujar Arga kesal
Aria pun tertawa.
"iya, aku ngerti kok."ujar Aria
Arga membalikkan wajahnya kesal akibat Aria yang mengerjainya.
"ngambek?"tanya Aria
"pikir aja sendiri."ujar Arga
Aria berjalan kehadapan Arga lalu mencubit kedua pipinya.
"gemesin banget sih."ujar Aria
Arga menjauh tangan Aria dari pipinya.
"sakit ri."ujar Arga
"ututu.... sakit ya?"tanya Aria Sambil mengelus pipi Arga.
Arga mengangguk.
"yaudah, aku harus gimana biar gak sakit lagi?"tanya Aria
"cium."ujar Arga
sontak Aria mendelik.
Plak
Aria menampar sebelah pipi Arga kesal sementara Arga tertawa melihat Aria yang kesal tersebut.
"canda ri."ujar Arga
Aria menatap Arga sebentar.
Cup
Aria pun mencium pipi kanan Arga seketika Arga membulatkan matanya terkejut dengan perlakuan Aria tadi.
"ri kamu-"
"keluar."usir Aria
"gak sebelum aku-"
Aria pun mendorong tubuh Arga keluar dari kamar.
Brak
Arga pun terkejut saat Aria menutup pintu dengan kencang.
"a-apa dia marah?"gumam Arga
' bukannya dia yang duluan mencium ku kenapa jadi seperti ini? ' batin Arga.
disisi Aria sedang duduk dilantai sambil menutup wajahnya dengan kedua tangan.
' huwa....apa yang sudah ku lakukan?!!!! ' batin Aria malu
"tanpa sadar aku menciumnya"ujar Aria malu
"....... sudahlah aria lebih baik sekarang kau ganti baju"ujar Aria.
15 menit kemudian.
Aria pun membuka pintu kamar. Aria terkejut saat melihat Arga yang sedang berada didepan pintu kamar. Arga menatap Aria dengan wajah yang tidak bisa diartikan.
"k-kenapa?"ujar Aria
"aku-"
"a-ah..... lebih baik kau ganti baju dulu."ujar Aria tersenyum
"tap-"
"aku tunggu."sela Aria
Arga masuk ke dalam kamar. Aria menghela nafas lega.
"entah kenapa rasanya aku tidak bisa menatap wajah Arga."gumam Aria
"ternyata dia beneran marah."ujar Arga sedih
motor Arga pun melaju kencang membelah kota yang lumayan padat tersebut. Arga menatap kearah kaca spion untuk melihat Aria.
' *sepertinya dia masih marah ' batin Arga*
"Aria."panggil Arga
Aria yang merasa terpanggil pun mendekatkan tubuhnya ke tubuh Arga.
"Kenapa? kau memanggilku?"ujar Aria
"hm?ah.... sepertinya kita harus keapart ku sebentar."ujar Arga
"ngapain?"ujar Aria
"bukan kah kau Inggin mandi?kita bisa mandi disana."ujar Arga
"ki-kita?"beo Aria dengan wajah memerah.
"m-maksudmu aku kan?"tanya Aria
"iya, apa aku salah bicara?"tanya Arga
"tidak....."jawab Aria cepat
".....tapi aku salah paham."sambung Aria pelan
Arga menggangguk kepalanya. keheningan pun melanda Mareka berdua hingga Mareka sampai diapart milik Arga.
"kamu mandi aja, aku keluar."ujar Arga
Aria mendudukkan dirinya kesamping Arga.
"brengsek!!"umpat Arga
Aria pun terkejut saat mendengar Arga mengumpat.
"Arga?"panggil Aria
Arga tidak menjawab dan masih fokus memainkan ponselnya. karena kesal Aria pun menarik kabel earphone milik Arga.
"Arga!"panggil Aria
Arga pun menoleh.
"apa?"tanya Arga
"aku laper makan yuk"ajak Aria
"bentar aku mandi dulu."ujar Aria
"yaudah sana."ujar Aria
**15 menit kemudian**.
Arga pun keluar dari kamar.
"mau makan apa?"ujar Arga
"terserah, yang penting makan"ujar Aria
Arga pun terdiam.
"serius ri."ujar Arga
"iya,aku serius."ujar Aria
"kita pesen aja gimana?"tanya Arga
"gak mau!"tolak Aria
"... kita masih ada tempat untuk diliat."ujar Aria
"cafe?"tanya Arga
Aria menggelengkan kepalanya.
"Masih siang gak asik."ujar Aria
Arga pun menghela nafas. ia sudah menduga akan terjadi seperti ini jika seorang gadis mengatakan kata 'terserah'.
"Kita ke restoran aja."ujar Arga
Arga pun mengangguk semangat.
**direstoran**.
Arga dan Aria pun duduk diluar restoran.
"kamu pesen apa?"tanya Arga
"hm..... menurut kamu yang enak apa?"tanya Aria
"steak?"tanya Arga
"gak."ujar Aria
"terus?"tanya Arga
"oke deh, steak aja."ujar Aria
"minum?"tanya Arga
"milkshake coklat."ujar Aria
Arga pun memesan kan makanan untuk dirinya dan Aria. sembari menunggu Mareka berdua pun memainkan ponselnya masing-masing.
"Arga sini deh."ujar Aria
Arga bangkit dari duduknya lalu duduk disampingnya Aria.
"apa?"tanya Arga
"Foto yuk."ajak Aria
Arga menggeleng.
"gue gak suka difoto."ujar Arga
"ayo dong, sekali....aja."ujar Aria
"gak ri."tolak Arga
"iih.... Arga gak asik."ujar Aria sambil memanyunkan bibirnya.
Arga yang melihat Aria memanyunkan bibirnya pun merasa gemas. ingin sekali dirinya mencubit kedua pipi Aria tapi sekuat tenaga ia menahannya.
"oke."ujar Arga
Aria pun menatap Arga dengan wajah berbinar-binar.
"beneran?"ujar Aria
Arga menggangguk.
"tapi ada syaratnya."ujar Arga
"apa?"tanya Aria
"kirim fotonya ke aku lalu izinkan aku memposting foto itu."ujar Arga
"oke."ujar Aria mengangguk sambil mengangkat ponselnya bersiap untuk memotret
"oh, satu lagi."ujar Arga
Aria pun menurunkan ponselnya dan menatap Arga
"satu foto satu kali ciuman."ujar Arga
"gak jadi."ujar Aria menyimpan ponselnya
"gak, aku bercanda."ujar Arga
Aria pun mengangkat ponselnya lalu memotret Mareka berdua.