
"A-apa?"ujar Arga terkejut
Arga melepaskan pelukannya dan menatap Aria. "l-lo serius?"tanya Arga semangat
"tapi-"
"apa?"
"gue mau Lo lupain gue."
seketika Arga terdiam menatap Aria tidak mengerti. "maksud Lo apaan?"Tanyanya heran
"kita gak bakal bisa bersama ga."ujar Aria mendongak sambil tersenyum miris.
"kita berbeda, bahkan... dari awal hidup kita berbeda....."
".....gue gak bakal sanggup untuk masuk didalam kehidupan Lo."ucap Aria
"tapi gue sanggup ri, gue bakal lakuin apa aja...."
Arga pun memegang kedua pundak Aria."kalo lo gak sanggup untuk masuk kedalam kehidupan gue,gue yang bakal masuk ke kehidupan Lo, simple kan."ujar Arga
"Lo gak ngerti ga, gue-"
"gue udah tunangan sama Dhika."ujar Aria menunduk
'maafin gue ga,gue bohong sama lo.' batin Aria
"Masih tunangan kan? belum nikah."ujar Arga
"gue bakal nikah sama Dhika seminggu setelah acara sekolah."ujar Aria memejamkan matanya menahan tangisnya
Arga pun tertegun mendengar perkataan Aria, tangannya yang memegang pundak Aria pun terjatuh bersamaan dirinya yang tersimpuh ditanah. "bohong."ujar Arga tidak percaya
"Lo pasti bohongin gue kan?"lirih Arga
Aria menggeleng. Arga pun memejamkan matanya menahan tangisnya."Lo jahat ri."lirih Arga
"maaf ga."
"Lo jahat sama gue."
Aria pun menggelengkan kepalanya sambil terisak. Arga bangkit sambil mengusap air matanya. "udah gue duga."ucap Arga
Arga menghapus air mata Aria yang mengalir di pipinya."gue bisa ikhlasin Lo, asal Lo bahagia sama dia."ujar Arga
"gue..... jujur gue cinta sama lo, Sangat cinta, dan gue.....gue juga tahu kekurangan gue."
"....gue.... beda sama Dhika yang bisa buat Lo bahagia kan? gak apa-apa, gue relain kok."ujar Arga
air mata Aria pun kembali meleleh membasahi pipinya."hei, jangan menangis."ujar Arga
Arga memegang pipi kanan Aria. tampak air mata Arga yang ikut mengalir."mungkin bahagia Lo bukan sama gue ri, tapi kalo dia adalah kebahagiaan Lo maka gue juga bakal bahagia buat Lo."lirih Arga
"setidaknya kita masih bisa berteman seperti dulu, walaupun hubungan kita mungkin tidak akan seperti dulu, tapi tidak apa-apa kan?"tanya Arga
Aria pun mengangguk."Lo...hiks... juga harus bahagia...hiks."isak Aria
"ri, Stop, don't cry, gue bahagia kalo Lo bahagia....."
"sekarang hapus air mata Lo, Karena dimasa yang akan datang Lo perlu banyak air mata ini, mengerti?"tanya Arga
Arga mendekat kepada Aria."bolehkah?"
Aria mengangguk.
Cup.
Arga pun mencium kening Aria untuk terakhir kalinya. "thanks for everything."ujar Arga sambil menatap wajah Aria yang sembab.
"me too and love you so much."ujar Aria
Arga pun tersenyum lalu pergi dari tempat tersebut meninggalkan Aria yang duduk bersimpuh sambil menangis.
Bara pun menepuk pundak Arga."yang sabar bro."
"masih banyak gadis kok di dunia ini ya gak va?"tanya Leon sambil menyikut lengan Alva
"Yoi"
"kalo banyak kok Lo masih aja jomblo?"sindir Arga
"daripada si bos malah ditolak."ejek Leon
"mau mati Lo?"tanya Arga dingin
Sindy pun memeluk Aria yang menangis."Udah ri, lagian ini pilihan Lo."ujar Maria
"gue yakin ri ini adalah pilihan yang tepat."ujar Sindy mengusap punggung Aria
"tapi gue gak bisa kehilangan Arga."lirih Aria
"bagi gue Arga itu sudah seperti kehidupan gue. kalau tanpa Arga gue....hiks....gue......"
"gak bisa."Isak Aria
Aria menggeleng. "gue gak mau."ujar Aria
"kan besok ada acara disekolah, mending kita shoping aja."ujar Sindy menghapus air mata Aria
Aria pun mengangguk dengan wajah yang sembab.
Di mall.
Aria, Sindy Dan Maria sedang memilih gaun yang akan dipakai untuk pergi ke-acara sekolah. "menurut Lo gue cocoknya merah atau kuning?"tanya Maria
"menurut gue biru, ya gak ri?"tanya Sindy
Aria pun mengangguk. "oke, gue coba."ujar Maria
Aria pun melirik ke sekelilingnya, hingga akhirnya pandangan tertuju kepada sebuah patung yang berbalut gaun berwarna putih dengan pita yang melingkar di pinggang berwarna hitam.
"gue pake ini cocok gak?"tanya Aria
"cocok."Jawab Shopia dan Maria serentak
"oke,gue yang ini."ujar Aria
Malam hari Diapart Shopia
"malam ini nginap diapart Shopia kan?"tanya Maria
"iya."jawab Aria
"ibu Lo gak ngelarang?"tanya shopia
Aria menggeleng. "bukannya kita nginap di rumah Lo shop?"tanya Aria
"jangan panggil gue shop,nama gue tuh Shopia masa dipanggil shop."ujar shopia kesal
"....gak,soalnya malam nanti ada tamu"
Mareka berdua pun ber-oh ria. "kita maskeran gak nih?"tanya Maria
"buat apa?"tanya Aria
"ya....buat glowing gitu."ujar maria sambil mengibaskan rambutnya
"sorry,gue udah glowing."ujar Shopia
"CK,Lo sih makannya aja skincare makanya glowing."ujar Maria kesal
"ye.....dari-
"udah, udah jangan berantem."ujar Aria garang
".... sini masker nya."pinta Aria
Aria pun memakai masker wajah Tersebut kewajahnya tanpa memedulikan kedua sahabatnya itu. "ye...ini nih minta gak bilang-bilang."ujar Maria
"lagian Lo lama."ujar Aria sambil berbaring
sementara itu Arga sedang duduk di kursi sambil meminum minuman keras.yaps, kini dirinya sedang berada di-Bar tempat biasa dirinya dan teman-temannya bersenang-senang.
Bara, Alva dan Leon terdiam melihat Arga yang sudah menghabiskan beberapa cangkir berisi minuman yang memabukkan tersebut. "bro?"panggil Bara
Arga menoleh."hm?"
Bara pun meneguk salivanya saat Arga menatapnya dengan tatapan setengah terbuka atau bisa dikatakan dirinya sedang mabuk Sekarang ini. "tumben si bos sampe mabuk berat kek gini."ucap Leon
"biasanya kita yang mabuk berat."ujar Alva
"udah, ayo bantuin gue angkat kedalam mobil."ujar Bara
"oghey."ujar Leon dan Alva
setelah beberapa jam berlalu Mareka bertiga pun sampai disebuah mansion mewah milik Arga.
Bruk
mareka pun meletakkan tubuh Arga diatas sofa ruang tamu. "cus,kita pulang."ajak Bara
"entar,gue capek."ujar Alva
"gue juga capek kali."ujar Bara
berbeda dengan Mareka berdua Leon sudah ambruk dilantai ruangan sambil memejamkan matanya. "persetan dengan Mareka berdua."gumam Leon
"kita nginep aja."ujar Bara sambil berbaring disamping Leon
"njir...tuh di Leon udah kebo aja."ujar Alva sambil berbaring
"tau tuh."ujar Bara
Mareka bertiga pun tertidur pulas di ruangan tengah milik keluarga Arga.