
Aria POV
sakit itu yang kurasakan. aku pun membuka mataku perlahan-lahan. dimana ini? batinku
pasalnya aku tidak berada didalam kamarku melainkan disebuah ruangan yang tampak sepi nan gelap. bahkan aku tak bisa bergerak dengan bebas karena tubuhku diikat dengan tali.
Ceklek
pintu terbuka menampilkan seorang lelaki yang tidak aku kenal. "s-siapa?"tanyaku ketakutan
"gue? itu gak penting."kata lelaki itu
lelaki itu mendekat kearahku dan mengangkat daguku untuk menatapnya. "he..... jadi Lo yang namanya Aria? lumayan...."kata lelaki itu sambil menatap ku dari atas sampai kebawah.
aku pun menggigit tangan membuatnya meringis kesakitan. "jangan sentuh gue Dasar br**g*k" kataku sambil menatap dengan tatapan dingin.
Lelaki itu menatapku sambil menyeringai. "gue suka dengan gadis pemberontak seperti Lo."
lelaki itu pun mengambil pisau yang terselip dipinggangnya. "jangan takut ini tidak sakit.", bisik Lelaki itu tepat ditelingaku.
Sreet
aku diam. ternyata lelaki itu mau memotong tali ini batinku sambil menghela nafas lega
"terimakasih."kataku sambil berdiri
lelaki diam tidak menjawab perkataanku dan hanya menatapku. aku pun mundur saat merasakan hal aneh dengan lelaki itu tetapi lelaki itu malah maju semakin mendekatiku.
dia terus saja maju hingga akhirnya membuat tubuhku mentok Kedinding.
Aria POV end
lelaki itu pun mengunci penggerakan Aria dengan tangannya yang berada dikanan dan kiri tubuh Aria. "a-apa yang l-lo lakukan."kata Aria gemetaran
lelaki itu menatap Aria. "gue memang melepaskan ikatannya tapi bukan berarti Lo bisa kabur." bisik Lelaki itu
Aria gemetaran. didalam hati dirinya terus memanggil Arga dan Achilles untuk menyelamatkan. lelaki itu mencium bibir Aria dan membuat tanda kemerahan dileher Aria.
disisi lain tampak Arga yang mengacak-acak rambutnya frustasi. "pasti ketemu kok."kata Bara
"ini udah pagi bar, pagi!! sedangkan Aria belum ketemu! gimana gue gak khawatir!!"bentak Arga
"apa Lo bilang? tenang? coba Lo bayangin aja si Shopia ngilang Lo bakal tenang? enggak kan?" kata Arga
Bara pun menghela nafasnya membiarkan ketuanya itu marah marah gak jelas. Bara pun menghentikan mobilnya saat ada sebuah mobil yang berada dihadapannya. "Lo kenapa rem mendadak hah?!"bentak Arga
Bara membuka kaca mobilnya saat ada seseorang yang mengetuknya. "kak les?" kata Arga
"keluar bentar.
Arga membuka pintu mobil dan keluar dari sana. "Aria....."
"belum ketemu kak, dari tadi Arga cari sama temen-temen tapi gak ketemu."
"aku belum selesai ngomong,Arga."
"m-maaf kak."
"mungkin Aria dibawa kemarkas ayahku."
"markas?"Tanya Arga
"iya, dari sini biar aku yang yang mencek kemarkasnya." kata Achilles sambil meninggalkan Arga
"tapi bukankah itu bahaya? tidak mungkin akan pergi kesana sendirian. jadi, biar saya temani."
"tidak perlu, lagian cuma menerobos masuk kedalam itu mudah."kata Achilles sambil menjalankan mobilnya
Arga kembali masuk kedalam mobil. "aku tidak mengerti apa yang dia pikirkan." gumam Arga
"kau benar, Aku tidak mengerti apa yang kau pikirkan."
Arga menoleh menatap Bara tajam. "maksud Lo apa hah?!"
"kau ini aneh, padahal gadis itu bukan cuma Aria tapi kau tetap bersikeras untuk mendapatkan Aria. seolah-olah Aria adalah satu-satunya gadis dibumi ini."
"padahal tidak cuma Aria kaya si Maria."
"menurut Lo gitu, tapi bagi gue Aria itu spesial."